Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJAGA daya tahan tubuh sangatlah penting di masa pandemi covid-19. Tidak tidak hanya berlaku untuk orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Sistem kekebalan tubuh anak yang masih dalam tahap perkembangan, membuat mereka lebih rentan jatuh sakit.
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Yogi Prawira mengungkapkan, ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan orang tua, agar anak tetap terjaga imunnya selama pandemi covid-19. Yaitu menjaga aktivitas fisik, aktivitas sedentari dan jam tidur anak.
Dokter Yogi menjelaskan, aktivitas fisik akan sangat tergantung pada kelompok usia anak. Namun, ia mencontohkan aktivitas fisik yang dapat dilakukan anak usia bayi adalah ketika minum air susu ibu (ASI).
"Untuk anak yang lebih besar lagi, dalam 80 menit itu 60 menit diantaranya harus intensitasnya sedang atau bahkan berat. Jadi udah mulai tuh diajarin misalnya berolahraga, lari, joging, bersepeda, berenang dan sebagainya gitu," kata dia dalam Katadata Forum Virtual Series "Menjaga Imunitas Anak Selama Masa Pandemi", Jumat (28/5).
Kemudian untuk aktivitas sendetari, ia menjelaskan hal itu berkaitan dengan screen-time. Seperti anak menonton YouTube, televisi, maupun menggunakan gadget.
Akan tetapi ia menegaskan, aktivitas yang satu ini benar-benar perlu jadi perhatian orang tua. Jika tidak, maka akan berpengaruh pada pola perkembangan, salah satunya adalah terhambat kemampuan anak untuk berinteraksi.
"Kita tahu di luar pandemi sekalipun screen time pada anak dibatasi. Anak di bawah satu tahun tidak boleh sama sekali. Satu-satunya diperbolehkan itu misalnya video call, karena masih ada interaksi, itu pun dengan orang yang dikenal. Jadi harus diatur," pungkas dia.
Baca juga : Vaksinasi Pfizer untuk Pelajar Tunggu Rekomendasi Ahli
Sementara terkait dengan pola tidur. Ia menjelaskan, anak di bawah usia satu tahun dapat tidur sampai 17 jam. Menurutnya, 17 jam itu sudah termasuk tidur siang. Kemudian usia SMP-SMA, maka harus tidur cukup selama 10 jam.
Yogi menuturkan, istirahat yang tidak cukup akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat mudah terserang penyakit.
"Prinsipnya, semakin muda maka waktu tidurnya semakin panjang ya. Jadi secara prinsip ketiga unsur ini harus dijaga ritmenya," ucap dia.
Namun demikian, pada kesempatan itu ia juga mengingatkan peran orang tua agar tidak menampakan stres di hadapan anak, terutama pada situasi sulit untuk berpergian.
Menurut dia, orang tua perlu berusaha membuat anak merasa nyaman di rumah. Sebab, sambung dia, anak secara alamiah memiliki sifat bermain dan teman main paling mereka suka adalah orang tua.
"Jadi, kalau ada punya privilege untuk WFH, tetap bisa dampingi anak, maka gunakan sebaik-baiknya," kata dia. (RO/OL-7)
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved