Senin 14 Juni 2021, 23:40 WIB

Pembangunan Masjid Kelompok Minoritas Paling Banyak Diganggu

Hilda Julaika | Humaniora
Pembangunan Masjid Kelompok Minoritas Paling Banyak Diganggu

MI/BARY FATHAHILAH
Ilustrasi penyegelan rumah ibadah

 

SETARA Institute mencatat sebanyak 24 rumah ibadah mengalami gangguan di tahun 2020 atau selama merebaknya pandemi covid di tahun tersebut.

Direktur Eksekutif SETARA Institute, Ismail Hasani, menjelaskan rumah ibadah yang mengalami gangguan tersebut terdiri atas Masjid (14), Gereja (7), Pura (1), Wihara (1), dan Klenteng (1). Sehingga umat Islam menjadi pihak yang paling banyak mengalami gangguan terkait rumah ibadah.

"Namun perlu dicatat bahwa yang paling banyak mendapatkan gangguan adalah tempat ibadah umat Islam dari madzhab atau golongan yang oleh kelompok pelaku dianggap berbeda dari mainstream," kata Ismail kepada Media Indonesia.

Ismail menilai, kasus-kasus terkait rumah ibadah seharusnya segera diselesaikan mengingat adanya urgensi kesehatan masyarakat selama pandemi covid-19. Bukan malah ditunda lebih lanjut.

Baca juga: Jaksa Sebut Rizieq Berkata Kasar, Kuasa Hukum: Hanya Penegasan

Pasalnya, kasus penghentian pembangunan, penyegelan, dan perusakan masjid, gereja, dan klenteng sebagian besar disebabkan oleh produk kebijakan yang diskriminatif, intoleransi masyarakat sekitar, dan konflik internal kepengurusan rumah ibadah.

SETARA Institute mendorong Pemerintahan Presiden Joko Widodo pada periode jabatan keduanya untuk mengarusutamakan keberagaman atau kebinekaan dalam seluruh aspek tata kelola pemerintahan negara melalui pelembagaan pemerintahan inklusif (inclusive governance). Dengan tekanan khusus pada pemerintahan daerah agar keragaman kultur, keanekaan watak kepemimpinan lokal, dan bahkan di tengah dinamika dan konfigurasi politik lokal, kebinekaan tetap menjadi perspektif kunci dalam tata kelola pemerintahan.

"Perbedaan identitas dan latar belakang seluruh anasir pembentuk kebangsaan Indonesia, termasuk identitas dan latar belakang keagamaan, harus mendapatkan kesempatan, akses, dan jaminan hak yang setara dalam tata kelola pemerintahan," tutupnya. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA.

BMKG: Waspada Banjir Rob di Pesisir Jakarta di 18-22 Desember

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 08 Desember 2021, 16:46 WIB
Hal ini diakibatkan oleh adanya cuaca ekstrem, pengaruh la nina, monsun Asia yang mengakibatkan curah hujan semakin...
DOK KEMENSOS

Usai Dampingi Presiden, Mensos Saksikan Pencairan Bansos PKH dan BPNT 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 16:16 WIB
Mensos juga berpesan agar bantuan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. "Tidak boleh untuk membeli rokok atau minuman keras," kata...
FOTO/Istana Kepresidenan

Presiden: Aktivitas Pertambangan Merusak Lingkungan

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 08 Desember 2021, 15:08 WIB
Jokowi mengungkapkan aktivitas pertambangan menjadi salah satu pemicu utama kerusakan lingkungan di Kabupaten Sintang, Kalimantan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya