Minggu 04 April 2021, 23:15 WIB

Cara Mengajar saat Pandemi Mesti Beda untuk Bentuk Karakter Siswa

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Cara Mengajar saat Pandemi Mesti Beda untuk Bentuk Karakter Siswa

Antara/Fakhri Hermansyah.
Sejumlah murid Sekolah Dasar (SD) mengamati video pembelajaran di Taman Katar Pusaka, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (6/3).

 

TERKAIT efektivitas pembelajaran tatap muka terbatas, pengamat pendidikan Indra Charismiadji memastikan bahwa pembentukan karakter anak usia dini bisa dicapai melalui cara tersebut.

"Bisa. Saya sudah membuktikan sendiri, sudah banyak buktinya tapi ya nanti kuncinya cara mengajarnya beda ya. Kita enggak bisa dong masak nasi di rice cooker tapi kita panasin di kompor. Ini sama dengan mengajar digital itu untuk modelnya seperti yang tradisional. Jadi anak-anak sekarang di usia dini pun bisa muncul kemandiriannya, gotong-royong, berpikir kritisnya, bahkan kemampuan membaca kita bisa latihan secara daring tetapi ada triknya gitu," kata Indra diminta keterangannya Minggu (4/4).

Dia menjelaskan fungsi guru sebagai fasilitator untuk anak mendapatkan informasi dan model yang paling cocok. Sebab, ada anak yang cocok mendapatkan informasi dengan model audio dan ada yang lebih cocok mengunakan animasi.

"Dengan era digital ini, kebinekaan siswa, perbedaan siswa, cara belajar siswa justru malah bisa kita sediakan, karena kita punya alat-alatnya. Nah, fungsi guru bukan yang ceramah, yaang mentransfer ilmu tetapi mengarahkan informasi ini bisa didapatkan," terangnya.

Meskipun begitu, Direktur Pendidikan Vox Populi Institute Indonesia justru khawatir dengan penerapan pembelajaran dua kanal ini. Sebab, beban guru akan bertambah dan mereka belum siap dengan SDM yang dimiliki setiap sekolah.

"Saya Justru malah takut dan ini akan timbul kekacauan. Kemampuan gurunya enggak disiapkan, 100% daring saja kesulitan, apalagi 50%. Berarti kan daring juga enggak hilang," jelasnya

Indra juga mewanti-wanti agar tidak terbuai dengan vaksinasi. Sebab, dalam paparan Mendikbud seakan-akan begitu vaksinasi selesai, semua masalah selesai. Oleh karena itu, jangan sampai kondisi ini akan timbul masalah baru. (OL-14)

Baca Juga

Antara/Mohamad Hamzah

Pengawasan Ketat Ternak Impor dan Karantina Hewan Cegah Meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:44 WIB
“Titik-titik pemeriksaan, pengawasan dan karantina untuk sapi impor perlu menjadi fokus pemerintah supaya PMK tidak semakin...
DOK Kemenko PMK

Pemerintah Maksimalkan Perlindungan Bagi Anak dan Penyandang Disabilitas yang Terdampak Pandemi

👤Widhoroso 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:01 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, masa depan anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang kehilangan orang tua pada masa Pandemi...
Antara

14,3 Juta Lansia Rampung Divaksinasi

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:38 WIB
Jumlah itu setara 66,44 persen dari target 21.553.118...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya