Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menjelaskan beberapa faktor yang memengaruhi waktu musim hujan yang berbeda di setiap wilayah di Indonesia. Diantaranya posisi geografis dan kondisi topografis suatu daerah, oleh karenanya wilayah Indonesia memilki 3 pola hujan yang berbeda. Yaitu pola hujan monsunal, ekuatorial dan lokal.
"Pola hujan monsunal, wilayahnya dipengaruhi oleh pergerakan angin monsun asia dan australia, serta memiliki satu puncak musim hujan, sehingga perbedaan antara periode musim hujan dan musim kemarau cukup jelas," ungkap Ririn Kasubag Humas BMKG saat dihubungi, Minggu (19/9).
Kedua, pola hujan equatorial, wilayah dengan tipe pola hujan ini terletak di sekitar garis khatulistiwa sehingga pengaruh gerak semu matahari lebih dominan. Pola ini memiliki dua puncak musim hujan maksimum yaitu pada bulan Maret-April dan September-Oktober dimana posisi matahari tepat berada di garis khatulistiwa.
Baca juga : Antisipasi Tsunami Non-Tektonik, BMKG Lakukan Penyempurnaan Sistem Peringatan Dini
Ketiga, pola hujan lokal. Berbeda dengan pola hujan sebelumnya, pola hujan lokal ini didominasi oleh pengaruh topografis, seperti halnya wilayah pegunungan, pesisir pantai, maupun wilayah kepulauan.
"Ada beberapa macam tipe hujan local yaitu curah hujan rendah sepanjang tahun, misalnya di sekitar kota Palu. Ada daerah yang curah hujannya tinggi sepanjang tahun misalnya daerah Timika dan Asmat. Ada pula daerah yang tipe hujannya berkebalikan dengan tipe monsun, yang mengalami puncak hujan di Juni-Juli, misalnya di daerah Seram bagian selatan,"terangnya. (OL-7)
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
BMKG memprakirakan hujan masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–12 Februari 2026, masyarakat diminta waspada hujan lebat
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca Jakarta hari ini, 10 Februari 2026. Seluruh wilayah diprediksi hujan lebat hingga sedang sejak pagi hari.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved