Selasa 27 Juli 2021, 09:09 WIB

Menko PMK Sebut Kebutuhan Oksigen Medis di Kaltim Sangat Mendesak

Atalya Puspa | Humaniora
Menko PMK Sebut Kebutuhan Oksigen Medis di Kaltim Sangat Mendesak

ANTARA FOTO/Jessica
Ilustrasi pengisian tabung oksigen

 

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut kebutuhan oksigen medis dalam masa pandemi covid-19 dan PPKM di Provinsi Kalimantan Timur sudah sangat mendesak.

Muhadjir mendapatkan laporan, kebutuhan oksigen medis di Kalimantan mencapai 65 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 ton masih defisit belum dapat terpenuhi. Hal itu, katanya, dikarenakan Kalimantan hanya ada tiga produsen oksigen.

"Karena itu dari pihak produsen juga sudah berusaha mendatangkan oksigen dari luar daerah. Terutama dari pulau Sulawesi, yaitu di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara," ujar Muhadjir dalam keterangan resmi, Selasa (27/7).

Lebih lanjut, Muhadjir menjelaskan ketersediaan tabung oksigen di Kalimantan Timur juga menjadi permasalahan. Dia mengatakan, ketersediaan tabung oksigen di Kalimantan Timur sudah semakin menipis.

"Sekarang mendesak adalah kebutuhan tabung oksigen, terutama yang 6 meter kubik karena itu sangat dibutuhkan masyarakat dan RS yang tangki oksigen liquidnya sangat berkurang," ucapnya.

Menko Muhadjir mengimbau perusahaan-perusahaan besar yang ada di Kalimantan Timur dan sekitarnya agar dapat membantu memenuhi kebutuhan oksigen sebagai program Corporate Social Responsibility (CSR).

Baca juga: Menko PMK Imbau Perusahaan Pinjamkan Tabung Oksigen untuk Pasien Covid-19

Dia menerangkan, perusahaan-perusahaan dapat meminjamkan tabung-tabung oksigen yang tidak dimanfaatkan kepada pabrik-pabrik dan filling station oksigen yang ada di Kalimantan Timur.

"Saya sangat mengapresiasi ada beberapa perusahaan yang juga sudah meminjamkan tabungnya. Ada PT Pupuk Kaltim, PT Kaltim Methanol. Saya mohon semuanya ikut berpartisipasi pinjamkam saja tabung karena ini betul-betul sangat dibutuhkan," terangnya.

Selain itu, akan lebih baik lagi jika perusahaan-perusahaan besar memberikan sumbangan oksigen kepada RS dan masyarakat dari produsen luar wilayah Kalimantan Timur untuk menambah pasokan oksigen dan tidak membebani pasokan yang ada.

"Kalau perusahaan ingin memberikan sumbangan oksigen kepada masyarakat dan RS supaya jangan mengambil di produsen Kalimantan Timur. Diusahakan diambil dari luar," ucapnya.

Muhadjir juga mengimbau masyarakat yang memiliki cadangan tabung oksigen untuk bisa bergotong royong membantu sesama warga yang membutuhkan oksigen.

"Kalau belum digunakan dan ada tetangga warga sebelahnya yang lebih membutuhkan supaya dipinjamkan dulu," tutur dia.

"Saya kira kalau masyarakat, pihak swasta ikut bersama-sama membantu saya kira kebutuhan yang sangat mendesak ini akan terpenuhi khususnya di Kalimantan Timur dan sekitarnya," pungkas Muhadjir.(OL-5)

Baca Juga

MI/Wandari Putri

Dulu Ditakuti, Kini Disegani

👤MI 🕔Jumat 03 Desember 2021, 06:20 WIB
DI teras bengkelnya, Indra memamerkan beberapa kaki palsu buatannya, termasuk kaki yang selalu ia gunakan untuk...
MI/Wandari Putri

Tumpuan Hidup di Kaki Palsu

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Jumat 03 Desember 2021, 06:00 WIB
TANGAN kekar bertato milik Indra Sumedi, 48, cekatan membuka laci meja pendek berwarna hitam yang ditempatkan di teras...
Dok. pribadi

Pakar : Asal Tidak Berlebihan, MSG Aman Dikonsumsi 

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 23:38 WIB
"Melalui peraturan no.23 MSG dinyatakan aman dikonsumsi sebagai bahan penguat rasa, dengan penggunaan secukupnya dan tidak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya