Rabu 05 Mei 2021, 21:15 WIB

Hoaks BPA Galon Guna Ulang Resahkan Warga NU

Abdillah M Marzuqi | Humaniora
Hoaks BPA Galon Guna Ulang Resahkan Warga NU

MI/ Abdillah M Marzuqi
Imam Pituduh

 

NAHDLATUL Ulama (NU) dan komunitasnya sangat dirugikan oleh isu tidak benar atau hoaks bahaya Bisfenol A (BPA) galon guna ulang. 

Salah satu alasannya adalah karena isu hoaks itu telah memicu keresahan di masyarakat khususnya NU yang telah lama menggunakan air minum galon guna ulang.

Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Imam Pituduh. Menurutnya, masyarakat NU di daerah banyak yang mengkonsumsi produk air minum dalam kemasan dari galon guna ulang.

“Jadi, isu hoaks itu membuat mau tidak mau sudah sangat meresahkan dan membuat mereka kawatir karena mereka sudah mengkonsumsi produk tersebut selama puluhan tahun,” ujarnya dalam webinar Kebijakan Pemerintah & Jaminan Perlindungan Keamanan Kemasan Galon Guna Ulang yang diadakan Forum Jurnalis Online dan PBNU (4/5).

Imam menyebut keresahan yang menjadi persoalan NU yang disebabkan isu hoaks itu sebagai mental healthiness.

“Isu hoaks itu telah mengganggu kesehatan mental atau psikologis masyarakat, apalagi disebutkan ancamannya bagi bayi, balita dan anak-anak, ibu menyusui,ibu hamil. Nah, ini yang mengkhawatirkan,” ucapnya.

Menurutnya, isu hoaks bahaya BPA galon guna ulang itu tidak hanya merugikan NU secara kekhawatiran kesehatan mental saja, tapi juga sebagai produsen. Banyak masyarakat NU memiliki usaha usaha mikro kecil menengah (UMKM), maupun industri mikro kecil menengah (UMKM).

“Jadi, air minum dalam kemasan itu bukan hanya didominasi oleh perusahaan-perusahaan besar saja, kami juga memiliki usaha UMKM atau IMKM yang sudah banyak memproduksi air minum dalam kemasan. Di pesantren-pesantren itu banyak IMKM yang memproduksi beberapa merek,” tuturnya.

Selain di pesantren-pesantren, dia mengatakan UMKM NU juga ada yang bergerak di industri air isi ulang yang juga merasa dirugikan dengan isu hoaks bahaya BPA galon guna ulang itu. Sebab itu, sangat diperlukan klarifikasi dan informasi yang valid atas galon guna ulang dari pemerintah atau ahli.

Sebelumnya, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Rita Endang mengklarifikasi kabar tersebut. Ia menegaskan BPOM sudah memiliki peraturan sendiri terkait keamanan air minum galon guna ulang yakni penetapan batas migrasi Bisfenol A (BPA) dalam galon guna ulang itu maksimum 0,6 bpj (0,6 ppm). Sedangka, hasil pengawasan BPOM terhadap kemasan galon yang terbuat dari Polikarbonat (PC) selama lima tahun terakhir (2016-2020), menunjukkan bahwa migrasi BPA di bawah 0.01 bpj (10 mikrogram/kg) atau masih dalam batas aman.

“Hingga saat ini, BPA dalam air minum galon guna ulang itu juga tidak memiliki risiko terhadap kesehatan konsumen. Paparan BPA dalam air minum galon guna ulang saat ini masih terlalu rendah untuk dapat menyebabkan masalah kesehatan, termasuk pada bayi dan wanita hamil. Hal ini juga sejalan dengan hasil dari EFSA (Otoritas Keamanan Pangan di Eropa) dan US-FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat),” ujarnya. (OL-8)

Baca Juga

Dok MI

Komnas HAM Pantau Penanganan Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 12:48 WIB
Komnas HAM RI meminta pemerintah daerah beserta jajaran terkait melakukan penanganan kesehatan yang intensif serta layanan kemanusiaan bagi...
Ist

Edukasi Konsumen Tingkatkan Kesadaran Tanggung Jawab Lingkungan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 12:26 WIB
Webinar FSC Forest Week 2022 memberikan edukasi terkait berbagai macam cara dalam meningkatkan kesadaran bagi konsumen terhadap...
Dok Kominfo

Kemenkominfo Gelar Kelas Podcast Disabilitas Di Surabaya

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 12:15 WIB
Pelatihan ini untuk membuktikan bahwa seluruh elemen masyarakat mendapatkan hak dan akses yang sama untuk berkontribusi di ruang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya