Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Pancasila (UP) Jakarta melakukan pengukuhan tiga guru besar, Rabu (15/9). Tiga guru besar yang baru dikukuhkan tersebut untuk bidang Ilmu Ekonomi dan Farmasi.
Ketiga guru besar yang baru dikukuhkan adalah Prof. Dr. Sri Widyastuti, SE., MM., M.Si dalam Bidang Manajemen Pemasaran Strategik Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Dr. apt Ratna Djamil, M.Si dalam Bidang Ilmu Kimia Bahan Alam Fakultas Farmasi, dan Prof. Dr. apt. Yusi Anggriani, M.Kes dalam Bidang Farmasi Klinis dan Komunitas Fakultas Farmasi.
Dalam kata sambutannya, Rektor UP Prof. Dr. Edie Toet Hendratno, SH., M.Si mengatakan dengan acara pengukuhan ini, diharapkan dapat menginspirasi dosen tetap lainnya untuk segera mencapai posisi ini. Menurutnya dengan banyaknya dosen tetap bergelar doktor dengan jabatan fungsional Lektor Kepala, UP memiliki potensi untuk menambah guru besar dalam jumlah yang cukup besar.
"Perlu dipahami, bahwa pencapaian Guru Besar ini bukan saja merupakan capaian pribadi sebagai seorang dosen, namun juga menjadi capaian institusi yang sangat penting," jelasnya.
Ia menambahkan, dengan dikukuhkannya tiga Guru Besar baru, berarti UP memiliki tambahan SDM yang secara kapasitas sudah sangat teruji keilmuannya. Hal ini, tentunya akan membuat keberadaan UP semakin diakui oleh masyarakat. "Semakin banyak Guru Besar yang dikukuhkan menunjukkan bahwa semakin banyak pakar yang kita miliki," jelas Rektor.
Disebutnya, bertambahnya guru besar akan semakin meningkatkan mutu akademik UP. Dikatakan Edie Toet, saat ini UP memiliki 21 guru besar tetap dan 29 guru besar tidak tetap.
Ia juga menyebut UP menerima permohonan beberapa guru besar yang ingin bergabung. Pada saat ini sedang dalam proses untuk mencocokkan bidang keilmuannya, jelasnya.
"Harus diakui, bahwa jumlah guru besar di Universitas Pancasila masih perlu ditambah. Jumlah yang ada saat ini belum mencukupi kebutuhan ideal untuk sebuah perguruan tinggi di era Merdeka Belajar Kampus Merdeka serta Revolusi Industri 4.0," kata Edie Toet. (RO/OL-15)
Ada dua skema untuk program magang luar negeri yakni skema awal akan dibiayai pemerintah, dan skema selanjutnya bakal dikerjasamakan dengan perusahaan yang ingin merekrut peserta magang.
BERBAGAI umbi lokal Indonesia seperti gembili, uwi, talas, ubi jalar, kentang, dan sukun dapat menjadi pangan pengganti nasi yang kaya serat, vitamin, dan mineral.
Selama 59 tahun, Universitas Pancasila menjadi rumah bagi lahirnya generasi penerus bangsa.
FAKULTAS Farmasi Universitas Pancasila (FFUP) bersama PT Natura Nuswantara Nirmala menorehkan prestasi pada ajang internasional Indonesia Inventors Day 2025.
Penanganan perkara koneksitas di dalam Pasal 42 UU No 30 Tahun 2002 tidaklah cukup meski telah dilakukan perubahan rumusan norma MK.
Korban merupakan dua karyawan Universitas Pancasila, berinisal RZ dan DF. Kasusnya telah bergulir 19 bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved