Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mendorong daerah untuk membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDa).
Hal tersebut dilakukan agar menciptakan fondasi ekonomi yang kuat di seluruh penjuru Tanah Air.
Adapun, BRIDa yang dibentuk diharapkan bisa melakukan riset dan inovasi untuk berfokus meningkatkan nilai tambah ekonomi berbasi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang dimiliki tiap daerah.
"BRIDa diharapkan jadi agen dan dapat melakukan fasilitasi berbagai potensi di daerah. Selain itu, BRIDa juga bisa menjadi agen untuk menyampaikan permasalahannya ke BRIN. Sehingga kami bisa membantu daerah untuk memecahkan permasalahan," kata Handoko dalam webinar yang diselenggarakan secara daring, Kamis (17/6).
Handoko memberikan gambaran, pengelolaan sumber daya yang bisa meningkatkan nilai tambah ekonomi yakni pada pengolahan sawah.
Menurut Handoko, jika pada umumnya sawah memproduksi beras dan nilai ekonominya hanya sebatas itu, BRIDa akan melakukan riset dan inovasi untuk meningkatkan nilai tambah berasnya menjadi sesuatu yang lain, seperti tepung dan produk-produk turunan lainnya.
"Untuk melakukan itu kita harus melakukan intervensi teknologi, dan ilmu pengetahuan yang basisnya riset yang bisa diterima secara global," imbuh Handoko.
Untuk membentuk BRIDa, Handoko menekankan kepada pemerintah daerah pentingnya menyaring sumber daya manusia yang berkualitas. Pasalnya, kunci dari pengelolaan BRIDa yakni hubungan kolaborasi multipihak untuk menciptakan kebijakan daerah berbasis riset dan inovasi.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza menuturkan, penguatan sistem inovasi daerah telah terbukti memberikan dampak signifikan dalam peningkatan nilai ekonomi daerah tersebut.
"Daerah yang telah berhasil dan menjadi bagian daeri evidance based policy adalah kabupaten Pelalawan, Pekalongan dan Cimahi," ungkapnya.
Ia menyatakan, ekonomi berbasis inovasi tersebut harus digerakkan oleh seluruh komponen masyarakat, dan hal tersebut juga telah dibuktikan oleh pengalaman di negara-negara maju yang mengedepankan teknologi inovasi.
"Dengan demikian kita bisa mencapai visi Indonesia 2045 menjadi Indonesia emas dengan pembangunan manusia, penguasaan iptek, pembangunan ekonomi berkelanjutan, dan pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola kepemerintahan," pungkas Hammam. (Ata/OL-09)
Prestasi ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan, memperkuat riset terapan, serta menghadirkan solusi teknologi.
Penderita Restless Legs Syndrome (RLS) memiliki risiko lebih tinggi terkena Parkinson dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan tersebut.
Riset ini bertujuan memberikan panduan bagi elit politik sekaligus edukasi bagi masyarakat mengenai kompetensi pemimpin yang benar-benar dibutuhkan di Indonesia.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Upaya peningkatan kualitas nutrisi masyarakat Indonesia terus diperkuat melalui riset dan publikasi ilmiah yang berkelanjutan.
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil meraih prestasi gemilang di panggung dunia.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved