Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA memiliki target nasional pengurangan emisi negara ini atau nationally determined contribution (NDC) sebesar 29% dengan upaya sendiri dan 41% dengan bantuan internasional di 2030.
Berkaitan dengan itu, berbagai upaya dilakukan oleh banyak pihak untuk mencapai target tersebut, salah satunya yakni Melchor Group. Perusahaan tersebut meluncurkan crypto utility roxi yang merupakan bagian dari upaya pelestarian lingkungan dengan pendekatan ekonomi dan teknologi digital.
Melalui teknologi emission accounting, forest monitoring, blockchain artificial intelligance, dan crypto utility tersebut, CEO Melchor Group Peter F. Gontha mengungkapkan, pihaknya menghadirkan gagasan baru tentang penghitungan restorasi hutan serta penyerapan, perhitungan, dan perdagangan karbon yang sesuai dengan kompatibilitas dan standar nasional Indonesia yang ditetapkan pemerintah.
"Melalui kombinasi pendekatan ekologis, teknologi dogital, dan ekonomi cypto utility maka lahirlah sebuah prakarsa baru yang futuristik," kata Peter di Jakarta Selatan, Jumat (10/9).
Ia mengungkapkan, cripto utility ini diharapkan dapat digunakan dalam 12 bulan ke depan. Adapun, Peter menjelaskan, pihaknya akan melakukan penghitungan karbon dalam lahan yang dimiliki masyarakat. Nantinya, pemilik lahan bisa meregistrasikan lahannya, dan mendapatkan koin roxi.
"Apa yang kita lakukan agar supaya semua mendapatkan koin dari roxi. Akan diberikan kepada masyrakat dan ada harganya, dan uang yang dia dapatkan dari perdagangan itu dapat dipakai untuk merestorasi, menjaga, dan menanam kembali hutannya. Orang-orang tersebut nanti akan mendapatkan US$3-10 pertahunnya," beber dia.
CEO Jejak.in Arfan Arlanda mengungkapkan, dengan adanya perencanaan mengenai pengelolaan lahan di awal, diharapkan pemilik lahan dapat mengetahui berapa kemampuan serapan air dari suatu area, kualitas udara, kualitas karbon, potensi penyerapan karbon, dan pencegahan kebakaran hutan.
Dengan adanya pemantauan yang dilakukan melalui platform online, diharapkan pula pemilik lahan dapat lebih bertanggung jawab dalam melakukan pengelolaan lahan.
"Jadi waktu lahan tersebut dikoinkan, kadar karbinnya masih rendah. Saat mereka melakukan restorasi, kualitas hutannya akan meningkat. Lalu jika mereka offsite, maka harga karbon pengalihnya akan tinggi dan keuntungannya akan dialihkan ke sosial," ucap dia. (H-1)
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
Penelitian terbaru mengungkap polusi udara telah ada sejak Kekaisaran Romawi Kuno.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Riset Northwestern University ungkap asap kayu di rumah menyumbang 20% polusi mematikan di AS.
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved