Rabu 28 Juli 2021, 23:18 WIB

Rektor Atma Jaya: Penyerapan Anggaran COVID-19 Harus Ditingkatkan

Mediaindonesia.com | Humaniora
Rektor Atma Jaya: Penyerapan Anggaran COVID-19 Harus Ditingkatkan

Medcom.id/Citra Larasati
Rektor Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya Jakarta, Agustinus Prasetyantoko

 

Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Dr. Agustinus Prasetyantoko menyatakan bahwa kemampuan pemerintah Indonesia untuk menyerap anggaran COVID-19 harus ditingkatkan.

“Baru dieksekusi sekitar 37 persen dari total anggaran yang diberikan,” kata Agustinus Prasetyantoko di seminar dalam jaringan (daring) bertema Komitmen Demokrasi Sebagai Jalan Menuju Kesejahteraan, Rabu (28/7).

Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada 21 Juli 2021, mengumumkan penambahan anggaran sektor perlindungan sosial sebesar Rp55,21 triliun, sehingga anggaran menjadi sebesar Rp187,8 triliun sebagai bantuan pemerintah untuk masyarakat yang terdampak oleh perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Peningkatan dana perlindungan sosial juga diiringi dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) yang mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial.

Melalui dinamika tersebut, Prasetyantoko menyatakan bahwa pemerintah harus meningkatkan kemampuan mengeksekusi anggaran untuk menjamin kesejahteraan masyarakat.

“Setelah pandemi, agendanya menjadi jelas tentang apa saja yang perlu ditingkatkan,” kata Rektor Unika Atma Jaya tersebut.

Ia mempercayai bahwa pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus ditopang dengan satu kelembagaan yang kokoh. Kemampuan eksekusi anggaran pun dapat dibenahi apabila sistem kelembagaan di Indonesia disempurnakan.

“Termasuk sistem politik sekali pun, harus diidentifikasikan permasalahannya,” katanya.

Di sisi lain, Prasetyantoko juga menekankan potensi yang dimiliki oleh Indonesia apabila berhasil bertahan dan mengatasi pandemi COVID-19 dengan baik. Potensi tersebut diyakini akan mengantar Indonesia untuk masuk ke fase ekonomi selanjutnya.

“Indonesia sekarang bergulat dengan pandemi, lalu (akan) keluar dari pandemi dan bertransformasi. Ini yang harus dirumuskan,” ucap Prasetyantoko memaparkan.

Pada fase transformasi ekonomi, Indonesia diharapkan dapat memiliki sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang baru dan didukung oleh pendekatan-pendekatan baru.

“Ini sebuah peluang yang harus diakselerasi dengan teknologi dan harus diidentifikasi sejak awal,” katanya.

Adapun yang dimaksud dengan identifikasi ialah untuk mengetahui wilayah-wilayah apa yang dapat dikembangkan menggunakan teknologi dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam perkembangannya.

“Sehingga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutur Prasetyantoko. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Ist

Dari Hasil Penelitian, Ada Perbedaan Nilai Perorangan dan Budaya Bangsa

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:18 WIB
Rektor Universitas Pancasila Prof. Dr. Edie Toet Hendratno mengtaakan hal ini mengindikasikan adanya ketidakselarasan antara...
MI/ Abdillah M Marzuqi

BPJPH Pantau Ekosistem Industri Halal

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:00 WIB
BPJPH berupaya meningkatkan layanan jaminan produk halal dengan upaya proaktif, kreatif, dan...
DOK Sinar Mas Land.

BBQ 2021: Ratusan Anak Berlomba Membaca Al-Qur'an secara Virtual

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 18:35 WIB
Dalam penyelenggaraannya, Sinar Mas Land melalui YMSML bekerja sama dengan Yayasan Mama Papa mengajak para peserta membaca Al-Qur'an...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya