Jumat 10 September 2021, 21:00 WIB

Kemenperin: Industri Batik Dapat Prioritas Pengembangan Pemerintah

Mediaindonesia.com | Humaniora
Kemenperin: Industri Batik Dapat Prioritas Pengembangan Pemerintah

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/a
Perajin Batik di Bogor.

 

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi mengatakan, bahwa industri batik yang didominasi sektor mikro dan menengah turut mendapat prioritas pengembangan oleh Kemenperin.

"Hal ini cukup beralasan karena industri tersebut mempunyai daya ungkit dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional," kata Doddy dalam keterangan tertulis yang diterima di Yogyakarta, Jumat.

Berdasarkan data Kemenperin, capaian ekspor batik pada 2020 mencapai US$532,7 juta, dan pada triwulan satu pada tahun 2021 mencapai US$157,8 juta. Tujuan utama ekspor batik Indonesia juga telah merambah pasar Amerika Serikat, Jepang, Jerman dan Australia.

"Sektor ini menyerap tenaga kerja lebih dari 200 ribu orang dalam 47.000 unit usaha dan tersebar di 101 sentra," katanya.

Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta Heru Kustanto mengatakan, sebagai upaya memberikan kontribusi pada pengembangan industri batik dan kerajinan, BBKB menggelar kegiatan bertajuk NgoPPi (Ngobrol Pagi Penuh Inspirasi) secara virtual dari Septemper sampai November.

Dengan topik yaitu Strategi Bisnis Industri Kerajinan dan Batik di Era 4.0, Selisik Autentik Batik, Desain Batik Digital, Bagaimana Membuat Desain Batik Digital, Menyiapkan SDM Industri 4.0 dan Digital Marketing, Teknologi Pewarna Batik, Pengolahan Limbah Batik Sederhana, dan Perkembangan Teknologi Batik.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyebarluaskan pengetahuan dan menyatukan gagasan atau pemikiran dalam memperkuat industri kerajinan dan batik guna menyongsong industri 4.0," katanya.

Menurut dia, pada diskusi perdana yang diikuti sekitar 150 peserta terdiri civitas akademika, pemda, asosiasi serta pelaku usaha industri batik dari berbagai daerah itu, mengerucut pada seputar pengelolaan manajemen bisnis dan strategi sektor industri batik dalam menghadapi turbulensi karena turunnya permintaan produk.

Heru mengatakan, aspek kompetensi di bidang batik menjadi salah satu komponen manajemen strategi yang bisa digenjot oleh industri batik, selain aspek penetapan visi bisnis dan adaptasi skenario untuk menghadapi turbulensi bisnis yang tengah terjadi.

"Selain itu optimisme, peningkatan kapabilitas dalam inovasi desain dan produk menjadi pesan utama yang terus disampaikan kepada para pelaku industri batik," katanya. (Ant/OL-12)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Omicron Meluas, Kemenhub Perketat Pintu Masuk Udara

👤Fetry Wuryasti 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 18:05 WIB
Pengetatan yang dilakukan ini berlaku bagi WNI dan WNA, serta personel atau kru pesawat udara asing (pilot, pramugari/a, teknisi, dan...
AFP

WHO Sebut Belum Ada Laporan Kematian Akibat Varian Omicron

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 16:35 WIB
WHO telah memperingatkan bahwa perlu waktu berminggu-minggu untuk menentukan seberapa menular varian...
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

21 Daerah Alami Peningkatan Kasus, Pemda Diminta Tingkatkan Pelacakan Kontak

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 14:56 WIB
Adapun, sejumlah daerah tersebut mengalami peningkatan kasus akibat klaster komunitas, mulai dari klaster sekolah, perkatoran, pasar, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya