Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
IBU hamil seyogianya tak ragu untuk melakukan vaksinasi untuk meminimalisasi terpaparnya virus covid-19. Dengan vaksinasi, ibu hamil dan kandungannya mendapatkan proteksi dan menekan kerentanan terpapar virus. Dus, vaksinasi bagi ibu hamil sejatinya aman dan perlu untuk dilakukan.
“Vaksinasi itu tidak perlu takut, karena risiko terpapar (ibu hamil) lebih tinggi dan membuat risiko keparahan ada. Itu membuat kita semakin berada dalam bahaya, jadi tolong segera vaksin, tidak perlu pilih-pilih, dengan sudah divaksin, minimal antibodi sudah terbentuk dan kalau pun terpapar itu tidak akan bergejala berat,” terang Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Cindy Rani dalam program Nunggu Sunset yang ditayangkan secara langsung di akun Instagram Media Indonesia, Jumat (13/8).
Kehamilan, kata Cindy, merupakan komorbid bagi ibu hamil. Hal itu menjadi dasar mengapa ibu hamil rentan terpapar virus. Belum lagi bila ibu hamil tersebut memiliki penyakit bawaan lain yang dapat memperburuk kondisi bila terpapar virus.
Karenanya, tak ada toleransi untuk menunda atau bahkan tak melakukan vaksin bagi ibu hamil. Kekhawatiran soal Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) juga mestinya tak menjadi dasar keengganan ibu hamil melakukan vaksinasi.
Sebab, kata Cindy, berbagai studi menunjukkan KIPI pada ibu hamil hampir serupa seperti yang dialami oleh perempuan yang tidak mengandung. Dengan kata lain, vaksinasi dipastikan aman bagi perempuan yang sedang mengandung.
“Lalu ada penelitian yang bilang vaksin itu hamil bagi ibu hamil dan kandungannya, KIPI itu bahanya demam ringan, nyeri daerah suntikan. Sedangkan efek proteksi lebih besar. Dari semuanya, KIPI tidak berbeda antara ibu hamil dan tidak, jadi dianggap aman,” jelasnya.
Bahkan, lanjut Cindy, sebuah studi menunjukkan, ibu hamil yang menggunakan vaksin mRNA dapat memberikan antibodi pasif kepada bayi melalui asi. “Jadi tidak usah takut, malah bagus untuk vaksin mRNA, antibodi yang dibentuk oleh ibu akan lewat asi, jadi antibodi itu ditransfer lewat asi. Perlu diingat bahwa semua jenis vaksin boleh untuk ibu hamil,” terang dia.
Cindy juga menyarankan agar vaksinasi ibu hamil dilakukan pada saat usia kandungan mencapai 12 hingga 33 minggu. Anjuran itu merujuk arahan dari organisasi profesi guna menghindari stigma negatif pada vaksin.
Sebab, bila usia kandungan berada di bawah 12 minggu, janin masih cukup rentan dan potensi untuk mengalami keguguran terbuka, baik divaksinasi atau pun tidak. “Karena pada saat awal dianggap masih rentan embrionya, misal terjadi keguguran, itu kan kemungkinannya tinggi, nanti dibilang karena vaksin. Padahal mungkin saja itu memang ada keguguran. Sehingga arahannya seperti itu,” terang dia.
Selain itu Cindy juga mengatakan, tak ada syarat tertentu bagi ibu hamil untuk melakukan vaksinasi. Mengonsumsi obat-obatan pereda deman sebelum melakukan vaksinasi juga sejatinya tak dianjurkan. Namun menurutnya, bila itu dirasa dapat meningkatkan keyakinan ibu hamil untuk melakukan vaksinasi, hal itu diperbolehkan. (OL-8)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
PEMERINTAH Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, masih menunggu instruksi Pemerintah Pusat untuk melakukan penanganan Covid-19.
KETUA Satgas covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Erlina Burhan, menyarankan masyarakat untuk tetap melaksanakan vaksinasi ke-4 atau booster ke-2.
Achmad menyebut bahwa pemberian uang jasa pelayanan medis Covid-19 tidak berpedoman pada aturan yang berlaku
Presiden Joko Widodo akan membubarkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 setelah pemerintah resmi mencabut status kedaruratan pandemi di Indonesia.
Kasus covid-19 di Indonesia bertambah 565 pada Minggu, 9 April 2023. Total kasus konfirmasi positif di Indonesia mencapai 6.751.168 orang.
Coba ingat-ingat lagi wajah orang terdekat kita yang telah tiada. Begitu pula deretan angka yang hingga kini masih terpampang di laman situs covid19.go.id. Mereka bukan statistik belaka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved