Kamis 23 September 2021, 23:31 WIB

Akses Bahan Ajar Pengaruhi Tingkat Literasi, Badan Bahasa Siapkan Sebanyak Mungkin Bahan Ajar

Mediaindonesia.com | Humaniora
Akses Bahan Ajar Pengaruhi Tingkat Literasi, Badan Bahasa Siapkan Sebanyak Mungkin Bahan Ajar

Antara/Makna Zaezar
Ilustrasi perpustakaan

 

KEPALA Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan teknologi Endang Aminudin Aziz mengatakan, salah satu faktor penyebab masih rendahnya literasi di Indonesia ialah karena keterbatasan akses bahan ajar.

“Jadi rendahnya literasi masyarakat bukan karena minat membaca masyarakat yang rendah. Kami melakukan analisis dan ditemukan bahwa keterbatasan akses masyarakat terhadap buku atau bahan ajar ditambah keterbatasan waktu untuk membaca menjadi dua hal yang menyebabkan rendahnya literasi,” kata Endang ada kegiatan Riung Media, Kamis (23/9).

Karena itu Badan Bahasa, lanjut Aminudin berupaya terus untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap bahan ajar. Salah satu caranya adalah menyiapkan bahan ajar sebanyak mungkin.

“Kita siapkan buku literasi dan juga menerjemahkan buku-buku berbahasa asing,” lanjut Aminudin.

Dalam satu tahun terakhir ini, diakui Aminudin, Badan Bahasa telah menerjemahkan 1.375 buku berbahasa asing dan 250 buku bahasa daerah. Buku-buku tersebut diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Targetnya dalam 4 tahun yang akan datang, jumlah buku terjemahan baik dari bahasa asing maupun bahasa daerah bisa mencapai lebih dari 5.000 judul buku.

Di samping itu Badan Bahasa juga menyusun buku sendiri dengan target per tahun 75 judul buku. Hingga saat ini sudah 748 judul buku telah disusun Badan Bahasa guna mendukung literasi masyarakat.

Baca juga : Perpusnas Beri Apresiasi Bagi Insan Literasi

Amin menjelaskan untuk kegiatan menerjemahkan buku berbahasa asing, pihaknya menjalin kerjasama dengan berbagai negara dengan tujuan untuk menghemat biaya. Karena untuk menerjemahkan buku-buku berbahasa asing, kita diwajibkan membayar lisensi dari buku tersebut.

“Sistem pembayaran lisensi buku itu berlaku sesuai dengan jumlah buku yang kita cetak. Makin banyak dicetak maka makin mahal biaya yang harus dikeluarkan. Tetapi jika bekerjasama dengan pemerintah negara lain, tentu biaya tersebut bisa kita hemat,” tukas Amin.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Bahasa juga menjelaskan terkait perkembangan Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. Badan Bahasa tersebut berupaya memperluas penggunaan Bahasa Indonesia ke berbagai penjuru dunia melalui program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Program yang digagas sejak 2015 tersebut telah berhasil mengirimkan ratusan guru Bahasa Indonesia ke sejumlah negara.

“Sebelum pandemi kita kirim rata-rata antara 25 sampai 30 guru Bahasa Indonesia ke berbagai negara. Jumlah pemelajar sekitar 10 ribu per tahun atau 62 ribu selama  tahun berlangsung,” tukasnya.

Tetapi sejak pandemi, Badan Bahasa tidak perlu lagi mengirimkan guru BIPA. Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing dilakukan melalui metode daring. Cara ini ternyata jauh lebih efektif dan efisien karena jumlah pemelajar meningkat drastic mencapai lebih dari 20 ribu dalam satu tahun terakhir ini.

Selain melalui program BIPA, Badan Bahasa juga terus meningkatkan jumlah kosa kata Bahasa Indonesia melalui padanan kata asing maupun kata dari bahasa daerah. Saat ini jumlah kosa Bahasa Indonesia sekitar 114 ribu kosa kata. Targetnya hingga 2024 jumlah kosa kata bahasa Indonesia bisa mencapai lebih dari 200 ribu.. (RO/OL-7)

Baca Juga

dok.ITB

Forum Dosen SBM ITB Minta Wakil Rektor ITB Muhamad Abduh Diberhentikan

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 30 November 2021, 10:50 WIB
PARA dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) mengajukan petisi mosi tidak percaya dan meminta...
Ist

Goenawan Mohamad Menginspirasi Kalangan Muda dalam Setiap Tulisannya

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 10:48 WIB
Sampai-sampai Rizal Mallarangeng, dalam epilog buku ini, berani menyandingkannya dengan Winston Churchill, mantan Perdana Menteri Inggris...
creepercrawler

Ini Tips Menjaga Bayi dan Anak dari Iritasi Kulit

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 30 November 2021, 10:42 WIB
Hal yang perlu diperhatikan orangtua adalah bagaimana pencegahan iritasi dan luka dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya