Jumat 05 Maret 2021, 21:15 WIB

Wabah Membawa Berkah

Neni Hermita Dosen Universitas Riau, Fasilitator Pembelajaran Tanoto Foundation | Humaniora
 

SUDAH setahun pandemi covid-19 hadir di Indonesia yang membuat kita mengalami era sulit di berbagai lini kehidupan. Salah satu yang lumayan terdampak ialah sistem pendidikan. Kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik blended learning maupun hybrid learning harus dilakukan untuk berbagai jenjang pendidikan.

Dampak dari kebijakan PJJ dan pembelajaran yang terjadi di lapangan sangat beragam. Positifnya, para pendidik dan orang tua banyak mempelajari hal baru yang meningkatkan kemampuan maupun literasi digital mereka. Literasi digital ini merupakan keterampilan abad 21 yang sangat penting dan paling dibutuhkan dalam kehidupan. Oleh karena itu secara tak langsung PJJ melatih berbagai keterampilan kepada kita sebagai pendidik maupun orang tua. 

Selain berdampak bagi guru dan siswa, mahasiswa juga mengalami hal yang sama. Mahasiswa yang biasanya sehari-hari berada di kelas nyata, berubah situasi menjadi kelas maya. Tak jauh beda dengan yang dialami guru, siswa dan orang tua, mahasiswa juga secara terpaksa mengalami peningkatan dari segi literasi digital. Dalam hal PJJ ini, kita cukup ambil hikmah dari apa yang terjadi supaya kita menjadi makhluk yang senantiasa bersyukur kepada sang pencipta.

Saya mengajar beberapa matakuliah pada program S1 PGSD dan S2 Pendidikan IPA. Dengan pendekatan MIKiR mahasiswa menghasilkan berbagai media pembelajaran untuk PJJ. Hasil dari kelas ini bisa dimanfaatkan oleh guru untuk mengajar di kelas. Untuk memotivasi mahasiswa, pada 21 November 2020 saya mengundang beberapa kolega untuk mengisi materi di kelas perkuliahan saya dengan 240 peserta melalui zoom meeting

Narasumber pertama, Mr Tommy dari Guangxi Normal University Tiongkok yang memberikan materi tentang media pembelajaran di sekolah dasar (SD). Narasumber kedua, seorang guru dari sekolah mitra yaitu Iren dari SDN 192 untuk berbagi pengalaman tentang PJJ di SD. Narasumber ketiga, Rokayah seorang praktisi dan akademisi (kepala sekolah dan dosen) dari Kota Bandung, Jawa Barat memberikan paparan tentang kurikulum di SD. Narasumber keempat, Atikah seorang pengawas dari salah satu kabupaten di Jabar berbagi pengalaman selama jadi pengawas di SD terkait media pembelajaran yang digunakan. 
 
Banyak hal yang diperoleh mahasiswa dari kegiatan ini. Berbagai pengalaman dari narasumber menjadi ilmu baru bagi mereka. Antusiasme mereka tunjukkan ketika yang hadir di kelas mereka ada dari Tiongkok, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan salah satu guru berprestasi dari sekolah mitra Universitas Riau. Ternyata hikmah PJJ bisa mendatangkan narasumber dari lintas universitas bahkan lintas negara tanpa biaya. 

Kelas dengan MIKiR

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dilaksanakan PGSD FKIP UNRI dan PGSD UPI Kampus Serang dengan melakukan pertukaran mahasiswa dan dosen. Pada matakuliah saya, untuk percobaan MBKM ini dimulai 17 November-23 Desember 2020. Sekitar 180 mahasiswa untuk 5 kali pertemuan perkuliahan melalui zoom meeting pada matakuliah perencanaan pembelajaran di SD. 

Dalam pertemuan ini saya manfaatkan untuk diseminasi materi tentang Pembelajaran Aktif dan sebagian isi Modul I Tanoto Foundation berkolaborasi dengan Widjojoko dari kampus UPI Serang. Dari komentar mahasiswa dan dosen, ternyata materi ini sangat menarik, merupakan hal baru dan bagus untuk diterapkan pada pembelajaran. Ini merupakan hikmah PJJ berikutnya, MBKM bisa berjalan tanpa biaya transportasi.
 
Melalui pendekatan MIKiR (mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi) yang diterapkan, diperoleh banyak sekali hasil yang dicapai mahasiswa dari perkuliahan. Dua buah karya yang dibuat mahasiswa selama perkuliahan berupa book chapter yang sedang pengurusan ISBN, semoga bisa publish dalam bulan Februari 2021 ini. 

Hasil dari mahasiswa S1 buku berjudul Platform Media Pembelajaran Jaman Now untuk Blended learning dan Hybrid Learning. Buku ini berisi tentang review semua platform pembelajaran daring yang sudah mereka pelajari dari awal kuliah hingga akhir. Sedangkan mahasiswa S2 menghasilkan buku yang berjudul Inovasi Pembelajaran Abad 21 yang berisi tentang inovasi dan pengalaman nyata untuk pembelajaran IPA.

Ternyata, manusia bisa lebih kreatif ketika ada permasalahan. PJJ memberikan berbagai permasalahan dan alternatif solusi bagi yang kreatif. Melalui kreativitas, banyak hal bisa dilakukan ketika kita menemukan masalah. Sehingga diharapkan kita menjadi manusia yang solutif. Jadi, kita harus selalu bersyukur atas apa yang telah terjadi, karena akan ada hikmah di balik semua kejadian. 

 Neni Hermita, Peserta Peningkatan Skill Menulis bagi Tenaga Pengajar Se-Indonesia

Baca Juga

Ant/Makna Zaezar

Soal Ujian Bocor Ternyata Kepsek dan Guru Matematika Pelakunya

👤Ardi T Hardi 🕔Selasa 13 April 2021, 16:38 WIB
TIM Pencari Fakta (TPF) Pendidikan DIY menyampaikan hasil investigasi atas kebocoran soal Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) 2021...
MI/John Lewar

3 Jembatan Putus, 8 Desa di NTT Kesulitan Dapat Bantuan

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 13 April 2021, 16:10 WIB
SEBANYAK tiga jembatan putus akibat serangan Siklon Seroja di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mengisolasi delapan desa di Flores...
Antara/HO

Dorong Peran Aktif Masyarakat Tanggulangi Terorisme & Radikalisme

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 13 April 2021, 15:49 WIB
Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis dalam kesempatan itu mengharapkan masyarakat berperan aktif dalam mencegah aksi terorisme agar tidak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya