Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo memerintahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk mengirim lebih banyak vaksin ke Riau demi menekan laju penyebaran covid-19 yang cukup tinggi di provinsi tersebut.
"Saya sudah memerintahkan Menteri Kesehatan untuk mengirimkan vaksin lebih banyak ke Riau. Utamanya, itu nanti akan dipakai untuk vaksinasi di Pekanbaru dan Dumai. Kita berharap penyebaran covid-19 di semua daerah di Riau bisa ditekan serendah-rendahnya," ujar Jokowi saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di GOR Pekanbaru, Riau, Rabu (19/5).
Dengan semakin banyaknya penduduk yang diberikan vaksin, kepala negara berharap kekebalan komunal bisa segera tercapai hingga akhirnya pertumbuhan ekonomi juga akan terangkat.
"Apabila pandemi bisa ditekan, kita berharap pertumbuhan ekonomi akan lebih baik dan kembali normal di kuartal kedua. Kita harapkan keadaan yang lebih baik juga untuk penyebaran covidnya," imbuh Jokowi.
Sebelum meninjau pelaksanaan vaksinasi, kepala negara sempat memberikan arahan mengenai penanganan pandemi di Riau. Ia menyoroti daerah-daerah yang masih memiliki tingkat penularan tinggi.
"Saya sampaikan tadi bahwa kota dan kabupaten yang memiliki tingkat penyebaran kasus positif yang tinggi, harus segera menekan agar kasus-kasus yang ada menjadi lebih sedikit," tandasnya.
Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, Riau masih berstatus zona merah. Hingga Selasa (18/5) malam, jumlah kasus terkonfirmasi covid-19 di Riau mencapai 52.297 orang. Saat ini, pasien yang masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 3.236 orang, dan yang dirawat di rumah sakit mencapai 905 orang.
Tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) di Riau juga tergolong tinggi yakni 52%. Jokowi pun meminta pemerintah daerah setempat untuk melakukan upaya yang bisa mempercepat proses kesembuhan sehingga BOR di provinsi itu bisa ditekan di bawah 50%. (H-2)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman mengatakan tren mingguan kasus campak pada Maret 2026 mengalami penurunan.
WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengimbau masyarakat untuk tetap mengatur makanan di masa lebaran agar tetap sehat.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksin campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved