Rabu 15 September 2021, 20:32 WIB

Universitas Pancasila Kukuhkan Tiga Guru Besar Ilmu Ekonomi Dan Farmasi

Widhoroso | Humaniora
Universitas Pancasila Kukuhkan Tiga Guru Besar Ilmu Ekonomi Dan Farmasi

DOK Universitas Pancasila
Acara pengukuhan guru besar Universitas Pancasila

 

UNIVERSITAS Pancasila (UP) Jakarta melakukan pengukuhan tiga guru besar, Rabu (15/9). Tiga guru besar yang baru dikukuhkan tersebut untuk bidang Ilmu Ekonomi dan Farmasi.

Ketiga guru besar yang baru dikukuhkan adalah Prof. Dr. Sri Widyastuti, SE., MM., M.Si dalam Bidang Manajemen Pemasaran Strategik Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Dr. apt Ratna Djamil, M.Si dalam Bidang Ilmu Kimia Bahan Alam Fakultas Farmasi, dan Prof. Dr. apt. Yusi Anggriani, M.Kes dalam Bidang Farmasi Klinis dan Komunitas Fakultas Farmasi.

Dalam kata sambutannya, Rektor UP Prof. Dr. Edie Toet Hendratno, SH., M.Si mengatakan dengan acara pengukuhan ini, diharapkan dapat menginspirasi dosen tetap lainnya untuk segera mencapai posisi ini. Menurutnya dengan banyaknya dosen tetap bergelar doktor dengan jabatan fungsional Lektor Kepala, UP memiliki potensi untuk menambah guru besar dalam jumlah yang cukup besar.

"Perlu dipahami, bahwa pencapaian Guru Besar ini bukan saja merupakan capaian pribadi sebagai seorang dosen, namun juga menjadi capaian institusi yang sangat penting," jelasnya.

Ia menambahkan, dengan dikukuhkannya tiga Guru Besar baru, berarti UP memiliki tambahan SDM yang secara kapasitas sudah sangat teruji keilmuannya. Hal ini, tentunya akan membuat keberadaan UP semakin diakui oleh masyarakat. "Semakin banyak Guru Besar yang dikukuhkan menunjukkan bahwa semakin banyak pakar yang kita miliki," jelas Rektor.

Disebutnya, bertambahnya guru besar akan semakin meningkatkan mutu akademik UP. Dikatakan Edie Toet, saat ini UP memiliki 21 guru besar tetap dan 29 guru besar tidak tetap.

Ia juga menyebut UP menerima permohonan beberapa guru besar yang ingin bergabung. Pada saat ini sedang dalam proses untuk mencocokkan bidang keilmuannya, jelasnya.

"Harus diakui, bahwa jumlah guru besar di Universitas Pancasila masih perlu ditambah. Jumlah yang ada saat ini belum mencukupi kebutuhan  ideal untuk sebuah perguruan tinggi di era Merdeka Belajar Kampus Merdeka serta Revolusi Industri 4.0," kata Edie Toet. (RO/OL-15)

 

Baca Juga

ANTARA/HO-Humas PKB/am.

Kang Maman: Beragama dan Bernegara dalam Satu Napas NKRI

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 17 September 2021, 14:43 WIB
Beragama dan bernegara dalam konsep NKRI memang harus memiliki satu napas, bahwa orang yang memiliki komitmen keagamaan yang kuat, ia pasti...
DOk Kalbis Institute

Kalbis Institute Siapkan Outstanding Career

👤Syarief Oebaidillah 🕔Jumat 17 September 2021, 14:33 WIB
Kalbis Institute meluncurkan program Outstanding Career, Kamis (16/9), yakni sebuah formula baru dalam menyiapkan lulusan berkualitas,...
Antara

Pemodal Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Hutan Lindung jadi Tersangka

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 17 September 2021, 14:09 WIB
Tim Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi tetapkan A sebagai tersangka terkait aktivitas tambang emas ilegal di hutan lindung KPH...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Siap Bawa Pulang Piala Sudirman

 Terdapat empat pemain muda yang diharapkan mampu membuat kejutan di Finlandia.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya