Selasa 11 Mei 2021, 09:26 WIB

Daerah Terdeteksi Varian Baru Harus Intensifkan Genome Sequencing

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Daerah Terdeteksi  Varian Baru Harus Intensifkan Genome Sequencing

Dok MI
Ilustrasi covid-19

 

UNTUK mencegah meluasnya penyebaran ketiga varian yang ditemukan di Indonesia, Kementerian Kesehatan mengintensifkan genome sequencing di sejumlah daerah yang terpantau telah terdeteksi adanya varian baru tersebut.

"Kami dari Kementerian Kesehatan akan melakukan genome sequencing secara lebih rapat di daerah-daerah yang sudah kita lihat ada mutasi baru untuk bisa dengan segera memonitor pola penyebarannya," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya Selasa (11/5)

Menkes Budi menambahkan selanjutnya bisa dilakukan langkah-langkah isolasi atau langkah-langkah karantina yang tepat agar virus mutasi baru ini tidak cepat menyebar ke daerah-daerah lain.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan sebagai cara yang paling ampuh untuk mencegah penularan virus korona, termasuk varian baru yang telah ditemukan di Indonesia.

baca juga: Varian Baru Covid-19

"Tetap kita harus melakukan protokol kesehatan dengan disiplin (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak). Itu adalah cara yang paling baik untuk bisa mencegah penularan dari virus mutasi baru ini," sebut Menkes Budi

Dia menegaskan penerapan protokol kesehatan secara disiplin (3M) dan juga penerapan protokol PPKM Mikro secara disiplin adalah cara yang paling ampuh untuk mengontrol penularan tersebut.

Saat ini tiga varian baru virus korona yang masuk kategori variant of concern dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah masuk ke Indonesia, yaitu varian London (B.1.1.7), Afrika Selatan (B.1.351), dan India (B.1.617). Masuknya varian ini berasal dari Saudi Arabia, Afrika, India, dan Malaysia.

"Varian dari Inggris yang kebanyakan masuknya sudah mulai bulan Januari ini beredar di daerah Jawa, Sumatra, dan juga Kalimantan, ada juga di Bali. Varian atau mutasi dari Afrika Selatan, ini hanya kita temui satu di Bali. Dan yang akhir-akhir ini cukup banyak masuk ke Indonesia adalah varian dari India, banyak kita temui di Sumatra Selatan dan di Kalimantan Tengah," pungkasnya. (OL-3)

 

Baca Juga

Ist/Swiss-Bell Hotel

Cita Rasa Menggoyahkan Lidah dari Swiss-Cafe, Swiss-Belhotel Serpong

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 14:05 WIB
Swiss-Belhotel Serpong akan terus mengembangkan cita rasa Lokal melalui sajian kuliner di...
ANTARA/Novrian Arbi

Inmendagri: Zona Merah Wajib WFH 75%, Restoran Take Away Bisa 24 Jam

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Selasa 22 Juni 2021, 12:54 WIB
Pelaksanaan WFO dan WFH wajib menegakkan protokol kesehatan ketat. Pengaturan waktu kerja dikondisikan secara...
MI/Susanto

Angkie Yudistia Minta Penyandang Disabilitas Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 22 Juni 2021, 12:28 WIB
"Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2019, terdapat lebih dari 30 juta penyandang disabilitas di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jakarta sedang tidak Baik-Baik Saja

SEPEKAN ini warga Ibu Kota mengalami kecemasan akibat meningkatnya kembali kasus positif covid-19 secara signifikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya