Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH orang yang terkena banjir di seluruh dunia telah melonjak hampir seperempat populasi selama dua dekade terakhir. Ini menurut data berbasis satelit yang menunjukkan tambahan 86 juta orang sekarang tinggal di daerah rawan banjir.
Banjir sejauh ini merupakan peristiwa cuaca ekstrem yang paling umum. Ini ditandai pola hujan yang lebih sering dan kuat karena dipicu oleh perubahan iklim.
Genangan yang mematikan, seperti baru-baru ini di India, Tiongkok, Jerman, dan Belgia menimbulkan kerugian miliaran dolar AS. Sering kali musibah ini memengaruhi kelompok masyarakat yang lebih miskin.
Sebagian besar peta banjir bergantung pada pemodelan berdasarkan pengamatan di permukaan tanah seperti curah hujan dan ketinggian. Akan tetapi peta tersebut sering kali melewatkan wilayah yang secara historis tidak rawan banjir.
Untuk mengisi kesenjangan tersebut, tim peneliti yang berbasis di AS memeriksa data satelit dari pencitraan dua kali sehari lebih dari 900 peristiwa banjir di 169 negara sejak 2000. Mereka menggunakan data tersebut untuk membuat Basis Data Banjir Global yang menyediakan informasi sumber terbuka tentang jumlah korban tewas, perpindahan, dan tingkat curah hujan tiap negara dari total 913 banjir.
Menulis di jurnal Nature, para peneliti menemukan bahwa hingga 86 juta orang, didorong oleh kebutuhan ekonomi, pindah ke daerah banjir yang diketahui antara tahun 2000-2015 atau ada peningkatan 24%. Sebanyak 2,23 juta kilometer persegi mengalami banjir antara 2000 dan 2018 serta memengaruhi hingga 290 juta orang.
Musibah itu hanya akan menjadi lebih buruk. Pemodelan komputer menghasilkan perkiraan bahwa perubahan iklim dan pergeseran demografi akan menambah 25 negara lagi untuk menghadapi risiko tinggi banjir pada 2030.
Penulis utama studi, Beth Tellman, seorang peneliti di Institut Bumi Universitas Columbia dan salah satu pendiri perusahaan analisis banjir Cloud to Street, mengatakan kepada AFP bahwa penambahan jumlah orang yang berisiko terkena banjir kini 10 kali lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
"Kami mampu memetakan banjir yang sering tidak terpetakan atau biasanya tidak terwakili dalam model banjir, seperti banjir es yang mencair atau jebolnya bendungan," kata Tellman. "Jebolnya bendungan sangat berdampak. Dalam 13 peristiwa luapan bendungan atau jebolnya bendungan sekitar 13 juta orang terkena dampaknya."
Baca juga: Banjir Landa Kamp Rohingya Bangladesh, Ribuan Pengungsi Terdampak
Mayoritas negara rawan banjir berada di Asia Selatan dan Tenggara. Namun data satelit menunjukkan peningkatan paparan yang sebelumnya tidak teridentifikasi di seluruh Amerika Latin dan Timur Tengah. (OL-14)
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Komandan Shenzhou 21, Zhang Lu, baru saja mengukir sejarah sebagai astronaut Tiongkok dengan aktivitas luar kendaraan (EVA) terbanyak. Simak detail misinya!
Kuba hadapi krisis energi terburuk akibat blokade minyak AS. Tiongkok gerak cepat pasok teknologi solar sebagai tandingan dominasi geopolitik Donald Trump.
Angkatan Laut AS memensiunkan kapal penyapu ranjau di tengah ancaman Iran di Selat Hormuz. Simak perbandingan kekuatan maritim AS vs Tiongkok di sini.
Iran intensifkan GPS spoofing menggunakan teknologi Beidou Tiongkok. Simak dampaknya bagi penerbangan militer AS dan Israel.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved