Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMBILAN remaja Indonesia terpilih menjadi Ashoka Young Changemakers 2021. Mereka berasal dari Jambi, Baturaden, Sumba, Jember, Pelaihari, Bali, Jakarta, Bandung dan Deli Serdang telah membangun inisiatif kreatif yang menghasilkan dampak baik di komunitas mereka maupun dampak bersakala nasional.
Inisiatif yang dikerjakan remaja dengan rentang usia 12-20 tahun ini mulai dari memutus mata rantai eksploitasi anak, menghubungkan generasi muda dengan karir, meningkatkan kesejahteraan petani, membangun budaya hidup berkelanjutan, dan berbagai isu sosial lainnya.
Dalam keterangan tertulis dari Ashoka Young Changemaker 2021 yang diterima mediaindonesia.com, Kamis (18/2) sembilan remaja itu adalah Faye Simanjuntak (18) dengan program Rumah Faye Bali. Amara Tahseen (14) dengan Batuva Baturaden Jateng. Nabila Ishma (19) dengan program CDEF Metamorfosa Bandung, Azzam Habibullaj (19) degan program Tuntungan Ground Board Game Deli Serdang, Sumut.
Kemudian Nuke Aprilia Cut Meltari (19) dengan program Nukey Talks Jambi. Itrin Diana Mozez (15) melalui Komunitas Pitagoras Sumba, NTT, Catherine Susanto (18)dengan Girls Learn Code Jakarta. Tidak ketinggalan dari Jember Jawa Timur yakno Syazwan Luftan Riady (14) dengan program Komunalian dan terakhir Alvian Wardhana (19) lewat Literasi Anak Banua Pelaihari, Kalimantan Selatan.
Selain teruji secara konsisten melakukan gerakan pembaharuan dan telah berdampak sosial, masing-masing Ashoka Young Changemaker melalui proses wawancara dengan para panelis independen yang juga merupakan para pemimpin pembaharu di bidang masing-masing.
Program Manager Asia Foundation, Mustafa yang juga menjadi panelis Ashoka Young Changemaker berkomentar bahwa semangat anak-anak muda ini sangat luar biasa.
"Kalau saya bayangkan, anak-anak sekarang mungkin fokusnya itu ekonomi, robotic. Tetapi Ashoka Young Changemaker justru menaruh perhatian kepada isu-isu yang amat marjinal seperti kekerasan, perdagangan anak. Itu bagi saya amat luar biasa. Selamat untuk Ashoka telah menemukan anak-anak ini."
Salah satu contoh adalah Faye Simanjuntak yang mendirikan dan memimpin Rumah Faye demi memutus mata rantai perdagangan anak dan eksploitasi seksual melalui sistem edukasi peer-to-peer, penyelamatan, dan rehabilitasi. Faye merasa gelisah karena sepertiga kasus perdagangan manusia melibatkan anak-anak. Kasus ini dianggap tabu dan anak-anak tidak dilibatkan dalam pembicaraan mengenai eksploitasi seksual dan pencegahannya. Bersama Rumah Faye, program pencegahan, penyelamatan, dan rehabilitasinya telah menyelamatkan dan rehabilitasi lebih dari 90 anak.
Hampir sama seperti Faye tetapi dengan skala berbeda, Itrin Diana Mozez (15) dari Sumba juga mendisrupsi budaya kekerasan di lingkungannya dengan membangun tempat aman agar teman-teman sebayanya dapat mengembangkan hal-hal positif dan berkontribusi bagi kebutuhan masyarakatnya. Komunitas Pitagoras yang Itrin bangun berfokus pada toleransi, pendidikan, dan lingkungan hidup.
Komunitas Pitagoras yang awalnya diikuti hanya empat orang, kini punya 15 anggota. Dan teman-teman Itrin yang dulunya sering tawuran mulai dapat melihat bagaimana Itrin menyalurkan energi dan perhatiannya ke hal-hal positif sehingga mengurangi perkelahian.
"Yang mereka tampilkan sesuatu yang menginspirasi dan keluar dari zona nyaman," kata Wapemred Harian Kompas, Tri Agung Kristanto, yang juga menjadi bagian dari panelis independen Ashoka Young Changemaker 2021, Rabu (17/2).
Bagi Tri, anak-anak muda ini bisa saja menikmati kenyamanan hidup di usia muda dan tidak perlu peduli dengan masalah di sekitarnya. Tetapi nyatanya, mereka meninggalkan kenyamanannya dan mengusahakan sesuatu bagi mereka yang ditinggalkan atau dipinggirkan.
Di Jambi, Nuke Aprilia menginisiasi Nukeytalks karena terketuk melihat teman-temannya banyak yang tidak tahu mau pilih jurusan apa atau akan berkarir di bidang apa. Melalui Nukeytalks, baik yang menjadi anggota maupun yang bukan anggota akan dapat mengeksplorasi minat dan beragam karir serta profesi. 3,000 anak muda mendaftar di platform Nukeytalks ini. Dan Nuke pun mendapat dukungan dari tim yang mengelola platform ini.
Program Ashoka Young Changemaker merupakan bagian dari gerakan Everyone a Changemaker yang dibangun oleh Ashoka di seluruh dunia. Gerakan ini bukan memilih anak-anak muda yang luar biasa untuk dirayakan kehebatannya.
Ashoka Young Changemaker dipilih untuk mengajak anak-anak muda lain untuk menyadari kemampuan dan kesempatan mereka sebagai pembaharu sejak usia dini.
baca juga: Sekolah Butuh Kreativitas Untuk Bertahan di Saat Pandemi Covid-19
Sebagai organisasi yang mengawali gerakan kewirausahaan sosial di dunia, Ashoka melihat bahwa percepatan perubahan dan timbulnya beragam masalah pelik di masyarakat hanya akan dapat teratasi bila setiap orang menjadi pembaharu, memiliki keterampilan sebagai pembaharu, yaitu kemampuan melihat masalah, membangun tim, dan mencari solusi strategis yang memperbaiki keadaan bukan untuk segelintir orang, tetapi semua orang.
Kemampuan dan keterampilan ini akan jauh lebih terasah bila disadari sejak masih muda dengan menumbuhkan empati dan dengan mengajak anak-anak muda berlatih menjadi pembaharu.
"Masalah tidak akan lebih banyak daripada solusi bila setiap orang menjadi pembaharu," ungkap CEO Ashoka Bill Drayton.
Nani Zulminarni selaku Direktur Regional Ashoka untuk Asia Tenggara menyampaikan semangat anak-anak muda ini harus terus dikembangkan demi terwujudnya iklim kesetaraan.
"Ketidakadilan gender, diskriminasi, dan beragam pelanggaran hak asasi manusia hanya bisa dihapuskan bila setiap orang memiliki empati tinggi dan menjadi pemimpin perubahan sistem nilai yang tidak adil ini," papar Nani.
Koordinator Program Kepemudaan Ashoka Indonesia, Arakusuma memberi contoh ada anak sejak umur 11 tahun telah menjadi pembaharu bagi para peternak sapi di Boyolali dan baru-baru ini terpilih sebagai National Geographic Young Explorer.
"Menjadi pembaharu butuh keberanian menjadi berbeda. Selain itu, ia juga butuh dukungan, paling tidak dari satu orang," pungkasnya. (OL-3)
Tahun ini partisipan program antara lain SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Pemkot Tangerang Selatan merampungkan pembangunan ulang SDN Babakan 01 Setu. Sekolah kini memiliki 24 ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan lapangan baru tanpa sistem masuk siang.
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
PERUBAHAN sosial dan teknologi yang melaju cepat telah mengubah wajah pendidikan.
Penguatan proses pembelajaran menjadi inti dari rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 yang digagas MMSGI bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE).
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
Upaya pencegahan bunuh diri pada remaja dinilai perlu dimulai dari penguatan “jaring pengaman” di lingkungan terdekat, terutama sekolah dan keluarga.
Agar aturan gawai dapat berjalan efektif, orangtua perlu menerapkan pola asuh yang masuk akal dan kolaboratif.
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Rangkaian acara Silatnas dirancang komprehensif, mencakup simposium, peluncuran program strategis, hingga kegiatan sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved