Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BURUNG pelanduk kalimantan kembali ditemukan setelah sempat hilang dari ekosistem selama 172 tahun. Hal tersebut diungkapkan oleh Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Pertama Balai TN Sebangau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Teguh Willy Nugroho.
Teguh menceritakan burung pelanduk kalimantan ditemukan warga di wilayah Kalimantan Selatan bernama Suranto pada 5 Oktober 2020. Suranto kemudian berkoordinasi hingga penemuan tersebut akhirnya ditelisik lebih dalam lagi oleh pihak KLHK dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
"Awalnya, kami melihat burung tersebut. Kami menganggap tidak ada satu pun literatur yang cocok. Lantas kami anggap mungkin itu new species," kata Teguh dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara daring, Selasa (2/3).
"Setelah berkoordinasi dengan pihak LIPI, pada 9 Oktober 2020 diketahui bahwa itu merupakan burung spesies Malacocincla perspicillata yang 172 tahun hilang," imbuhnya.
Karena keterbatasan literatur, karakteristik burung tersebut masih terus dipelajari. Sampai saat ini, sejumlah karakter yang telah diketahui yakni burung tersebut merupakan endemik Kalimantan Selatan dengan ukuran kecil sekitar 16 cm dan hidup di dataran rendah.
Pada kesempatan itu, peneliti burung Pusat Penelitian Biologi LIPI Tri Haryoko mengungkapkan, kurangnya literatur mengenai burung pelanduk kalimantan menjadi satu tantangan besar yang dihadapi peneliti.
"Kita tidak punya koleksi rujukannya. Selain itu, sifat spesies tidak mencolok sehingga kurang teramati dan tidak termasuk spesies yang diamati serta kurangnya survei lapangan. Jadi banyak info yang belum terungkap," bebernya.
Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati KLHK Indra Eksploitasia juga mengungkapkan, selain burung pelanduk kalimantan, terdapat sejumlah spesies burung pelanduk lain yang masih kekurangan data, mulai dari data karakteristik hingga jumlah populasi. "Apakah kami masukkan spesies ini pada full protection atau harus kita tingkatkan populasinya?" bebernya.
Untuk itu, sembari menjalankan penelitian terkait dengan burung pelanduk kalimantan, ia menyatakan KLHK akan meminta LIPI untuk memasukkan hewan itu tersebut ke spesies yang dilindungi. "Sambil jalan kita lakukan penelitian dan konservasi agar spesies ini bisa tetap lestari di alam," pungkas Indra. (OL-14)
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus perburuan ilegal satwa dilindungi di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo.
Populasi satwa dilindungi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), seperti macan tutul jawa, elang jawa, dan owa jawa, semakin terancam punah.
Ditpolairud Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menyelamatkan dua ekor penyu laut dilindungi dari upaya perburuan di perairan Desa Henga, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian spesies satwa Indonesia yang sudah terancam punah di alam.
Sebanyak 16 ekor satwa dilindungi berupa 13 ekor elang tikus dan 3 ekor elang bondol di Kabupaten Bangka Tengah, berhasil diselamatkan dari perdagangan satwa ilegal.
Pengungkapan kasus kepemilikan serta perdagangan satwa dilindungi di Polda Kepri, Batam.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup akan melakukan audit lingkungan terhadap 182 perusahaan tambang dan sawit yang dinilai menjadi penyebab kerusakan lingkungan dan bencana banjir
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan status kebencanaan menjadi tanggap darurat bencana hidrometeorologi menyusul semakin parahnya kondisi banjir di wilayah tersebut.
BPBD terus menggenjot langkah-langkah strategis untuk meningkatkan mitigasi bencana.
Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat sejumlah wilayah Kalsel saat ini mengalami banjir meliputi Kabupaten Banjar, Balangan dan Hulu Sungai Utara.
(KPK) membeberkan modus dugaan pemerasan terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan tiga orang jaksa di Kalsel. KPK telah menetapkan tiga tersangka
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Kalimantan Selatan menerjunkan 3.800 personel untuk membantu kelancaran dan keamanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved