Kamis 05 Agustus 2021, 10:20 WIB

Penyerapan Anggaran Merdeka Belajar Baru Capai 28,53% di Semester I Tahun 2021

Faustinus Nua | Humaniora
Penyerapan Anggaran Merdeka Belajar Baru Capai 28,53% di Semester I Tahun 2021

ANTARA/ Aprillio Akbar
PROGRAM MERDEKA BELAJAR: Pelajar mengamati Globe di Perpustakaan Nasional, Jakarta. Program ini diharapkan bisa peningkatan mutu SDM.

 

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp56,2 triliun untuk program Merdeka Belajar di 2021. Dari total anggaran anggaran tersebut kurang lebih Rp16 triliun atau 28,53% sudah terserap di semester I tahun 2021.

"Realisasi di bulan Juli 2021 adalah sebesar Rp16.048.294.356.000 atau setara dengan 28,53% dari total alokasi," ungkap Plt. Kepala Biro Kera sama dan hubungan Masyarakat Kemendikbudristek, Hendarman kepada Media Indonesia, Kamis (5/8).

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, total alokasi anggaran tahun ini bertambah sekitar Rp20,8 triliun. Di tahun 2020 alokasi anggaran program Merdeka Belajar adalah sebesar Rp35.4 triliun. Dan tercatat realisasi pada 2020 mencapai 90,54% atau sejumlah Rp32,1 triliun.

Hendarman mengungkapkan bahwa sejak 2020, Kemendikbudristek telah meluncurkan 11 episode Merdeka Belajar. Kesebelas episode itu mencakup kebijakan untuk jenjang pendidikan PAUD, pendidikan dasar dan menengah, sampai perguruan tinggi. Selain itu, kementerian juga berfokus pada program-program peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

"Dan saat ini, kami tengah mempersiapkan peluncuran episode Merdeka Belajar kedua belas yang berkenaan dengan program dari Direktorat Jenderal Kebudayaan," imbuhnya. Hendarman membeberkan sejumlah capaian dari program tersebut. Merdeka Belajar sejauh ini bisa meningkatan kualitas dan kapasitas satuan pendidikan sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih bermutu.

Peningkatan itu melalui revitalisasi, peningkatan kapasitas, dan pembangunan, perluasan dana BOS untuk sekolah swasta, penetapan besaran dana berdasarkan angka kemahalan, dan relaksasi pembelanjaannya. Begitu pula dengan distribusi alat-alat TIK untuk mendukung pembelajaran.

Kemudian, program Sekolah Penggerak dan SMK Pusat Keunggulan. Adapula, pembangunan SDM pendidikan melalui transformasi pada pedagogi, kurikulum dan asesmen, pengembangan program dan platform pendidikan guru, dukungan biaya pendidikan berupa beasiswa serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan ekosistem pendidikan melalui program Organisasi Penggerak.

"Sementara itu, di bidang kebudayaan, kami mengakselerasi perkembangan kebudayaan melalui pengarusutamaan kemajuan kebudayaan, serta dukungan beasiswa untuk seniman dan pelaku budaya," tuturnya.

Lebih lanjut, implementasi Merdeka Belajar juga mendukung sektor pendidikan yang terdampak pandemi Covid-19. Kemendikbudristek telah meluncurkan sejumlah kebijakan dan memberikan bantuan serta dukungan untuk membantu pelajar, pendidik, dan orang tua melakukan pembelajaran di masa pandemi.

Kebijakan tersebut antara lain penerapan kurikulum darurat sehingga murid tidak terbebani dengan target pencapaian pembelajaran, penghapusan Ujian Nasional, dan perluasan dana BOS afirmasi dan kinerja untuk sekolah swasta dan relaksasi pembelanjaannya.

Bantuan dan dukungan yang diberikan meliputi bantuan kuota data internet untuk pelajar, mahasiswa, guru, dan dosen, bantuan UKT, subsidi upah untuk guru non-PNS, bantuan untuk Paud Dasmen dan pelaku seni budaya, dukungan kepada 30 rumah sakit pendidikan untuk penanganan covid-19, distribusi modul pembelajaran bagi murid yang tinggal di daerah yang sulit untuk melakukan PJJ, dan mengirimkan puluhan ribu mahasiswa dalam program Kampus Mengajar untuk membantu proses pembelajaran di SD dan SMP yang membutuhkan dukungan.

Adapun bantuan kuota data internet dan bantuan UKT dilanjutkan untuk pelaksanaan pendidikan di tahun ini. Mengingat situasi pandemi yang sulit untuk dipastikan.

Selama pandemi, Kemendikbudristek juga terus meluncurkan episode-episode Merdeka Belajar, menggelar Festival Kampus Merdeka, mengoptimalkan pemanfaatan platform pendidikan untuk pembelajaran dari rumah dan peningkatan kapasitas guru, serta tetap menjalankan program-program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.

"Oleh karena itu, secara umum, pandemi tidak terlalu memberikan pengaruh pada implementasi Merdeka Belajar. Momentum ini juga pada akhirnya menuntut kami untuk semakin berinovasi dengan teknologi dalam memberikan layanan kepada masyarakat," kata dia.

Ke depan, imbuhnya, Kemendikbudristek selalu berupaya mendengarkan aspirasi masyarakat khususnya terkait implementasi Merdeka Belajar. Aspirasi tersebut menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas rancangan dan pelaksanaan program. "Kami mengharapkan transformasi pada persepsi masyarakat Indonesia tentang proses belajar. Yakni bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, dari siapa saja, dan tidak mengenal batas usia atau pekerjaan," tandasnya.(H-1)

Baca Juga

Dok. pribadi

Pakar : Asal Tidak Berlebihan, MSG Aman Dikonsumsi 

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 23:38 WIB
"Melalui peraturan no.23 MSG dinyatakan aman dikonsumsi sebagai bahan penguat rasa, dengan penggunaan secukupnya dan tidak...
Antara/Akbar Nugorho Gumay

Sandiaga Dorong Kolaborasi dengan UT untuk Tingkatkan Sektor Pariwisata 

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 23:18 WIB
"Saya ingin mengajak UT untuk meningkatkan kecakapan dan kompetensi para pekerja di sektor pariwisata, ekonomi dan kreatif dalam...
Dok. Pahamifi

Gelar Parents Week 2021, Pahamify Dampingi Orang Tua Maksimalkan Potensi Anak di Masa Pandemi 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 02 Desember 2021, 23:01 WIB
Sebanyak 44,4% ibu dan 38,5% ayah menghabiskan lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan anak-anak mereka dibandingkan dengan sebelum...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya