Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KENAIKAN kasus covid-19 yang masih terus terjadi menyebabkan lonjakan kebutuhan oksigen secara nasional. Komoditas tersebut diperlukan untuk membantu proses penyembuhan pasien, baik yang berada di rumah sakit maupun di tempat-tempat isolasi.
Berbagai upaya pun dilakukan pemerintah demi memastikan ketersediaan oksigen aman hingga beberapa bulan ke depan.
Salah satunya, dengan mendorong industri gas meningkatkan kapasitas produksi mereka.
Baca juga: Nasdem Sambut Baik Obat Gratis untuk Pasien Covid-19 yang Lakukan Isoman
"Pemerintah terus bekerja keras memenuhi kebutuhan oksigen secara nasional dan kita telah bekerja sama dengan industri-industri di dalam negeri untuk mengamankan pasokan dan distribusi oksigen medis yang dibutuhkan masyarakat sehingga kebutuhan oksigen secara nasional bisa terpenuhi," ujar Jokowi seusai meninjau PT Aneka Gas Industri di kawasan Pulo Gadung, Jakarta, Jumat (16/7).
Presiden sangat mengapresiasi upaya PT Aneka Gas Industri yang telah bekerja maksimal memenuhi kebutuhan oksigen medis dengan terus menambah kapasitas produksi. Kinerja tersebut sangat membantu suplai oksigen nasional.
Pabrik di Pulo Gadung merupakan salah satu dari tiga pabrik Aneka Gas Industri yang berada di wilayah Jawa bagian barat yang memproduksi oksigen, nitrogen, dan argon.
Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 110 ton per hari. Adapun, pabrik yang berada di Cikande memiliki kapasitas produksi 250 ton per hari, dan pabrik di Cibitung memiliki kapasitas produksi 100 ton per hari.
Dengan demikian, total kapasitas produksi korporasi mencapai 460 ton per hari untuk Jawa bagian barat.
Secara total, kapasitas produksi di seluruh Indonesia mencapai kurang lebih 1.000 ton per hari.
Presiden Direktur PT Aneka Gas Industri Rachmat Harsono mengatakan pihaknya langsung bereaksi begitu melihat stok oksigen yang semakin menipis di tengah pandemi Covid-19.
"Dengan dibantu Kementerian Perindustrian, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Kementerian Kesehatan, kami mengonversi hampir 90% produk oksigen yang biasanya digunakan untuk industri menjadi oksigen untuk medis," jelas Rachmat
Jika seluruh produsen oksigen di Tanah Air memaksimalkan usaha mengonversi oksigen untuk kebutuhan medis, kebutuhan akan oksigen yang sedang meningkat akan bisa dipenuhi. Di Indonesia sendiri ada empat produsen oksigen lainnya selain PT Aneka Gas Industri.
"Kalau kita all out, semua dikonversi untuk medis, menurut saya masih cukup. Dengan catatan semua berusaha untuk memaksimalkan produksi karena air separation plant itu tidak bisa dilipatgandakan produksinya, tapi bisa diubah model operasinya. Artinya, dimaksimalkan produksi oksigen. Kalau menurut Pak Menteri Kesehatan kira-kira kebutuhan pada saat peak itu adalah 2.200 ton per hari, itu masih mencukupi," tandasnya. (OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Sejak jutaan tahun lalu, rotasi Bumi terus mengalami perlambatan. Perlambatan ini terjadi akibat tarikan gravitasi Bulan yang menciptakan gaya pasang surut, berfungsi seperti rem alami.
Atmosfer Bumi tidak selalu kaya oksigen seperti saat ini. Sekitar 3 miliar tahun lalu, hampir tidak ada oksigen bebas di udara.
Keterlambatan penanganan penyakit pneumonia pada bayi bisa menyebabkan bayi kekurangan oksigen dalam waktu lama dan kondisi ini mempengaruhi perkembangan otaknya.
Hasil interaksi radiasi dengan es, seperti yang ditemukan di Europa atau Ganymede (bulan Jupiter), yang menghasilkan sedikit oksigen di permukaan, tetapi tidak membentuk atmosfer layak huni.
Bukti geologi menunjukkan bahwa sekitar 2,4 miliar tahun yang lalu, Bumi mulai mengalami peningkatan kadar oksigen di atmosfer.
Selama miliaran tahun pertama, atmosfer di Bumi hampir tanpa oksigen. Padahal, makhluk penghasil oksigen telah hidup di lautan purba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved