Minggu 13 Juni 2021, 17:49 WIB

KPAI : Pengawasan Langsung Ke Daerah Tinggi Kasus Stunting

 Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora
KPAI : Pengawasan Langsung Ke Daerah Tinggi Kasus Stunting

ANTARA FOTO/Akbar Tado
Petugas kesehatan mengukur lingkar kepala seorang anak di Posyandu, Desa Topore Kecamatan Papalang, Mamuju, Sulawesi Barat.

 

PROGRAM Pengentasan Stunting atau gizi buruk BKKBN yang ditargetkan akan menurunkan hingga 14% pada akhir 2024, hingga kini masih dalam pembahasan. Kendati demikian, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan pengawasan terkait program tersebut.

Komisioner KPAI, Retno Listyarti menegaskan akan melakukan pengawasan secara langsung ke sejumlah daerah dengan angka stunting tertinggi di Indonesia.

"Pengawasan dilakukan untuk memeastikan bahwa ada penyelenggaraan posyandu di berbagai desa dan pemberian makanan tambahan bergizi pada bayi dana anak-anak dengan menggunakan dana desa," ungkap Retno saat dihubungi, Minggu (13/6).

Lanjut Retno, ada empat program utama yang menjadi arahan Presiden untuk mencegah stunting selama pandemi, yaitu pertama, pemerintah berupaya melakukan percepatan penanganan stunting di 10 provinsi prioritas dengan kasus stunting tertinggi di Indonesia. Kedua promosi, edukasi, dan sosialisasi pada ibu hamil dan keluarga

"Ketiga, Meningkatkan akses layanan kesehatan pada ibu hamil dan anak balita dan terkahir terintegrasi kesinambungannya dengan program perlindungan sosial," imbuhnya.

Pengawasan langsung yang dilakukan KPAI akan dimulai Juni ini dengan mengunjungi Sulawesi Barat, Gorontalo, Bengkulu, Aceh, dan Kalimantan Tengah.

KPAI perlu memastikan apakah Pemerintah Daerah perlu melakukan Deteksi dini masa setelah lahir sebagai pencegahan karena deteksi dini stunting tidak cukup hanya saat masa kehamilan.

"Panduan pengawasan sedang dirampungkan dalam minggu depan, sehingga pengawasan langsung bisa lakukan," ungkapnya.

Ia juga berharap, Pemerintah daerah bisa mendorong para keluarga dan peran penting orang tua dalam hal pencegahan stunting pasca kelahiran.

"Deteksi dini stunting setelah kelahiran bayi, dapat dilakukan secara rutin dengan mengukur berat dan panjang atau tinggi badan bayi Anda. Selain itu, bayi di bawah usia 6 bulan sebaiknya diberikan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif, karena ada banyak manfaat ASI eksklusif yang bisa didapatkan sebagai asupan nutrisi bayi dalam tumbuh kembang dan pencegahan kondisi stunting," jelas Retno.

Terpisah, Sejak ditunjuk secara langsung oleh Presiden Jokowi menjadi Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan pihaknya masih menunngu Peraturan Presiden yang hingga kini masih belum dikeluarkan.

"Perpres belum jadi mas, BKKBN sesuai Perpres nantinya," kata Hasto saat dihubungi, Selasa (8/6).

Menanggapi hal tersebut, lanjut Retno Listyarti, dirinya belum mengetahui tentang Peraturan Presiden, namun beberapa program sudah berjalan meski Perpres belum diterbitkan.

"Tadinya sempat berhenti saat pandemi, namun sebagian program sudah jalan, terutama program ketiga, tapi belum ada data terbaru dalam perkembangan tersebut," pungkasnya. (Far/OL-09)

Baca Juga

Dok. Kemenag

Menag: Seleksi Mahasiswa Sarana Peningkatan Mutu PTKIN 

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Januari 2022, 22:41 WIB
Pada 2021 misalnya, tidak kurang 280 ribu calon mahasiswa yang mendaftar, terdiri atas 182.890 pendaftar dari dari 11.920 sekolah melalui...
AAFP/Javier Torres.

Penelitian Terbaru, Kucing Besar Tertular Covid-19 dari Penjaganya

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Januari 2022, 22:15 WIB
Penelitian ini muncul dalam jurnal peer-review dan akses terbuka yang disebut...
Dok. Pribadi

Magang Bersertifikat di Pasar Rakyat, Libatkan Mahasiswa Jadi Penggerak Ekonomi Nasional 

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Januari 2022, 22:02 WIB
Menurutnya program ini sesuai dengan salah satu filosofi Kampus Merdeka yakni kolaborasi dan gotong royong, terutama untuk bergotong royong...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya