Kamis 06 Mei 2021, 05:30 WIB

Sidang Isbat Penetapan Idul Fitri 1442 H Digelar 11 Mei

Medcom.id/H-3 | Humaniora
Sidang Isbat Penetapan Idul Fitri 1442 H Digelar 11 Mei

Antara/Mohammad Ayudha
Ilustrasi pemantauan hilal.

 

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) bakal menggelar sidang isbat penetapan awal bulan Syawal 1442 Hijriah. Sidang digelar Selasa, 11 Mei 2021, atau bertepatan pada 29 Ramadan 1442 Hijriah, dengan dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. "Undangan untuk menghadiri sidang dibatasi, hanya dihadiri Menag dan Wamenag, Majelis Ulama Indonesia, Komisi VIII DPR, serta sejumlah dubes negara sahabat dan perwakilan organisasi masyarakat (ormas)," ujar Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin dalam keterangan tertulis di Jakarta, kemarin.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Agus Salim menuturkan, sesi pertama dimulai pukul 16.45 WIB berupa pemaparan posisi hilal awal Syawal 1442 Hijriah. Setelah Magrib, sidang isbat akan dipimpin Menteri Agama. Sidang diawali mendengarkan laporan data hisab dan hasil rukyatul hilal. "Hasil sidang Isbat akan diumumkan Menteri Agama secara telekonferensi serta disiarkan langsung oleh TVRI sebagai TV pool dan live streaming medsos Kemenag," tutur dia. (Medcom.id/H-3)

Baca Juga

Dok.Ist

Kelompok Marginal Butuh Pendampingan Dalam Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 09:30 WIB
Pada titik inilah UNAIDS mengambil peran, untuk memastikan tidak ada kelompok yang...
DOK Kenari Daja

Kenari Djaja Award 2021 Bentuk Dukungan Terhadap Karya Anak Bangsa

👤Widhoroso 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:40 WIB
KOMPETISI desain handle atau gagang pintu yang digelar Kenari Djaja sukses memunculkan desain-desain inovatif dari...
Antara

Menteri PPPA Puji Protes Guru dan Murid Tolak Pernikahan Anak

👤Ant 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:30 WIB
Menurutnya, aksi penolakan ini menunjukkan kesadaran bahwa pernikahan anak di bawah umur tidak sepatutnya...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya