Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH daerah (pemda) diminta untuk melakukan percepatan cakupan vaksinasi Covid-19. Di sisi lain, ada kendala yang dihadapi yakni kurangnya tenaga vaksinator pemda. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Mochamad Ardian Noervianto, dalam konferensi pers, Senin (19/7).
"Kami sudah koordinasi dengan beberapa kepala daerah dan ketua asosiasi pemerintah kabupaten dan ketua asosiasi pemerintah kabuoaten kota. Secara prinsip pemda siap melaksanakan vaksinasi dengan nakes yang ada. Namun hal yang jadi pertanyaan kepala daerah, berapa nakes dan ketersediaannya. Itu hal yang perlu menjadi perhatian bersama," papar Ardian.
Lebih lanjut ia menyampaikan kurangnya tenaga vaksinator perlu mendapatkan perhatian bersama terutama Kementerian Kesehatan. Disampaikannya, pemerintah masih menyusun rencana perlibatan tenaga vaksinator dari TNI dan Polri untuk percepatan pemberian vaksinasi di daerah.
Baca juga: Pemerintah Menerima Bantuan 7 Iso Tank dan 1.000 Tabung Oksigen
Terkait rencana itu, sambung Ardian, masih dirumuskan bersama oleh Menteri Keuangan, Panglima TNI, dan Kapolri serta Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
Ia juga menjelaskan, terhadap upaya percepatan tersebut, untuk pembayaran bagi tenaga vaksinator dari TNI dan Polri, rencananya akan diambil dari dana alokasi umum yang ditransfer pemerintah pusat pada pemda. Kemudian, akan dihitung jumlah dana alokasi umum yang akan dipotong (intercept).
"Sampai saat ini masih dihitung dan menunggu usulan dari Kapolri dan Panglima TNI termasuk kepala BKN berapa vaksinator dan mana saja yang bisa dilibatkan. Jadi dibayarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD) dahulu, baru dipotong dari dana alokasi umum untuk pemda," tukas Ardian. (OL-4)
PAPDI mengungkapkan 8% kasus campak di Indonesia menyerang orang dewasa. Simak penyebab penurunan kekebalan dan pentingnya vaksinasi dewasa.
Sistem imun yang kokoh merupakan ujung tombak melawan infeksi. Setiap saat, beragam mikroba berpeluang menginvasi.
Calon Jemaah haji wajib lengkapi vaksin dan jaga istirahat. Ahli ingatkan risiko penyakit meningkat jika dua hal ini diabaikan selama ibadah di Tanah Suci.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Kemenkes ingatkan potensi penularan campak saat mudik Lebaran. Simak imbauan vaksinasi dan tips cegah penularan campak saat berlibur bersama keluarga!
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved