Minggu 14 Februari 2021, 13:45 WIB

Mengapa Tubuh Harus Cukup Zat Besi?

Zubaedah Hanum | Humaniora
Mengapa Tubuh Harus Cukup Zat Besi?

Antara
Siswa menunjukkan mengikuti Gerakan Minum Tablet Tambah Darah untuk mencegah anemia akibat defisiensi zat besi di Kudus, Jateng.

 

ZAT besi adalah mineral penting yang ditemukan dalam makanan seperti coklat, daging, bayam, dan kentang. Ketika seseorang tidak memiliki cukup zat besi, mereka dapat mengalami kelelahan, pusing, dan peningkatan suhu darah.

Mineral yang satu ini diserap ke dalam tubuh melalui makanan dan suplemen. Keberadaannya penting untuk produksi darah karena berkontribusi pada pembentukan hemoglobin, bagian dari sel darah merah yang bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen.

Mempertahankan tingkat zat besi yang cukup membuat tubuh berfungsi dengan baik. "Jika jumlah zat besi dalam tubuh rendah, tubuh tidak akan mampu menghasilkan cukup hemoglobin, yang menyebabkan anemia defisiensi zat besi," kata Bansari Acharya, seorang ahli gizi terdaftar.

Merujuk data Riskesdas 2018, sebanyak 50-60 % kasus anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi ialah kondisi ketika kadar ketersediaan zat besi dalam tubuh lebih sedikit dari kebutuhan harian. Dampaknya tidak sepele.

Pasalnya, kekurangan zat besi berdampak pada turunnya kekebalan tubuh, kurangnya konsentrasi belajar dan kemampuan berpikir, hingga membuat tubuh tidak bugar.

"Zat besi ialah salah satu mikronutrien atau sering juga dikenal sebagai vitamin dan mineral yang sangat penting untuk mendukung kemampuan belajar anak," ujar Prof Dr drg Sandra Fikawati, MPH, ahli gizi ibu dan anak, beberapa waktu lalu.

Memahami tanda-tanda kekurangan zat besi dapat membantu untuk menentukan apakah kamu memiliki kondisi tersebut. Menurut Acharya, gejala ringan kekurangan zat besi dapat menimbulkan kelelahan, sakit kepala ringan, tangan dan kaki dingin dan kurangnya konsentrasi.

Jika kekurangan zat besi terjadi dalam kadar berat, Nicole DeMasi, MS, RDN, CDCES, ahli nutrisi serta ahli gizi terdaftar mengatakan, kondisi itu bisa mengakibatkan pertama, pica atau mengidam makanan non-makanan seperti tanah liat atau kertas. Kedua, kelelahan yang parah dan detak jantung yang cepat atau tidak teratur.
 
Diketahui, ada sejumlah cara mengatasi kekurangan zat besi kembali ke kondisi normal dalam tubuh. Misalnya, dengan mengonsumsi sereal sarapan yang difortifikasi sebanyak 18mg per porsi atau memakan kacang putih kalengan 8 mg per satu cangkir.

Bisa juga dengan mengonsumsi lentil 3 mg per ½ cangkir, sayur bayam yang direbus dan tiriskan 3 mg per setengah gelas, tahu padat 3 mg per setengah cangkir atau kentang dengan kulit: 2 mg per kentang ukuran sedang.

Selain itu, mengomsumsi suplemen juga dapat membantu mengatasi kekurangan zat besi. Suplemen biasanya diresepkan dengan dosis hingga 150 sampai 200 mg setiap hari. (Medcom.id/H-2)

 

Baca Juga

Antara

311 Perawat Meninggal Akibat Covid-19, PPNI: Tertinggi di Jatim

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 12:50 WIB
Sebanyak 311 perawat meninggal dunia akibat Covid-19. Data tersebut dikumpulkan PPNI sejak November 2020-18 Juni...
Ist/KLHK

KLHK Bentuk Satlakwasdal, Kawal Implementasi UU Cipta Kerja

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 11:41 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan penerbitan UU Cipta Kerja ini dalam rangka mendorong perluasan kesempatan...
Antara

Peneliti UGM: Pembiayaan Penyakit Jantung Beban Tertinggi JKN-KIS

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 11:40 WIB
BEBAN biaya katastropik penyakit jantung menjadi biaya tertinggi dalam beban layanan JKN pada periode 2016 - 2019, khususnya di pulau...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pungli Tetap Marak Pak Satgas!

Pungli di berbagai layanan publik terus menjadi masalah yang dialami masyarakat, bahkan di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya