Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim melihat bahwa perubahan iklim akan menjadi masalah serius bagi Indonesia di masa mendatang selain pandemi yang terjadi saat ini. Lantas, dia mengajak mahasiswa untuk lebih peduli dan berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim.
"Mungkin yang lebih serius lagi dari pandemi adalah bagaimana kita memitigasi perubahan iklim. Perubahan iklim dunia dan Indonesia akan kena getahnya sangat parah," ujarnya dalam acara Kelulusan Bangkit 2021, Kamis (15/7).
Menurutnya, Indonesia adalah negara maritim yang tidak bisa terlepas dari berbagai macam perubahan iklim. Kemudian sektor agrikultur pun menjadi ketahanan pangan serta laut menjadi sumber kekayaan yang rentan terhadap perubahan iklim global.
Permasalahan iklim, lajutnya, memang multi aspek. Dan mahasiswa seharusnya bisa memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengatasu masalah mulai dari mengganti fosil fuel ke renewable energy, solar hibdro power, nuklir, biodiversity dan lainnya.
"Jadi konsep climate change ini multidimensi, multi dusiplin gitu. Dan kita membutuhkan sekali pemikiran-pemikiran di bidang ini karena akan banyak sekali dampak ke anda generasi muda dan anak-anak kita," jelasnya.
Selain itu, Nadiem juga meminta anak-anak muda untuk menaruh perhatian besar pada kesehatan dan digitalisasi. Area itu menjadi tantangan bagi Indonesia untuk bisa mencapai visi negara maju.
"Jangan cuma teknologi mendisrupsi kita, tapi teknologi bisa mendisrupsi permaslahan yang ada di kita," kata dia.
Meski demikian, Nadiem menyampaikan bahwa mahasiswa harus tetap diberi kemerdekaan berpikir dan berkreasi. Generasi muda akan mencapai kesuksesan bila mereka mengembangkan apa yang sesuai dengan bakat, minat dan suara hati mereka.(van/OL-09)
Kehidupan masyarakat pesisir di Karimunjawa mengalami perubahan karena dampak dari perubahan iklim yang terus menerus.
PERWAKILAN Perempuan Nelayan Sumatra Utara, Jumiati, mengungkapkan perubahan iklim membuat cuaca sulit diprediksi. Itu berdampak pada banyaknya nelayan di kampungnya kesulitan melaut.
Studi terbaru mengungkap tanaman tropis mengalami pergeseran waktu berbunga hingga 80 hari. Fenomena ini mengancam rantai makanan dan kelangsungan hidup hewan.
Peneliti terkejut menemukan Gletser Hektoria di Antartika kehilangan separuh wilayahnya dalam waktu singkat. Simak penyebab "gempa gletser" dan ancaman kenaikan permukaan laut.
Peneliti ETH Zurich temukan emisi gas rumah kaca dari danau hitam Kongo berasal dari gambut purba ribuan tahun.
Peneliti menemukan pola kadar garam (salinitas) di Pasifik Barat saat musim semi dapat memperkuat intensitas El Niño hingga 20%.
Setibanya di Bandara Presidential Flight pukul 18.00 waktu setempat, kehadiran Presiden langsung disambut hangat oleh perwakilan warga Indonesia yang bermukim di sana.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
PENGUATAN ideologi negara bukan lagi sekadar wacana akademis, melainkan faktor kunci keberhasilan transformasi menuju Indonesia. Pancasila
Kegiatan aksi bersih pantai di Kuta, Bali ini diikuti oleh sedikitnya 80 mahasiswa Melanesia yang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Bali.
Intimidasi tersebut merupakan bentuk nyata dari praktik pembungkaman terhadap daya kritis mahasiswa.
Bagi Muhammad Abdurrahman Azzam, masa kuliah justru menjadi pintu masuk untuk terlibat langsung dalam penguatan ekonomi masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved