Jumat 30 April 2021, 10:50 WIB

Handoko: BRIN Akan Perkuat Ekosistem Riset dan Inovasi Nasional

Faustinus Nua | Humaniora
Handoko: BRIN Akan Perkuat Ekosistem Riset dan Inovasi Nasional

MI/RAMADANI
Kepala BRIN yang baru dilantik, Laksana Tri Handoko

 

Mantan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko, telah resmi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 28 April 2021 di Jakarta. Pelantikan itu menyusul ditetapkannya BRIN sebagai badan otonom pusat integrasi riset dan inovasi di Indonesia yang akan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Handoko mengungkapkan bahwa pada pelaksanaanya, lembaga-lembaga penelitian di tanah air sekaligus fungsi penelitian dan pengembangan yang ada di kementerian akan diintegrasikan dalam BRIN. Dalam hal ini, integrasi riset akan mencakup seluruh proses manajemen, anggaran serta sumber daya manusia.

Baca juga: Kemensos Terima Bekerja Keluarga Prajurit KRI Nanggala-402

“BRIN ditujukan untuk konsolidasi sumber daya, khususnya anggaran dan SDM. Target konsolidasi sendiri direncanakan mulai pada Tahun Anggaran 2022,” terang Handoko dalam keterangan resmi, Kamis (29/4).

Dijelaskannya, BRIN sendiri dibentuk untuk menjadi penyedia infrastruktur riset berbagai bidang. Secara khusus untuk meningkatkan nilai tambah kekayaan sumber daya alam lokal demi peningkatan ekonomi nasional.

“Pada tahap awal saya akan memfokuskan pada riset dan inovasi berbasis biodiversitas yang memiliki local competitiveness tinggi. Tentu riset dan inovasi teknologi juga tetap didukung,” ujarnya.

Dirinya pun menambahkan, BRIN diharapkan mampu menjadi jembatan antara dunia riset dengan dunia industri.

“BRIN harus mampu menjadi enabler (pengungkit) bagi industri Indonesia untuk mampu berkompetisi secara global,” ungkapnya.

Melalui aktivitas riset yang terintegrasi dan melahirkan banyak invensi dan inovasi yang mampu bersaing secara global maka hilirisasi industri dapat menjadi enabler ekonomi dan sekaligus penarik investor sektor riset.

Laksana Tri Handoko lahir di Malang, 7 Mei 1968. Meraih gelar Strata-1 bidang Fisika di Universitas Kumamoto, Jepang dan melanjutkan Pendidikan Master dan Doktor nya di Universitas Hiroshima, Jepang. Sebelum menjabat sebagai Kepala LIPI pada 2018, Handoko mengawali karirnya di lembaga penelitian pemerintah sebagai Kepala Group Fisika Teori dan Komputasi di Pusat Penelitian Fisika LIPI (2002 – 2012), Kepala Pusat Penelitian Informatika LIPI (2012 – 2014), dan Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI (2014 – 2018).

Tiga tahun masa kepemimpinannya sebagai Kepala LIPI, Handoko memimpin dan mengawal langsung proses transformasi LIPI menjadi lembaga riset yang lebih efisien, efektif, dan produktif. Tranformasi kelembagaan tersebut dijalankan sebagai komitmen mendukung Reformasi Birokrasi (RB) yang dicanangkan pemerintah.

“RB LIPI merupakan kunci untuk meningkatkan kinerja lembaga penelitian dan ilmu pengetahuan. RB LIPI dilakukan melalui perbaikan manajemen riset dengan cara melakukan penataan organisasi secara total dan perubahan proses bisnis melalui rekayasa birokrasi,” tandasnya. (H-3)

Baca Juga

Dok. Setwapres RI

Wapres: Data Statistik Berkualitas Penting Bagi Pembangunan Nasional

👤Emir Chairullah 🕔Minggu 26 September 2021, 18:40 WIB
Melalui data statistik yang berkualitas, Ma'ruf menilai implementasi kebijakan pemerintah dapat dilakukan secara akurat dan tepat...
ANTARA/Muhamad Ibnu Chazar

Hari Paru Sedunia, Penyakit Paru Kembali Jadi Ancaman

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Minggu 26 September 2021, 17:15 WIB
Kasus kanker paru, tuberkulosis, ISPA, asma, hingga kasus penyakit paru obstruktif kronik terus meningkat dan menyebabkan...
ANTARA/BUDI CANDRA SETYA

Epidemolog UI : Antisipasi Peningkatan Kasus pada Natal dan Tahun Baru

👤Indriyani Astuti 🕔Minggu 26 September 2021, 16:30 WIB
Angka kasus positif covid-19 menurun, tetapi ada potensi kenaikan kembali pada libur hari raya Natal dan tahun...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya