Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
PEREMPUAN harus mampu menjawab berbagai tantangan yang semakin kompleks di masa pandemi Covid-19 ini. Gerakan untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas perempuan harus konsisten dilakukan.
"Tantangan yang harus dihadapi perempuan di masa pandemi Covid-19 ini semakin kompleks, sehingga perempuan harus mampu meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya untuk menjawab berbagai tantangan saat ini," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/3) menyambut International Women's Day (IWD) yang diperingati setiap 8 Maret.
Tema IWD 2021 adalah Women in Leadership: Achieving an equal future in a Covid-19 world. Dengan sebuah kampanye yang dipopulerkan lewat tagar #ChooseToChallenge, tema peringatan IWD tahun ini bertujuan untuk menyelesaikan ragam persoalan yang dihadapi perempuan saat ini.
Sebagai bagian dari warga negara, menurut Lestari, perempuan juga memiliki hak dan kewajiban untuk berperan dalam membangun bangsa dan negara, seperti yang diamanatkan UUD 1945.
Diakui Rerie, sapaan akrab Lestari, tantangan yang dihadapi perempuan di masa pandemi ini semakin beragam.
Selama ini, menurut Rerie, perempuan Indonesia masih menghadapi tantangan eksternal seperti sikap bias gender dari sejumlah pihak karena cara pandang patriaki yang sudah membudaya dan tantangan dari dalam diri perempuan sendiri yang umumnya masih enggan bangkit untuk memperbaiki kondisi ketidaksetaraan yang dialami.
Dalam laporan The Global Gender Gap Index 2020 yang dirilis oleh World Economic Forum, Indonesia berada di peringkat 85 dari 153 negara dengan skor 0.7 dari skala 0 - 1, dengan angka 1 menunjukkan keseimbangan. Angka tersebut tidak mengalami perubahan sejak 2018.
Di masa pandemi Covid-19 ini, tegas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, tantangan yang dihadapi perempuan Indonesia semakin beragam dengan munculnya masalah domestik sebagai dampak kebijakan pengendalian penyebaran virus korona.
Masalah domestik yang dialami perempuan di masa pandemi, jelas Rerie, antara lain berbentuk kekerasan fisik, tekanan ekonomi hingga tekanan psikologis akibat berbagai masalah yang dihadapi di rumah tangganya.
Komisi Nasional Antikekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) dan sejumlah lembaga mitra menerima laporan 8.234 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2020. Sebanyak 79% kasus di antaranya adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Melihat semakin kompleksnya tantangan yang harus dihadapi perempuan, Rerie mendesak, para pemangku kepentingan segera mengambil langkah-langkah strategis untuk melindungi hak-hak dasar perempuan yang terancam di masa pandemi ini.
Di sisi lain, Rerie berharap, perjuangan untuk menjawab tantangan dalam mewujudkan kesetaraan perempuan tidak boleh padam.
Berbagai upaya untuk mendorong tidak ada lagi bias gender di berbagai bidang harus terus diupayakan.
Menurut dia, perempuan juga harus mulai mengkritisi diri dan tidak boleh takut mengambil kesempatan berkiprah di sejumlah sektor yang diminatinya.
Tentu saja upaya tersebut, tegas Rerie, harus diikuti peningkatan kapasitas dan pengetahuan yang berkelanjutan oleh setiap perempuan, agar mampu menjawab setiap tantangan dan kesempatan yang ada.
Dengan kapasitas dan pengetahuan yang setara, bahkan di atas rata-rata, Rerie yakin, perempuan dapat membangun kepercayaan diri untuk bersama-sama mengatasi berbagai tantangan yang ada di masa kini dan di masa datang. (OL-8)
Dampak psikologis pascabencana berpengaruh terhadap proses pemulihan sosial dan ekonomi, terutama di wilayah dengan kerentanan ekonomi tinggi seperti di Sumatra.
Keberadaan petugas haji perempuan dinilai krusial untuk menghadirkan layanan terhadap kebutuhan spesifik jemaah perempuan, yang tidak selalu dapat dilakukan oleh petugas laki-laki.
Miom adalah pertumbuhan jaringan otot dan jaringan ikat di dinding rahim, sedangkan kista merupakan kantong berisi cairan yang umumnya terbentuk di ovarium.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Program LAKSMI sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Fokus entitas adalah pada pemberdayaan, baik melalui peningkatan kemampuan komunikasi strategis maupun melalui dukungan emosional dan edukasi bagi perempuan.
Aspek inklusivitas harus menjadi fondasi utama dalam proses pembangunan nasional.
DORONG upaya pencegahan pekerja anak di tanah air secara konsisten dengan menerapkan kebijakan yang komprehensif dan didukung sejumlah pihak terkait.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya membangun ekosistem hukum yang kuat serta edukasi yang memadai untuk melindungi anak-anak.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved