Minggu 12 September 2021, 08:50 WIB

Kreativitas Anak Muda Dalam Memadukan Kebudayaan dan Teknologi

mediaindonesia.com | Humaniora
Kreativitas Anak Muda Dalam Memadukan Kebudayaan dan Teknologi

Ist/Kemendikbudristek
Video klip tersebut berjudul “Wonderland Indonesia” karya Alffy Rev, 26, bersama teman-temannya.

 

BEBERAPA hari lalu jagad media sosial diramaikan oleh sebuah videoklip yang menyajikan perpaduan musik, visual, tarian, dan elemen-elemen kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia.

Video ini mendadak viral yang hanya dalam beberapa hari langsung menaiki peringkat satu tren video di YouTube dengan jutaan penonton.

Video klip tersebut berjudul “Wonderland Indonesia” karya Alffy Rev, 26, bersama teman-temannya. Namun ada banyak juga pertanyaan yang muncul setelah videoini viral di media sosial, siapa anak ini? dan mengapa baru terdengar sekarang? Tapi benarkah?

Nama Alffy Rev sebetulnya sudah lama dikenal oleh warganet terutama penonton YouTube. Ia adalah seorang konten kreator yang rajin memadukan musik dengan karya visual.

Keunikannya, Alffy Rev selalu mengambil lagu-lagu perjuangan, lagu daerah, dan juga elemen budaya dari banyak daerah di Indonesia. Sebetulnya tidak hanya Alffy Rev, ada banyak sekali kalangan muda lainnya yang membuat dan mengunggah karyanya di berbagai platform media sosial dan digital.

Ada yang berupa ilustrasi, aransemen lagu perjuangan, lagu daerah, animasi pendek, sampai film pendek. Namun mengapa hanya karya Alffy Rev yang muncul?

“Sebetulnya ada banyak sekali karya-karya anak muda Indonesia yang mengangkat kebudayaan Indonesia dan seni tradisional yang bagus-bagus diunggah di media sosial. Hanya saja kemunculan karya-karya ini seringkali kurang mendapat atensi media-media besar di Indonesia” jelas Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru Kemendikbudristek yang juga memberikan dukungan atas produksi video “Wonderland Indonesia”.

Perhatian media-media di Indonesia khususnya tentang kebudayaan atau karya budaya jelas masih sangat dibutuhkan. Apalagi dalam rangka mengimbangi deras masuknya budaya asing.

Saat ini teknologi digital sudah sangat maju sekali. Teknologi ini sudah menjadi bagian dari keseharian pekerjaan kita. Bahkan berdampak pula pada karya-karya budaya, ada banyak sekali karya-karya baru hasil perpaduan seni budaya tradisional dengan teknologi digital.

Generasi muda inilah yang memanfaatkan kecanggihan teknologi digital, baik dalam membuat karya maupun dalam berkolaborasi antar kreator. Keberadaan karya-karya anak muda ini berhasil mengangkat nilai-nilai budaya yang selama ini dianggap kuno menjadi karya kekinian dengan bantuan teknologi.

Kini yang dibutuhkan adalah dukungan dan dorongan terhadap karya-karya mereka. Baik dukungan dari pemerintah, media pemberitaan, atau pun media tayang seperti TV. Memang saat ini media-media tersebut masih terbatas mengulas karya yang viral saja.

Padahal selain karya yang bagus, karya yang layak pun harus ikut diangkat. Selain untuk mengolah rasa apresiasi juga dapat menjadi inspirasi anak-anak muda.

Keragaman dari kekayaan kebudayaan Indonesia jelas menginspirasi Alffy Rev dalam karya-karya videonya.

Di tengah semaraknya arus budaya luar yang masuk saat ini, ternyata anak-anak muda mampu melihat kekayaan kebudayaan dari banyak daerah di Indonesia pun bisa dijadikan inspirasi yang mutakhir untuk karya-karya seninya.

“Kalo buat saya pribadi keberadaan musik tradisional itu penting, bukan hanya di notasi saja, tapi lebih ke-rasa nya sih.. Jadi sangat inspiratid buat bikin karya..” ungkap Nana, bassist dari grup band D’Cinnamons asal Bandung

Teknologi digital telah mampu mengejawantahkan ide-ide kreatif anak muda menjadi sebuah karya yang indah untuk dinikmati.

Harapan Nana, jika banyak media yang membahas dan mengulas karya-karya tersebut maka tentu akan makin banyak pula anak-anak muda lain yang akan tertarik untuk ikut. Kita tunggu saja karya-karya lain dari Alffy Rev dan karya anak-anak muda Indonesia lainnya dari seluruh pelosok Indonesia. (RO/OL-09)
 

Baca Juga

Dok. Mandalawangi Bergerak

Vaksinasi di Kaki Gunung

👤Fathurrozak 🕔Kamis 23 September 2021, 06:00 WIB
SUATU hari di penghujung Agustus lalu, sekitar pukul 08.00 WIB, beberapa orang di desa kaki Gunung Gede Pangrango, Cibodas, Jawa...
Antara/Basri Marzuki

 Survei : Kepuasan terhadap Proses Vaksinasi Tinggi, Alur Pendaftaran dan Prokes Perlu Jadi Perhatian

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 23 September 2021, 00:06 WIB
Survei ini disebarkan 6-21 Agustus 2021 secara online ke seluruh Indonesia dengan melibatkan 8.299 responden menggunakan metode convenience...
Dok Media Group

Dalam Tiga Hari, 4.011 Penumpang Internasional Tiba di Bandara Soetta

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 22 September 2021, 23:42 WIB
Sebanyak 1.997 di antaranya adalah pekerja migran Indonesia (PMI) dan 2.014 orang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sarjana di Tengah Era Disrupsi

Toga kesarjanaan sebagai simbol bahwa seseorang memiliki gelar akademik yang tinggi akan menjadi sia-sia jika tidak bermanfaat bagi diri dan orang banyak di era yang cepat berubah ini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya