Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Kemenag Aceh Siapkan 6 Titik Pantau Hilal Syawal 1447 H, Warga Bisa Ikut Menyaksikan

Media Indonesia
18/3/2026 08:54
Kemenag Aceh Siapkan 6 Titik Pantau Hilal Syawal 1447 H, Warga Bisa Ikut Menyaksikan
Ilustrasi(Dok Kemenag Aceh)

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh telah menetapkan enam lokasi strategis untuk pelaksanaan rukyatul hilal (pemantauan bulan sabit) guna menentukan awal 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026. Pengamatan ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menyatakan bahwa pemantauan akan dilakukan serentak dengan sidang isbat nasional yang dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta. Di Aceh, prosesi akan dimulai sejak sore hari dengan dukungan instrumen astronomi modern.

Daftar 6 Lokasi Pantau Hilal di Aceh

Berikut adalah titik lokasi resmi pemantauan hilal di Provinsi Aceh untuk penentuan Idul Fitri 1447 H:

  • Aceh Besar: Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang, Lhoknga.
  • Sabang: Tugu Nol Kilometer Indonesia.
  • Lhokseumawe: Bukit Blang Tiron, Perta Arun Gas.
  • Aceh Jaya: Pantai Lhokgeulumpang, Kecamatan Setia Bakti.
  • Aceh Barat: POB Suak Geudubang.
  • Simeulue: Pantai Nancala, Teupah Barat.

Azhari menjelaskan bahwa khusus di Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang, pihaknya menyiagakan lima teleskop astronomi canggih. "Kami juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum yang ingin melihat langsung proses pemantauan ini sebagai bagian dari edukasi," ujarnya di Banda Aceh, Selasa (17/3/2026).

Analisis Teknis: Hilal Masih di Bawah Kriteria MABIMS

Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, mengungkapkan bahwa berdasarkan data astronomi, posisi hilal pada 29 Ramadan 1447 H di Aceh diperkirakan memiliki ketinggian 3,1 derajat. Namun, nilai elongasinya baru mencapai 6,1 derajat.

Angka ini menjadi sorotan karena masih berada di bawah kriteria minimal MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang mensyaratkan elongasi minimal 6,4 derajat. Kondisi ini membuka potensi terjadinya perbedaan awal Syawal antara pemerintah dengan metode kalender global lainnya.

Imbauan Moderasi Beragama

Menyikapi potensi perbedaan tersebut, Azhari meminta masyarakat Aceh untuk tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan menjaga ukhuwah Islamiyah.

"Apabila terdapat perbedaan penetapan Idul Fitri, jangan sampai merusak persatuan. Jadikan itu sebagai rahmat dan ruang toleransi karena masing-masing memiliki landasan hukum dan metode yang kuat," tegas Azhari.

Hasil pemantauan dari enam titik di Aceh ini akan segera dilaporkan ke Kementerian Agama RI di Jakarta sebagai bahan pertimbangan utama dalam Sidang Isbat. Masyarakat diharapkan menunggu pengumuman resmi pemerintah yang dijadwalkan akan disiarkan pada Kamis malam sekitar pukul 19.30 WIB.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik