Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menargetkan sedikitnya 40 juta penduduk sudah divaksinasi pada akhir Juni mendatang.
Dengan ditetapkannya target tersebut, ia berharap Kementerian Kesehatan bisa menyuntikkan vaksin kepada satu juta orang setiap hari.
"Kita targetkan satu juta orang harus divaksinasi setiap hari agar selesai tepat waktu," ujar Jokowi, Kamis (4/3).
Hingga saat ini, jumlah masyarakat yang sudah menerima vaksin baru sekitar dua juta orang yang terdiri dari kelompok tenaga kesehatan, tenaga pendidik, awak media, ASN, TNI dan Polri serta kaum lanjut usia.
Sebagai upaya akselerasi, pemerintah sudah mendistribusikan 12 juta vaksin covid-19 ke berbagai provinsi di seluruh Indonesia.
"Saya telah mengingatkan dan meminta pemerintah daerah untuk lebih cepat, lebih giat melaksanakan vaksinasi. Itu harus dilakukan agar kita segera dapat membentuk kekebalan kelompok," tuturnya.
Baca juga : Presiden Jokowi: 4,6 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca akan Tiba Maret
Selain menggencarkan vaksinasi, pemerintah juga masih menerapkan pembatasan sosial di Jawa-Bali.
Jokowi mengklaim, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berskala Mikro sudah menunjukkan hasil yang baik.
Melalui program tersebut, rata-rata kasus harian yang ditemukan di Jawa-Bali dalam beberapa pekan terakhir mengalami penurunan.
"PPKM Mikro menunjukkan hasil cukup baik. Tren kasus mingguan di Jawa dan Bali terus menurun. Ini sangat bagus dan kita harus terus bekerja keras agar ini bisa terus turun," ucap Jokowi.
Melihat efektivitas program tersebut, pemerintah akan mengembangkan PPKM Berskala Mikro ke provinsi-provinsi lain di luar Jawa-Bali yang masih memiliki kasus aktif covid-19 tinggi. (OL-7)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved