Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG puncak kemarau, operasi pemadaman titik api mulai digencarkan di daerah-daerah rawan, seperti wilayah Sumatera Selatan, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Basar Manullang menyebut Sumatera Selatan sebagai salah satu provinsi rawan akan potensi terjadinya karhutla.
"Selain berbagai upaya-upaya pencegahan dilakukan, namun jika memang terjadi karhutla maka segera diupayakan pemadaman," kata Basar kepada Media Indonesia Selasa (17/8).
Dia menambahkan Manggala Agni bersama dengan para pihak terkait di lapangan bahu-membahu melakukan pemadaman karhutla, antara lain di wilayah Kab Ogan Ilir, Banyuasin, OKI, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Lahat, dan PALI.
"Selain dilakukan pemadaman darat juga dibantu pemadaman melalui udara dengan waterbombing," sebutnya.
Menurutnya, sekurangnya sebanyak 7 juta liter air telah ditumpahkan melalui waterbombing untuk membantu mengatasi karhutla di Sumatera Selatan. Apalagi operasi TMC di wilayah Provinsi Sumatera Selatan telah dilakukan pada periode 10–27 Juni 2021 yang berposko di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang.
Menurut BPPT, secara umum persentase penambahan curah hujan pada saat itu berkisar 48%–69% terhadap curah hujan alaminya.
Koordinasi dan sinergi teknis dalam rangka pengendalian karhutla di daerah dilakukan dalam Satgas Dalkarhutla Provinsi yang biasanya dikomandoi oleh kepala daerah atau pejabat setempat yang ditunjuk.
"Didalam satgas tersebut terdapat instansi/ lembaga baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat yang terkait dengan penanganan karhutla," paparnya.
Baca juga : BNPB Siapkan Sistem IT Hadapi Puncak Kemarau dan Awal Musim Hujan 2021
Brigade Dalkarhutla KLHK-Manggala Agni menjadi bagian yang turut berperan dalam Satgas Dalkarhutla tersebut. KLHK juga terus mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan provinsi-provinsi lainnya agar terus meningkatkan kesiapsiagaannya dalam menghadapi potensi karhutla di masing-masing wilayahnya.
Sementara itu, jika ditemukan terjadi karhutla, maka para petugas patroli akan segera melakukan upaya penanggulangan secara dini.
Apalagi pada periode ini juga dilakukan rekayasa cuaca melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
"Kemarin Senin (16/8) tim TMC kembali melakukan operasi di wilayah Provinsi Riau. Operasi ini adalah untuk kali ketiga pada tahun 2021 ini di wilayah Provinsi Riau," lanjutnya.
Selain Riau, TMC juga sudah dilakukan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan, Jambi dan Kalimantan Barat. Menurut Basar, TMC dilakukan untuk membasahi lahan gambut, mengisi kanal dan kolam retensi, sehingga diharapkan akan dapat menekan potensi terjadinya karhutla.
"Operasi TMC yang dilaksanakan adalah upaya sinergi antara KLHK, BNPB, BPPT, TNI AU, BMKG, BRGM dan Satgas Dalkarhutla Provinsi," pungkasnya.
KLHK juga terus mendorong pemerintah daerah rawan karhutla agar terus meningkatkan kesiapsiagaannya dalam menghadapi potensi karhutla di musim kemarau ini. (OL-7)
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved