Senin 21 Juni 2021, 13:21 WIB

Besok, PPKM Mikro Diperketat, Perkantoran Kembali WFH 75%

Andhika Prasetyo | Humaniora
Besok, PPKM Mikro Diperketat, Perkantoran Kembali WFH 75%

MI/Adi Kristiadi
Ilustrasi

 

PEMERINTAH memutuskan untuk melakukan penguatan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro sejak 22 Juni hingga 5 Juli.

Kebijakan tersebut diambil menyusul semakin memburuknya kondisi kesehatan masyarakat di beberapa daerah dalam dua pekan terakhir.

Secara lebih rinci, Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan beberapa kegiatan yang akan terdampak adalah sektor perkantoran dan pendidikan.

"Perkantoran, kementerian/lembaga, BUMN dan BUMD yang berada di zona merah diberlakukan work from home 75%. Sementara, yang di zona nonmerah 50%. Pengaturan waktu kerja dilakukan secara bergiliran agar tidak ada yang malah melakukan perjalanan ke daerah lain," ujar Airlangga selepas mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo secada virtual, Senin (21/6).

Adapun, kegiatan belajar mengajar akan tetap dilaksanakan secara daring. Itu berlaku baik wilayah dengan zona merah ataupun zona berwarna lainnya.

Baca juga : Asrama Haji di Seluruh Indonesia Siap Tampung Pasien Covid-19

Sementara, untuk kegiatan sektor esensial ini seperti industri pelayaran dasar, utilitas publik, proyek vital nasional, supermarket dan apotek diizinkan beroperasi dengan pengaturan jam operasional dan kapasitas pengunjung yang lebih ketat.

Kemudian, untuk restoran, jam operasional dibatasi hanya hingga pukul 22.00 waktu setempat. Aktivitas dine in atau makan di lokasi diizinkan sebanyak 25% dari total kapasitas yang ada.

"Layanan pesan antar atau bawa pulang juga sesuai dengan jam operasional restoran. Jadi dibatasi sampai dengan pukul 8 malam dan kemudian protokol kesehatan diterapkan secara ketat," tegasnya.

Untuk kegiatan ibadah, baik itu di masjid, musolah, gereja, pura dan tempat ibadah lainnya yang berada di zona merah akan ditiadakan sementara.

"Kemudian, transportasi umum dilakukan pengaturan kapasitas dan jam dan operasional oleh pemerintah daerah dengan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat," pungkas Airlangga. (OL-2)

 

Baca Juga

Ant/M Risyal H

BOR Wisma Atlet Terus Alami Penurunan, Keterisian 27,5%

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 09:55 WIB
KONDISI Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, sudah mengalami penurunan jumlah pasien covid-19. Saat ini RS menampung pasien sebanyak...
ANTARA/Fachrurrozi

Selama 3 Minggu Terakhir, Kasus Covid-19 di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi Meningkat

👤Kautsar Bobi 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 09:14 WIB
"Dengan masih naiknya kasus selama kurang lebih tiga minggu terakhir maka perlu antisipasi dan kesiapan dari seluruh fasilitas...
Youtube Undip

Nanosilika Maksimalkan Produksi Pertanian

👤Zubaedah Hanum 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 09:05 WIB
PENGGUNAAN nanosilika sebagai pupuk yang disemprotkan ke daun terbukti mampu memaksimalkan produksi tanaman pertanian seperti padi, jagung,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kenyang Janji dan Pasrah Menunggu Keajaiban

Sejak peristiwa gempa bumi disertai tsunami dan likuefaksi di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga kini masih banyak warga terdampak bencana tinggal di hunian sementara.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya