Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI Juli 2021, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan bahwa 72% wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Adapun, wilayah tersebut ialah sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
"Di Sumatra, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara rata-rata memiliki hari tanpa hujan. Umumnya tidak hujan dalam waktu 6 hingga 30 hari terakhir," kata Prakirawan BMKG Adinda Dara Vahada dikutip dari laman BMKG, Minggu (31/7).
Sekitar 28% wilayah lain masih mengalami musim hujan. Wilayah tersebut ialah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Mengingat banyaknya wilayah yang sudah memasuki musim kemarau, BMKG memperingatkan ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah dalam sepekan ke depan. Wilayah yang perlu waspada yakni Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung. Di wilayah Kalimantan yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
Baca juga: Hotspot Karhutla Tahun 2021 Menurun 32,14%
"Dalam sepekan ke depan, kemungkinan terjadi karhutla makin meningkat. Bencana tersebut terjadi di tiap kemarau dan daerah yang banyak memiliki lahan gambut," bebernya. Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada dan memantau kondisi cuaca serta potensi kebakaran hutan di website BMKG agar bisa melakukan antisipasi sedini mungkin. (OL-14)
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Petugas Damkar Jakarta Utara padamkan kebakaran bak air PAM Jaya di Pluit akibat pengelasan filter air. Api berhasil dikendalikan dalam 30 menit.
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Petugas pemadam kebakaran menunjukkan respons yang cukup impresif dengan tiba di lokasi kejadian hanya enam menit setelah laporan diterima, yakni pukul 21.31 WIB.
Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Pedongkelan Belakang, RT 03/RW 14, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (31/1) dini hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved