Kamis 09 September 2021, 18:40 WIB

Limbah Merkuri Ancam Kelestarian Lingkungan

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Limbah Merkuri Ancam Kelestarian Lingkungan

Antara
Areal tempat penambangan emas ilegal yang ditutup lantaran beroperasi dengan menggunakan merkuri.

 

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menekankan bahwa limbah merkuri sangat berbahaya terhadap kelestarian lingkungan. Pun, dampaknya juga dirasakan mahkluk hidup.

"Merkuri bisa masuk dalam tubuh kita melalui banyak cara. Contoh, laut yang tercemar merkuri, sehingga ikan pun ikut tercemar. Lalu ikannya dimakan, kita juga ikut tercemar merkuri," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya KLHK Rosa Vivien Ratnawati dalam seminar virtual, Kamis (9/9).

Baca juga: Kurangi Limbah Tekstil dengan Sustainable Fashion

Adapun merkuri merupakan logam berat yang sangat berbahaya, karena bersifat toksik, persisten di lingkungan, bioakumulasi, serta dapat berpindah dalam jarak jauh di atmosfer. Produk yang mengandung merkuri, seperti termometer, tensimeter, amalgam gigi, batu baterai, lampu high pressure, hingga kosmetik ilegal.

Lebih lanjut, Rosa mengatakan dampak merkuri pada tubuh manusia bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf, ginjal, paru-paru, hati, gastrointestial, cacat mental, buta, cerebral palsy, gangguan saraf dan berujung kematian.

Baca juga: Hingga Agustus, Indonesia Hasilkan 19.707 Ton Limbah Medis

Menurut dia, pada dasarnya merkuri tidak bisa dimusnahkan. Hingga saat ini, banyak negara membuang limbah merkuri dengan menyimpan dalam ruangan khusus di bawah tanah.

"Sampai sekarang, belum ada teknologi yang menghapus merkuri dari muka Bumi. Indonesia sendiri menghilangkan merkuri dengan cara diekspor ke Jepang, untuk diolah kebutuhan industri," pungkas Rosa.(OL-11)

Baca Juga

Antara

Tinjau Hotel Jemaah Haji di Madinah, Menag Mengaku Puas

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 22 Mei 2022, 18:32 WIB
Layanan akomodasi jemaah haji Indonesia di Madinah menggunakan sistem full musim dan penyewaan blocking time. Adapun hotel yang disewa...
MI/ Andri Widiyanto

Update 22 Mei: 166,8 Juta Orang Sudah Divaksinasi Lengkap

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 22 Mei 2022, 18:32 WIB
Indonesia menargetkan 208,2 juta penduduk menerima vaksin...
DOK/HUMAS UPI

UPI Bandung Luncurkan BeCool, Solusi Mengatasi Pemanasan Global

👤Naviandri 🕔Minggu 22 Mei 2022, 18:30 WIB
BeCool sebagai solusi dalam mengatasi pemanasan global sebagai dampak dari kepadatan bangunan terurama pada kota-kota besar dan menimbulkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya