Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca telah tiba di Indonesia pada awal pekan ini. Terkait dengan hal tersebut, BPOM juga telah menerbitkan emergency use authorization (EUA) untuk penggunaan vaksin merk tersebut di Indonesia.
Pakar Imunisasi Elizabeth Jane Soepardi mengungkapkan, masyarakat jangan takut dan termakan kabar bohong yang beredar di publik terkait dengan vaksin AstraZeneca maupun merk vaksin lainnya. Ia menegaskan, pada prinsipnya semua vaksin sama efektif untuk mencegah covid-19.
"Semua produsen vaksin mengikuti aturan yang sama dan harus lulus uji WHO. Saat ini yang menjadi perhatian utama adalah keterbatasan stok vaksin dari produsennya," kata Jane dalam keterangan resmi, Jumat (12/3).
Namun demikian, memang ada sejumlah hal yang harus diperhatikan dalam pemberian vaksin. Jangan sampai penyebaran vaksin merk satu dan lainnya tercampur.
Baca juga: Investor Milenial Disarankan Hati-Hati dalam Bermain Saham
"Misalkan dosis pertama diberikan Sinovac, lalu dosis kedua diberikan merk vaksin yang berbeda. Hal ini yang harus diperhatikan, jangan sampai terjadi. Jadi, ada kemungkinan vaksin AstraZeneca didistribusikan ke daerah tertentu yang belum dikirimkan vaksin Sinovac sehingga tidak tercampur," jelasnya.
Adapun, utuk proses penyimpanan, AstraZeneca membutuhkan penanganan yang sama dengan vaksin covi-19 sebelumnya yang telah digunakan, yakni dengan menggunakan kulkas dan dapat disimpan pada suhu 2-18 derajat celcius.
"Cara menyuntiknya juga sama, intramscular dengan sudut 90 derajat, sama persis. Para vaksinator sudah siap menggunakan vaksin ini, tidak perlu ada pelatihan khusus untuk AstraZenca. Cukup dengan sosialisasi internal di kalangan vaksinator sebelum pelaksanaan vaksinasi," jelasnya. (OL-4)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved