Kamis 24 Juni 2021, 06:59 WIB

IKAPPI Catat 153 Kasus Baru Covid-19 pada Pedagang di 28 Pasar

Putri Anisa Yuliani | Humaniora
IKAPPI Catat 153 Kasus Baru Covid-19 pada Pedagang di 28 Pasar

ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Petugas mengambil sampel tes cepat Antigen dari seorang juru parkir saat pelacakan covid-19 di Pasar Kreneng, Denpasar, Bali.

 

DEWAN Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) merilis data terbaru covid-19 yang ditemukan di pasar tradisional. Terdapat 153 kasus baru yang ada di 28 pasar dan kasus meninggal sebanyak 19 orang.

Dengan angka itu, total kasus positif covid-19 yang dialami pedagang pasar di seluruh Indonesia menjadi 1.934 kasus dan terjadi di 321 pasar.

"Sementara kasus meninggal kurang lebih sekitar 89 kasus," kata Ketua Bidang Asuransi dan Kesehatan Pedagang DPP IKAPPI Mahin Aufa dalam keterangan resmi, Rabu (23/6).

Baca juga: Masker Dobel Ampuh Menangkis Penularan Covid-19 Varian Delta

IKAPPI meminta pemerintah daerah untuk memperkuat protokol kesehatan kepada pedagang pasar. Para pedagang juga diimbau agar terus menjaga kesehatan, menjaga jarak, dan tetap pakai masker. Tempat mencuci tangan juga diimbau diaktifkan kembali.

"Protokol kesehatan dilakukan secara disiplin dan terus menjalankan apa yang menjadi tahapan-tahapan agar kita terhindar dari covid-19," lanjutnya.

Sementara itu, terkait kebijakan PPKM, IKAPPI memberikan catatan pada pemerintah.

Pertama, IKAPPI berharap PPKM tidak memengaruhi distribusi pangan karena bagaimanapun juga persoalan pangan menjadi persoalan yang dominan, sensitif, serta sangat dibutuhkan. IKAPPI meminta distribusi pangan untuk tidak terganggu agar tidak berimbas pada gejolak harga.

Kedua, PPKM diharapkan tidak mengganggu roda ekonomi di daerah.

"Pemerintah daerah diminta tidak menutup pasar karena ini adalah tulang punggung ekonomi daerah. Pasar juga menjadi tempat distribusi pangan di daerah. Agar pangan tidak terganggu, pasar harus tetap beroperasi dengan menjalankan protokol kesehatan dengan baik," jelasnya.

Ketiga, IKAPPI meminta pemerintah mencari formulasi, dalam hal ini kementerian terkait, Kementerian Perdagangan, Kementerian Kesehatan dan kementerian yang lain. Formulasi yang tepat ini dibutuhkan agar kebijakan PPKM ini tidak menyulitkan pedagang pasar.

"Kami memohon agar ini segera dirumuskan dan segera diimplementasikan di masing-masing daerah," paparnya. (OL-1)

Baca Juga

Antara/Asprilla Dwi Adha

Ini Alasan Kemendikbudristek Kukuh Pertahankan PTM Meski Kasus Omikron Meningkat 

👤Faustinus Nua 🕔Senin 24 Januari 2022, 21:40 WIB
"PTM sangat urgen, kita sudah menutup sekolah hampir dua tahun dan selama waktu tersebut banyak kejadian luar biasa diantaranya...
Dok. Pribadi

Alat Masak Berkualitas Ikut Tentukan Kelezatan Makanan 

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 24 Januari 2022, 21:37 WIB
Dilansir dari healthline, alat masak seperti panci dan wajan yang tidak berkualitas bisa jadi sampah menumpuk karena orang-orang tidak akan...
Ist

Hari Pendidikan Internasional, LSM di Indonesia Dorong Menu Berbasis Nabati

👤Eni Kartinah 🕔Senin 24 Januari 2022, 21:12 WIB
Sinergia Animal ingin mendorong institusi untuk menyediakan makanan yang lebih ramah iklim dan lebih sehat kepada siswa  sejalan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya