Sabtu 07 Agustus 2021, 13:30 WIB

Kemendikbudristek Minta Polisi Pertimbangkan Status Tersangka Mahasiswa Demo

Siswantini Suryandari | Humaniora
Kemendikbudristek Minta Polisi Pertimbangkan Status Tersangka Mahasiswa Demo

ANTARA FOTO/FB Anggoro
Foto ilustrasi : Sejumlah mahasiswi berunjuk rasa sambil mengenakan masker di saat pemberlakuan PPKM Mikro Kota Ambon, Maluku.

 

KEPALA Biro Hukum Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Dian Wahyuni menyambut baik permohonan maaf dari mahasiswa yang melakukan aksi demo Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 3 Mei 2021.

"Kami berharap penyidik Polda Metro Jaya dapat mempertimbangkan kemanfaatan hukum dalam penanganan perkara ini. karena seperti kita ketahui bahwa sebagian tersangka adalah mahasiswa dan pelajar yang merupakan generasi muda Indonesia," ujar Dian dalam keterangan secara virtual di Jakarta, Jumat (6/8).

Sebelumnya, polisi menetapkan sembilan mahasiswa dan aktivis buruh terkait demo Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Demo tersebut dilakukan di depan Kantor Kemendikbudristek. Mahasiswa yang ditetapkan sebagai tersangka di antaranya Ketua BEM FH UI, SY dan DNU dari Universitas Bung Karno.

baca juga: Kemendikbudristek

Aksi tersebut dilakukan pada bulan Ramadan di tengah kasus Covid-19 yang meningkat dan sedang diberlakukan PPKM. Mereka kemudian menyampaikan permintaan maaf pada 28 Juni 2021. Dian meminta polisi mempertimbangkan kembali karena sebagian besar dari tersangka tersebut adalah mahasiswa yang memiliki masa depan panjang dan perlu fokus dalam menuntaskan studinya.

Direktur Kemahasiswaan Universitas Indonesia, Tito Latif Indra, mengatakan pihaknya telah melakukan pendampingan penyelesaian kasus tersebut di Polda.

"Kami berharap dengan upaya yang sangat intensif yang dilakukan UI dan universitas lainnya, kasus ini dapat diselesaikan mengingat mahasiswa ini merupakan aset bangsa di kemudian hari. Mereka akan menggantikan kita, sehingga kami meminta agar mempertimbangkan kembali status tersangka pada mereka," kata Tito.

Salah satu mahasiswa yang ditetapkan sebagai tersangka, SY berharap pihak kepolisian segera menerbitkan Surat Perintah Pemberhentian Perkara (SP3) atas kasus tersangka pada unjuk rasa tersebut.

"Penetapan tersangka ini memiliki dampak bagi kami, karena pembelajaran kami terganggu akibat ponsel kami disita polisi. Kuliah kami menjadi ketinggalan karena sekarang dilangsungkan pendidikan jarak jauh," kata SY.

SY menambahkan bahwa kasus itu memberikannya banyak pelajaran yang bisa dipetik, yakni bagaimana perlu penyampaian pendapat dengan cara yang berbeda.

Mahasiswa lainnya, DNU, menuturkan pada awalnya mereka ingin menyampaikan keluh kesah mereka melalui aksi unjuk rasa secara damai dan tetap melakukan protokol kesehatan yang ketat. Namun, karena kondisi lapangan yang sangat dinamis sehingga terjadi miskomunikasi dan mengakibatkan beberapa pelanggaran.

Menurut DNU selama tiga bulan ditetapkan sebagai tersangka, para mahasiswa banyak kehilangan haknya untuk belajar.

"Pada masa pandemi ini, kita harus sesuai dengan perkembangan zaman yaitu digitalisasi, namun kami mohon maaf alat komunikasi kami disita sehingga kami tidak bisa belajar dengan optimal. Bahkan ada teman kami yang betul-betul tidak bisa belajar sama sekali karena semua data ada di situ," imbuh dia. (Ant/N-1)

 

Baca Juga

Ilustrasi

Gempa Guncang Selatan Jabar, BMKG Pastikan tak Berpotensi Tsunami

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 28 Januari 2022, 09:08 WIB
Episenter gempa terletak pada koordinat 8,81° LS ; 108,09° BT tepatnya di laut pada jarak 130 km arah selatan Pangandaran, Jawa...
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Sulawesi, Pusat Lokasi Penemuan Spesies Baru

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 28 Januari 2022, 08:47 WIB
Dari keseluruhan penemuan tersebut, hampir sebagian besar spesies baru yang ditemukan merupakan endemik flora dan fauna dari lokasi...
dok.ist

Ringankan Beban Mitra GRP Bagikan 5.500 Paket Sembako

👤mediaindonesia.comWika Salurkan Paket Sembako ke Jemaat HKBP Jatisampurna 🕔Jumat 28 Januari 2022, 07:43 WIB
KALI ini produsen baja nasional di Cikarang, Jawa Barat tersebut, memberikan bantuan sembako kepada sekitar 5.500 karyawan dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya