Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DIRJEN Informasi dan Kebijakan Publik, Kominfo RI, Usman Kansong mengingatkan masyarakat pentingnya menggunakan teknologi informasi dengan tepat dan benar. Ia juga berharap teknologi informasi bisa mengorkestrasi dan menggerakkan harmoni komunikasi publik pemerintah, agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
"Saya kira tantangan kita era digital adalah bagaimana memerangi apa yang sering kita dapatkan yakni yang kita sebut hoaks, disinformasi, dan malinformas. Tentu saja ini harus kita perhatikan melalui berbagai program dan berbagai langkah," ujar Usman dalam webinar bertema Masa Depan Media Pascadigitalisasi Televisi dan Era 5G, Kamis (2/9), dalam rangka acara Safari Jurnalistik.
Usman Kansong menjelaskan, bahwa salah satu ihwal penting dalam orkestrasi komunikasi publik adalah mencegah beredarnya hoaks maupun kabar bohong melakukan literasi digital. Untuk itu, ia menegaskan komitmen menjaga ruang digital dari berbagai konten negatif salah satunya menuntut tanggung jawab dan kontribusi dari platform digital di Indonesia.
Sementara pembicara lainnya, Nurjaman mengatakan saat ini platform media digital berkembang sangat pesat seiring berkembangnya teknologi. Termasuk kehadiran platform lain yang semakin banyak sehingga mengharuskan media tampil kreatif dan inovatif.
baca juga: Literasi Digital
"Salah satu kunci untuk tetap bertahan adalah beradaptasi dengan mengikuti kemajuan dunia digital. Apalagi saat era teknologi 5G telah mulai diaplikasikan," ujar Nurjaman Mochtar, Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat sekaligus Pemred sariagri.id.
Pada bagian lain, Head of Corporate Communication PT Astra International Boy Kelana Soebroto menyambut baik kerja sama dengan Sekolah Jurnalis PWI.
Menurutnya Safari Jurnalistik ini bentuk dukungan dan komitmen PT Astra Internasional untuk ikut meningkatkan wawasan dan profesionalisme wartawan Indonesia. (N-1)
Pembekalan literasi digital diperlukan sebagai solusi untuk mengantisipasi penyebaran hoaks menjelang Pemilu 2024.
transformasi digital membawa arus informasi yang begitu cepat sehingga terdapat celah untuk masuknya konten negatif seperti informasi palsu atau hoax.
Kominfo bentuk Satgas Anti Hoaks demi wujudka pemilu damai
Tujuh capaian disepakati pada pertemuan tingkat menteri negara-negara ASEAN yang bertanggung jawab di bidang informasi di Da Nang Vietnam.
Komunitas Difabel Aceh belajar mengenali ciri-ciri berita hoaks
Program ini pun bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi dan menyebarkan informasi yang akurat dan positif.
Kombinasi antara kebebasan, etika, dan nilai-nilai Pancasila inilah yang menjadi fondasi masyarakat digital yang sehat, inklusif, dan demokratis.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Cirebon, Selasa (10/12).
Teknologi digital telah berperan besar dalam berbagai situasi, termasuk saat terjadi bencana.
Ismail menjelaskan bahwa pendekatan customer centric menjadi dasar dalam memberikan layanan yang relevan dan tepat sasaran
Dia menjelaskan bahwa dorongan untuk memperluas literasi digital ini dipicu oleh tingginya tingkat akses internet di Batam yang telah mencapai 89 persen.
Orangtua bisa mengajari anak untuk menerapkan etika dalam menggunakan media sosial, termasuk di antaranya tidak menyampaikan komentar negatif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved