Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEIRING dengan tingginya kasus Covid-19 di Indonesia menyebabkan tingginya pemintaan plasma konvalesen sebagai upaya pengobatan bagi para penyintas korona. Namun, stok plasma konvalesen yang kosong dan sulitnya mencari pendonor menjadi kendala.
Dalam menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati meminta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) membentuk pengelolaan plasma konvalesen agar satu pintu.
"Guna menyamakan semua standar penggunaan plasma konvalesen beserta distribusinya," katanya dilansir dari laman DPR.
Saat Rapat Kerja Virtual dengan Kemenkes, Senin (5/7), Kurniasih mengatakan, ia menemukan laporan perbedaan prosedur donor plasma konvalesen yang cukup membingungkan masyarakat.
"SOP-nya berbeda-beda. Ada yang mengatakan tiga bulan (setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19), ada yang mengatakan enam bulan, belum lagi ada yang mengatakan tidak boleh vaksin, ada yang mengatakan sudah vaksin nggak apa-apa,” terang Mufida
Mufida melanjutkan, tidak adanya pengelolaan yang baik pada plasma ini menurutnya sangat berbahaya. Berbagai keterangan simpang siur menyebar di masyarakat yang menyebabkan tidak adanya kejelasan informasi mengenai parameter untuk donor plasma konvalesen. Terlebih, Indonesia sudah pada kondisi darurat.
Sehingga, menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, perlu manajemen yang baik mengenai plasma konvalesen, bagaimana distribusinya, ke mana harus pergi serta bagaimana prosedurnya ketika masyarakat membutuhkannya.
“Nah ini kita minta penjelasan karena sebenarnya plasma konvalesen menurut keterangan dari berbagai dokter, ini kan bisa cukup membantu. Dan harusnya kita sudah menyiapkan, sudah mengantisipasi dan sudah mengelolanya dengan baik tentang plasma konvaselen ini,” imbuh legislator dapil DKI Jakarta I itu.
Sebelumnya, pada Februari 2021 juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah telah menetapkan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat sebagai bank plasma konvalesen. Namun, dalam perkembangannya tidak diketahui seperti apa progresnya.
Riset Eijkman
Hasil penelitian Lembaga Biologi Molekular Eijkman menyatakan bahwa terapi plasma konvalesen (TPK) berisi antibodi penyintas korona dinyatakan aman dan efektif untuk diberikan pada pasien covid-19. Adanya antibodi tambahan ini mampu mempercepat penurunan jumlah virus.
Riset ini dilakukan bekerja sama dengan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD) dan PT Bio Farma, yang dilaporkan di jurnal ilmiah Lancet EClinical Medicine.
Dengan adanya antibodi tambahan yang spesifik terhadap virus SARS-CoV-2 ini, kata Eijkman, tubuh akan mendapat amunisi ekstra untuk melawan virus. Terapi plasma ini memberi kekebalan pasif dan direkomendasikan untuk diberikan pada fase dini covid-19.
"Sebelum penyakit ini berkembang lebih lanjut ke tahap berikutnya," sebut peneliti dalam jurnal berjudul 'Convalescent Plasma Therapy in Patients with Moderate-to-Severe Covid-19 : A study from Indonesia for clinical research in low-and-middle income countries'. (H-2)
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Istilah super flu saat ini sedang ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, teknologi genomik memungkinkan pemeriksaan kesehatan menjadi lebih personal.
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan penyelesaian masalah BPJS dapat dilakukan tanpa menunggu Perpres.
Pada dasarnya aset negara tersebut, dibangun dalam rangka Asian Games. Bangunan ini sangat berguna pada saat negara melakukan perhelatan.
RUMAH Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat, ditutup per 31 Maret 2023. Ini kata Kementerian Kesehatan.
KASUS baru covid-19 di Indonesia bertambah 465 orang pada Jumat, 31 Maret 2023 dengan kematian 8 orang. Kasus covid-19 di Indonesia tercatat mengalami kenaikan.
TANGGAL 31 Maret 2023 menjadi hari bersejarah bagi RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Juga tidak terlupakan bagi pasien pertama rumah sakit tersebut.
RUMAH Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat resmi ditutup sepenuhnya dan tidak lagi melayani isolasi pasien Covid-19 mulai hari ini.
Pemprov DKI Jakarta pun diminta untuk berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Dalam hal ini, untuk mengambil alih pengelolaan Wisma Atlet, yang terletak di wilayah Pademangan dan Kemayoran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved