Jumat 02 April 2021, 11:15 WIB

Sel T Pembunuh Tingkatkan Imunitas Terhadap Varian Covid-19

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Sel T Pembunuh Tingkatkan Imunitas Terhadap Varian Covid-19

AFP/NOEL CELIS
Vaksin covid-19 Sinopharm diperlihatkan dalam media tour oleh State Council Information Office (SCIO) di Beijing, Jumat (26/2/2021).

 

KEMUNCULAN varian virus korona telah memicu kekhawatiran tentang dampaknya terhadap efektivitas vaksin dan apakah orang yang sebelumnya terinfeksi mungkin lebih rentan terhadap infeksi ulang.

Tetapi sebuah studi baru pada Selasa (30/3) menunjukkan bahwa pemain kunci dalam respons kekebalan, yang disebut sel T pembunuh, sebagian besar tetap tidak terpengaruh.

Penemuan ini menggembirakan karena meskipun sel darah putih ini bukan pertahanan garis pertama melawan infeksi, mereka dapat membantu mencegah penyakit menjadi lebih parah.

Baca juga: BMKG: Gempa Melonguane Dangkal Akibat Subduksi Sangihe-Talaud

Ilmuwan di National Institutes of Health dan John Hopkins University menganalisis sampel darah dari 30 orang yang telah tertular dan pulih dari covid-19 sebelum munculnya varian.

Tim ingin mengetahui apakah sel-sel ini, yang dikenal dengan nama teknisnya sel CD8 + T masih dapat mengenali tiga varian SARS-CoV-2 yakni B117 yang pertama kali ditemukan di Inggris, B1351 yang diidentifikasi di Afrika Selatan, dan B11248 yang pertama kali terlihat di Brasil.

Yang membuat masing-masing varian ini unik adalah mutasi yang mereka bawa, terutama di wilayah protein lonjakan virus, struktur yang menancapkan permukaannya dan memungkinkannya menyerang sel.

Telah terbukti bahwa mutasi pada daerah protein lonjakan ini membuat beberapa varian kurang dapat dikenali untuk menetralkan antibodi protein pelawan infeksi yang diproduksi oleh sel B sistem kekebalan.

Ini tampaknya benar, misalnya untuk B.1.351, menurut penelitian tentang dampak vaksin covid-19 generasi saat ini.

Antibodi penetral dibuat khusus agar sesuai dengan antigen, atau struktur spesifik patogen. Dalam kasus virus korona, ini adalah protein lonjakan, yang mengikat antibodi, mencegah virus menginfeksi sel.

Sebaliknya, sel T pembunuh mencari tanda-tanda sel yang telah terinfeksi patogen yang sebelumnya mereka temui, dan kemudian membunuh sel tersebut.

Baca juga: Cagar Budaya perlu Ketahanan dari Ancaman Bencana

Dalam studi baru, para peneliti menemukan bahwa respon sel T pembunuh sebagian besar tetap utuh dan dapat mengenali hampir semua mutasi dalam varian yang diteliti.

Para peneliti mencatat bahwa penelitian yang lebih besar diperlukan untuk mengonfirmasi hasil, tetapi mengatakan bahwa hal itu menunjukkan bahwa sel T pembunuh kurang rentan terhadap mutasi pada virus korona daripada antibodi penawar.

Antibodi masih penting untuk mencegah infeksi sejak awal dan berkurangnya kemanjuran vaksin terhadap varian tampaknya menjadi bukti.

Tetapi respons sel T pembunuh yang muncul kemudian dan membantu membersihkan penyakit, membantu menjelaskan mengapa vaksin tampaknya dapat mencegah penyakit parah dan rawat inap, meskipun kemanjurannya dalam menghentikan infeksi oleh varian berkurang.  (H-3)

Baca Juga

Ist

Penanganan Akurat Dapat Minimalkan Kerusakan pada Jantung

👤Eni Kartinah 🕔Kamis 29 September 2022, 18:01 WIB
Penyakit jantung masih merupakan salah satu penyakit dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi di dunia dengan angka mencapai 18,6...
ANTARA FOTO/Makna Zaezar

Kemendikbud-Ristek Tegaskan Data Guru PPPK Ada di Pemda

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 29 September 2022, 17:46 WIB
Honorer yang lulus ASN PPPK sejak awal pengumuman diserahkan atau dikirim melalui sistem. Hal itu menjamin transparansi dan akuntabilitas...
dok.korlantas

Maknai HUT Lantas 67, Korlantas Bagikan Ratusan Sembako ke Sopir Bus

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 17:21 WIB
KORPS Lalu Lintas (Korlantas) Polri kembali memaknai HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-67 dengan membagikan ratusan sembako, di Terminal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya