Senin 26 Juli 2021, 13:58 WIB

Erick Thohir Pastikan Ketersediaan obat Covid-19 Hingga September

Mediaindonesia | Humaniora
Erick Thohir Pastikan Ketersediaan obat Covid-19 Hingga September

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Menteri BUMN Erick Thohir

 

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan ketersediaan obat COVID-19 produksi dalam negeri hingga September 2021.

"Untuk obat-obatan, sampai September, karena kita proyeksi dua bulan ke depan, kita fokus ke apotek yang dikelola BUMN, order dari Kementerian Kesehatan, keperluan 'holding' RS BUMN dan paket dua juta yang BUMN suplai ke TNI untuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)," kata Erick Thohir dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin.

Erick Thohir menyampaikan hal tersebut seusai menghadiri rapat terbatas mengenai Pinjaman Kredit Usaha Rakyat Pertanian yang dipimpin Presiden Joko Widodo.

"Suplai itu di luar apotek dan RS swasta, karena sebagai catatan yang produksi obat oseltamivir tidak hanya dari kami BUMN oleh Indofarma, tapi juga banyak dari perusahaan swasta seperti Amarox, Etana, Biotik, Kalbe Farma, Roche, dan Sampharindo," ucap Erick.

Sedangkan Azithromycin juga banyak perusahaan yang memproduksi, seperti Hexpharm Jaya, Bernofarm dan lainnya. "Jadi, yang kami fokuskan ke Kemenkes, kebutuhan apotek BUMN, RS BUMN dan (paket bantuan obat) yang dua juta," katanya.

Erick menyampaikan angka ketersediaan obat per 31 Juli 2021.

Azithromycin 980 ribu
Zinc 1,2 juta
Paracetamol 2,3 juta
Vitamin C 7,6 juta
Vitamin D 1,6 juta
Oseltamivir 7,7 juta
Favipiravir 4 juta
Avicov 1,5 juta

"Agustus terus kita lanjutkan, jadi secara produksi akan terus kita tingkatkan, bagaimana kita jaga di lapangan," ujarnya.

Baca juga: Menteri BUMN Jamin Stok Obat Perawatan Covid-19 Aman

Erick juga membuat mekanisme untuk mencegah penimbunan obat di lapangan. "Kita perketat juga, sehingga tidak ada penimbunan saat beli, kita kuotakan dan sesuai resep dokter, karena kita takut ada 'loop hole', tentu kita tidak menyalahkan siapa-siapa, misalnya tiba-tiba ada satu orang bisa beli dalam jumlah besar, itu kita jaga agar di apotek atau sesuai dengan kebutuhan rumah sakit atau Kemenkes," tambah Erick.

Target produksi obat-obat COVID-19 untuk September 2021 menurut Erick Thohir yaitu:

Azithromycin 13 juta
Zinc sekitar 15 juta
Paracetamol 30 juta
Vitamin C 77 juta
Ambroxol 26 juta
Vitamin D3 20 juta
Oseltamivir 32 juta
Favipiravir 83 juta

"Kita sekarang secara produksi 'in line', bahan baku juga terkontrol, tapi ini yang saya sampaikan angka-angka yang diproduksi BUMN, di luar (produksi obat) swasta," ungkap Erick.

Sedangkan terkait dengan vaksin gotong royong yang dikerjakan oleh KADIN, menurut Erick, sudah tersedia 5,5 juta dosis.

"2,6 juta masih menunggu rilis BPOM, sedangkan 2,9 juta sudah dirilis, dan yang sudah kita distribusikan 1,92 juta untuk vaksin gotong royong. Alhamduilah lancar dan memakai merek Sinopharm, jadi kita tidak pakai merek-merek yang program vaksin pemerintah atau COVAX/GAVI atau yang di luar 500 ribu sumbangan (dari negara sahabat)," ungkap Erick.(OL-4)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Epidemiolog UI: Penurunan Kasus Aktif Bukti Vaksin Covid-19 Efektif

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 20:32 WIB
Penurunan kasus aktif di Tanah Air menjadi bukti semua vaksin covid-19 yang digunakan Pemerintah Indonesia efektif dan aman digunakan...
Ilustrasi

Kemenkes Jajaki 3 Obat yang Dianggap Bisa Atasi Pandemi

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 18 Oktober 2021, 20:08 WIB
Obat-obat tersebut yakni Molnupiravir dari Merck, AT-527 dari Roche and Athea Pharmaceutical, dan Proxalutamide dari Suzhou Kintor...
Antara

Akhir Tahun, 80% Warga RI Ditargetkan Sudah Divaksin Covid-19 

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 18 Oktober 2021, 19:49 WIB
Kemenkes mengungkapkan per 18 Oktober 2021, Indonesia sudah mencapai 172 juta suntikan vaksin covid-19 atau hampir 52% dari target...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya