Sabtu 28 Agustus 2021, 11:57 WIB

Animo Tinggi, Program Kampus Merdeka tidak Jalan di Tempat

Faustinus Nua | Humaniora
Animo Tinggi, Program Kampus Merdeka tidak Jalan di Tempat

Ilustrasi
Perguruan Tinggi

 

PANDEMI covid-19 memang berdampak pada sektor pendidikan. Tantangan baru yang belum pernah dihadapi itu sudah berlangsung lebih dari setahun dan belum diketahui kapan berakhir.

Meski di tengah kesulitan akibat pandemi, ternyata dunia pendidikan Tanah Air tidak serta merta meredup. Semangat dan antusiasme peserta didik, tenaga pendidikan hingga publik pada umumnya begitu besar dalam menyambut program-program kreatif dan adaptif dari pemerintah.

Salah satu program di sektor pendidikan yang disambut positif adalah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Animo mahasiswa begitu tinggi dalam menyukseskan program-program tersebut.

"Alhamdulillah, meski di tengah pandemi, program-program Kampus Merdeka tetap dapat berjalan dengan berbagai adaptasi. Tiga malam ini, setiap malam, saya melepas mahasiswa yang berangkat mengikuti program Indonesia International Student Mobility Award (IISMA), pertukaran mahasiswa internasional," kata Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Prof. Nizam, Sabtu (28/8).

Dia mengapresiasi semangat mahasiswa Indonesia yang mau menimba ilmu, menambah wawasan dan pengalaman mereka di luar negeri. Program Kampus Merdeka memang sejatinya memberi kesempatan sebesar-besarnya bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan diri mereka.

Untuk program IISMA, para mahasiswa diberangkatkan ke berbagai negara seperti ke Eropa, Amerika, dan sebagainya. Pemberangkatan dilakukan per tahap sampai pertengahan September. Mereka akan belajar di perguruan tinggi dunia selama 1 semester sampai akhir tahun.

Baca juga:  Gandeng Kampus Merdeka, eFishery Academy Bangun Ekosistem Akuakultur

Walau di tengah kekhawatiran akibat pandemi, puluhan ribu mahasiswa tetap mengikuti program-program Kampus Merdeka yang diselenggarakan secara nasional. Lebih banyak lagi yang mengikuti program-program Kampus Merdeka yang diselenggarakan oleh masing-masing perguruan tinggi.

Pada semester sebelumnya, secara nasional, lebih dari 30 ribu mahasiswa mengikuti program Kampus Merdeka. Lantas di semester yang tengah berjalan ini Kemendikbudristek melalui Ditjen Diktiristek menambah kuota dengan menyiapkan lebih dari 80 ribu kesempatan bagi para peserta.

"Mulai dari program pertukaran mahasiswa merdeka, international student mobility, magang bersertifikat, kampus mengajar, studi mandiri, kewirausahaan dan sebagainya," jelas Prof. Nizam.

Dengan animo yang begitu besar, Kemendikbudristek tetap memantau pelaksanaan program-program MBKM. Kementerian ingin memastikan agar ikhtiar dari program ini benar-benar tepar sasaran dan sesuai dengan visi Merdeka Belakar yang diusung.

Tujuan utama MBKM adalah untuk menghasilkan SDM unggul, profesional, kreatif, adaptif, kompetitif, produktif, dan berakhlak mulia dari perguruan tinggi. Lulusan perguruan tinggi diharapkan bisa lebih siap memasuki dunia kerja dan menciptakan lapangan kerja baru di masa mendatang.

"Kita selalu melakukan monitoring dan evaluasi untuk terus-menerus melakukan perbaikan secara berkelanjutan," tukasnya.(OL-5)

Baca Juga

Antara

33.041 Warga Manado Sembuh dari Covid-19

👤Ant 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 23:59 WIB
Steaven Dandel berharap warga terus menerapkan protokol kesehatan ketat sehingga bisa menekan angka...
Antara

Pesan Indonesia untuk Dunia Dituaikan dalam Batik Biota Laut di Dubai Expo

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 22:59 WIB
Batik dipilih sebagai objek pameran karena merupakan warisan budaya Indonesia yang telah diakui...
Ist

Dari Hasil Penelitian, Ada Perbedaan Nilai Perorangan dan Budaya Bangsa

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:18 WIB
Rektor Universitas Pancasila Prof. Dr. Edie Toet Hendratno mengtaakan hal ini mengindikasikan adanya ketidakselarasan antara...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya