Kamis 10 Juni 2021, 23:13 WIB

Pendidikan Abad 21 Kombinasikan Pengetahuan dan Keterampilan

Mediaindonesia.com | Humaniora
Pendidikan Abad 21 Kombinasikan Pengetahuan dan Keterampilan

Dok. UNJ
Penyelenggaraan konferensi ICPESS 2021

 

REKTOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Komarudin mengatakan, pendidikan abad 21 tidak hanya bersandar pada pengetahuan tetapi juga keterampilan.

"Pendidikan di abad 21 bersandar pada empat elemen utama yaitu sikap kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Dengan begitu, pendidikan tidak hanya berbasis pengetahuan, tapi juga keterampilan,” ujar Komarudin pada pembukaan Virtual International Conference of Physical Education and Sports Science ke-6 (6 th Virtual ICPESS 2021) di Jakarta, Kamis (10/6).

Dia menambahkan, konferensi itu melahirkan ide yang berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan di bidang keolahragaan dan sains olahraga.

ICPESS ke-6 menghadirkan sebanyak 76 pembicara terbaik dari 37 negara dari lima benua. Tema yang diangkat pada ICPESS tersebut yakni “Active Living Through Exercise and Sports Science: Future Trend For Global Creativity and Sustainability”.

Dia menjelaskan, dasar dari tema tersebut yaitu untuk mendukung 17 United Nation Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya tujuan ketiga yakni kesehatan yang baik dan pendidikan berkualitas.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan ICPESS mendukung tataran “kehidupan baru, new normal” dalam rangka “Kebangkitan Olahraga Nasional, Raih Prestasi Dunia”. Hal itu tidak terlepas dari unsur penting olahraga sebagai instrumen menyehatkan kehidupan bermasyarakat.

“Olahraga juga merupakan produk sosial dan budaya yang memiliki makna nyata bagi individu, komunitas, dan masyarakat. Melalui olahraga terbentuklah masyarakat sehat dan sportivitas,” katanya.

Baca juga : Inilah 20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi Webometrics

Zainudin juga menegaskan pentingnya sains olahraga sebagai unsur penting dalam perkembangan olahraga.Hal itu juga akan memperkuat posisi prestasi Indonesia dalam kompetisi di dunia internasional.

Ia juga mengharapkan pemikiran yang lahir dari penelitian para ahli dalam konferensi ini dapat memperkuat kebijakan pemerintah dalam bidang keolahragaan.

Direktur Program Pascasarjana UNJ Nadiroh mengatakan, konferensi itu mempunyai tujuan penting tidak hanya fisik tetapi juga mental.

“Acara ini juga sangat bermanfaat karena menyatukan para sarjana akademis terkemuka, kelompok ilmuwan dan praktisi multidisiplin dari seluruh dunia untuk mempresentasikan dan bertukar ide yang berkaitan dengan pendidikan jasmani dan ilmu olahraga,” katanya.

Pendiri ICPESS Prof Dr Ming-Kai CHIN menyatakan senang UNJ telah menerima undangan untuk menjadi tuan rumah konferensi internasional virtual bersejarah keenam untuk profesi pendidikan jasmani dan ilmu olahraga selama pandemi COVID-19.

"Pekerjaan perencanaan dan pengorganisasian berjalan dengan baik, dipandu oleh dan dibangun di atas keberhasilan konferensi sebelumnya dengan rata-rata kehadiran lebih dari 300 delegasi lokal dan internasional dari 30 negara,” katanya. (Ant/OL-7)\

Baca Juga

ANTARA/Dokumentasi BNPT

Suhardi Alius: Kikis Adu Domba dan Hoaks Demi Demokrasi Santun

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 16 Juni 2021, 20:16 WIB
Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Suhardi Alius, mengatakan, penguatan nasionalisme dan wawasan kebangsaan harus terus dilakukan untuk...
DOK BPPT

Rumah Komposit Tahan Gempa BPPT Akan Jadi Posko Bencana BPBD Tangsel

👤Siswantini Suryandari 🕔Rabu 16 Juni 2021, 19:47 WIB
BPPT meluncurkan inovasi Rumah Komposit Tahan Gempa (RKTG) sebagai solusi mendukung program infrastruktur mitigasi bencana nasional di...
Antara

Kasus Covid-19 Melonjak, Perusahaan Diminta Utamakan Keselamatan Pekerja

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 16 Juni 2021, 19:25 WIB
Menaker menekankan bahwa disiplin prokes bagian dari perlindungan atas keberlangsungan usaha. Sekaligus, melindungi keselamatan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Orang Rimba masih Berjuang untuk Diakui

MATA Mariau tampak berkaca-kaca kala menceritakan perihnya derita kehidupan anggota kelompoknya yang biasa disebut orang rimba.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya