Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK rumah sakit berharap peran aktif media massa untuk terus mengkampanyekan informasi seputar protokol kesehatan (prokes) dan manfaat vaksinasi Covid-19.
“Karena hal ini sangat membantu tenaga kesehatan atau pemberi layanan kesehatan,” kata dr. Martha Siahaan, MARS, perwakilan CEO Ramsay Sime Darby Health Care Indonesia saat Media Gathering secara online dengan tema Update Perkembangan Covid-19.
Pada keterangan pers, Sabtu (27/2), Prof. dr. Menaldi Rasmin, Sp.P (K) dari RS Premier Jatinegara, menjelaskan definisi tentang klasifikasi diagnosis Covid-19.
Prof.dr.MenaIdi menjelaskan orang dengan gejala positif biasanya demam, batuk, kelelahan yang sangat, gangguan saluran pernafasan akut, penurunan nafsu makan, dan gejala lainnya.
“Probable tahap ini merupakan tahapan yang lebih dekat dengan terkonfirmasi karena biasanya diiringi dengan gejala spesifik seperti gangguan penghidung atau hilangnya penciuman dan perasa, yang terakhir adalah kontak erat dengan pasien terkonfirmasi,” paparnya.
Menurut Prof.dr.Menaldi, pasien terkonfirmasi positif dengan gejala sedang, gejala berat dan kritikal merupakan pasien yang wajib dirawat di rumah sakit. “Sedangkan pasien tanpa gejala hingga gejala ringan dapat melakukan isolasi secara mandiri di rumah,” jelasnya.
Prof. dr.Menaldi menjelaskan bahwa ngka di RS Persahabatan menunjukkan 17% dari pasien dengan gejala sedang dapat lompat menjadi pasien kritis, sedangkan pada gejala berat sekitar 30% masuk kedalam kasus kritis dan angka kematian pada kasus kritis sebesar 53%.
Untuk itu, Prof. dr. Menaldi berharap agar masyarakat dapat mengungkap pasien-pasien dengan gejala ringan dan ditangani secara bersungguh-sungguh agar tidak berkembang menjadi gejala sedang, berat, terlebih lagi kritis.
Ia menegaskan bahwa cara pencegahan Covid-19 dengan memutus mata rantai penyebaran melalui dua tahap yaitu tahap primer adalah dengan penerapan protokol kesehatan secara 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan menghindari kerumunan) bagi masyarakat.
“Bagi pemerintah atau pengelola 3T (tes, telusur, terapi) juga melalui tahap pencegahan kedua yaitu pencegahan secara sekunder dengan melakukan vaksinasi agar tercipta herd immunity secara etis,” jelasnya.
Dalam Sesi kedua Prof. Dr. dr. Jusak Nugraha, Sp.PK (K) menjelaskan mengenai asal-usul, karakteristik dan jenis virus korona.
Ia juga menjelaskan bahwa virus ini 79.1% menyerang usia 19-59 tahun dan 10.4% pada usia di atas 60 tahun dengan kasus fatal yang semakin meningkat pada usia lanjut dan pasien dengan penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya dengan tingkat kematian sebesar 3.4%.
“Adapun jenis pemeriksaan di laboratorium berdasarkan efektifitas tingkatannya adalah, pertama kultur virus melalui pemeriksaan BSL3 namun di Indonesia sangat sedikit yang dapat melakukan pemeriksaan ini, kedua tes molekuler,” jelas Prof.Dr.dr.Jusak. (Nik/OL-09)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) punya peta yang jelas di tengah tantangan komunikasi dunia.
Selain program pelatihan, Kementerian HAM juga akan menggelar kompetisi karya jurnalistik yang berfokus pada isu-isu hak asasi manusia.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pers harus menjaga kepercayaan publik di tengah disinformasi dan AI. Kolaborasi media, pemerintah, dan platform digital jadi kunci ruang informasi sehat.
Sepanjang 2025, isu kemerdekaan pers, profesionalisme jurnalistik, serta keberlanjutan ekonomi media menjadi tiga persoalan utama yang saling berkaitan.
Media massa bisa semakin berperan sebagai duta literasi keuangan untuk membantu meningkatkan literasi, inklusi, dan pelindungan konsumen secara langsung di masyarakat.
WALI Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pihaknya membutuhkan media massa untuk mengoptimalkan penginformasian kepada publik.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved