Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
TANOTO Foundation, organisasi filantropi independen yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada 1981, menyelenggarakan Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2021, Rabu (1/9). Bertepapatan dengan perayaan 40 tahunnya, TSG 2021 mengusung tema Learn and Lead: 40 Years of Creating Impact, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menumbuhkan generasi pemimpin.
Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation, Anderson Tanoto menyampaikan nilai-nilai keluarga Tanoto. Dia berbagi tips kepada Tanoto Scholars agar bisa menjadi pemimpin yang berkontribusi bagi masyarakat.
"Tanoto Scholars bisa mulai berkontribusi dengan memperhatikan lingkungan sendiri. Apa yang sedang dibutuhkan, masalah apa di sana yang dihadapi merupakan langkah awal untuk menjadi pemimpin masa depan," ungkapnya dalam TSG 2021, Rabu (1/9).
Menurutnya, Tanoto Scholars berkontribusi dengan kemampuan yang mereka miliki. Terutama di masa pandemi, mereka bisa membantu mengajar anak-anak di lingkungan rumah, atau membagikan ilmu atau informasi di sosial media.
"Kita bisa membantu lewat informasi dan akses. Apakah ada orang yang kesulitan tapi tidak mendapatkan bantuan? Optimisme adalah realisme yang baru. Bagikan kebaikan kita supaya orang lain terinspirasi,” kata Anderson.
CEO Global Tanoto Foundation, Satrijo Tanudjojo mengungkapkan, TSG 2021 menjadi penanda komitmen Tanoto Foundation untuk menumbuhkan generasi pemimpin muda masa depan. Pasalnya, acara itu diadakan bertepatan dengan bulan peringatan 40 tahun berdirinya Tanoto Foundation.
Baca juga : LIPI Kukuhkan 4 Profesor Riset
"Kami harap Tanoto Scholars yang hadir dapat mendapatkan banyak pelajaran dan perspektif baru dari berbagai pembicara dan juga berjejaring dengan sesama peserta agar mereka mendapatkan bekal sebagai pemimpin masa depan. Kami harap, sepulangnya dari TSG 2021, Tanoto Scholars mendapatkan semangat baru untuk terus berkarya dan berkontribusi di tengah semua tantangan yang sedang kita alami," ujarnya.
Adapun, Tanoto Scholars adalah mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti program kepemimpinan dan beasiswa TELADAN dari Tanoto Foundation. Pendaftaran TELADAN 2022 untuk mahasiswa semester satu dari sembilan universitas mitra Tanoto Foundation sedang berlangsung sampai tanggal 30 September 2021.
Sedangkan TSG adalah acara tahunan yang mempertemukan Tanoto Scholars dari seluruh Indonesia dan Singapura, di mana mereka diberi kesempatan untuk berjejaring, membangun tim, dan bertemu dengan para Pendiri dan Dewan Pembina Tanoto Foundation.
TSG 2021 diikuti oleh sebanyak 232 peserta yang merupakan Tanoto Scholars dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Andalas (UNAND), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Riau (UNRI), Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta, Politeknik Teknologi Kimia Industri Medan, Politeknik Negeri Medan, Politeknik ATI Padang, Institut Teknologi Del, National University of Singapore (NUS), dan Nanyang Technological University (NTU).
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim ikut memberikan dukungan semangatnya bagi para Tanoto Scholars agar mewujudkan Kampus Merdeka yang menitikberatkan pada pembelajaran dunia nyata atau project-based learning. (OL-7)
Amartha Fellowship Bootcamp diikuti oleh 60 penerima beasiswa dan berlangsung selama empat hari.
Universitas Budi Luhur (UBL) terus mempertegas komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga nasional sekaligus membawa pendidikan tinggi Indonesia ke panggung dunia.
Anwar-Reny mencatat capaian program BERANI di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, mulai dari 23.568 beasiswa hingga layanan kesehatan bagi 135.084 warga.
Farhan menyebut, dalam pendekatan yang lebih logis, penerima beasiswa negara seharusnya memiliki komitmen moral untuk kembali dan berkontribusi bagi Indonesia.
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) masih menghitung besaran dana beasiswa yang akan dikembalikan oleh alumni Arya Iwantoro, suami Dwi Sasetyaningtyas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved