Senin 31 Mei 2021, 11:19 WIB

Pengembangan Vaksin Mandiri Perlu Integrasi dan Sinergi

 Faustinus Nua | Humaniora
Pengembangan Vaksin Mandiri Perlu Integrasi dan Sinergi

Dok.Unpad
Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. Dr.Toto Subroto,MS.

 

UPAYA pemerintah Indonesia dalam mengembangkan vaksin mandiri dibutuhkan peran serta semua stakeholders. Kerja sama menjadi kekuatan untuk mengakselerasi pembangunan kemandirian vaksin.

"Membangun kemandirian vaksin bangsa diperlukan integrasi dan sinergi yang kuat dari bebagai lembaga. Dua aspek dilakukan dalam pengembangan penelitian vaksin serta hilirisasinya," ungkap Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. Dr.Toto Subroto,MS, dalam keterangan resmi, Senin (31/5).

Dikatakan Prof. Toto, selain sinergi dan integrasi riset dari berbagai lembaga penelitan dan perguruan tinggi, dukungan juga perlu dilakukan pemerintah melalui regulasi yang kuat. Kesinambungan pendanaan dari pemerintah sangat diperlukan.

Lebih lanjut dia mengatakan, peta jalan penetapan fokus riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga diperlukan melalui pendekatan top down dan bottom up. Menurutnya, proses top down diperlukan dalam menetapkan prioritas vaksin yang menjadi tantangan bangsa Indonesia sekarang dan masa datang.

Dalam menghadapi kesiapsiagaan pandemi, Prof. Toto menilai perlunya membuat strategi penguasaan platform keberhasilan vaksin yang sudah teruji baik efikasinya. Platform ini tidak hanya untuk Covid-19, tetapi juga vaksin patogen lainnya.

“Diharapkan dengan upaya ini berhasil maka transformasi Indonesia terwujud dari negara importir menjadi produsen vaksin dengan platform modern,” ujarnya.

Dalam mengembangkan platform vaksin modern, Prof. Toto menekankan pentingnya sumber daya manusia yang menguasai revolusi industri 4.0. Di antaranya adalah sumber daya manusia yang memiliki kemampuan mengenai mahadata (big data).

"Saat ini tengah berkembang  personalized medicine berdasarkan keunikan genetik individu di mahadata. Dengan adanya bioteknologi, mencari diagnosis dan terapi penyakit spesifik dapat dilakukan," tandasnya.(Van/OL-09)

Baca Juga

AFP/Juni Kriswanto

Ini Penyakit yang Bisa Dipicu oleh Letusan Gunung Berapi dan Cara Mencegahnya

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 07 Desember 2021, 06:30 WIB
"Perlu diwaspadai perburukan dari penyakit kronik baik karena daya tahan tubuh yang turun maupun karena stres atau lalai makan...
Dok. ITB

Keutamaan Penerapan LSWI sebagai Metode EOR

👤MI 🕔Selasa 07 Desember 2021, 06:10 WIB
BERDASARKAN laporan dari British Petroleum 2015, implementasi LSWI memerlukan biaya yang relatif...
Dok.  ITB

Smart-Water EOR Cara Cerdas Dongkrak Industri Migas

👤Asep Kurnia Permadi Kelompok Keilmuan Teknik Reservoir ITB 🕔Selasa 07 Desember 2021, 06:00 WIB
INJEKSI smart-water merupakan salah satu teknik perolehan minyak tahap lanjut (enhanced oil recovery/EOR) yang semakin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya