Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ZAT besi adalah mineral penting yang ditemukan dalam makanan seperti coklat, daging, bayam, dan kentang. Ketika seseorang tidak memiliki cukup zat besi, mereka dapat mengalami kelelahan, pusing, dan peningkatan suhu darah.
Mineral yang satu ini diserap ke dalam tubuh melalui makanan dan suplemen. Keberadaannya penting untuk produksi darah karena berkontribusi pada pembentukan hemoglobin, bagian dari sel darah merah yang bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen.
Mempertahankan tingkat zat besi yang cukup membuat tubuh berfungsi dengan baik. "Jika jumlah zat besi dalam tubuh rendah, tubuh tidak akan mampu menghasilkan cukup hemoglobin, yang menyebabkan anemia defisiensi zat besi," kata Bansari Acharya, seorang ahli gizi terdaftar.
Merujuk data Riskesdas 2018, sebanyak 50-60 % kasus anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi ialah kondisi ketika kadar ketersediaan zat besi dalam tubuh lebih sedikit dari kebutuhan harian. Dampaknya tidak sepele.
Pasalnya, kekurangan zat besi berdampak pada turunnya kekebalan tubuh, kurangnya konsentrasi belajar dan kemampuan berpikir, hingga membuat tubuh tidak bugar.
"Zat besi ialah salah satu mikronutrien atau sering juga dikenal sebagai vitamin dan mineral yang sangat penting untuk mendukung kemampuan belajar anak," ujar Prof Dr drg Sandra Fikawati, MPH, ahli gizi ibu dan anak, beberapa waktu lalu.
Memahami tanda-tanda kekurangan zat besi dapat membantu untuk menentukan apakah kamu memiliki kondisi tersebut. Menurut Acharya, gejala ringan kekurangan zat besi dapat menimbulkan kelelahan, sakit kepala ringan, tangan dan kaki dingin dan kurangnya konsentrasi.
Jika kekurangan zat besi terjadi dalam kadar berat, Nicole DeMasi, MS, RDN, CDCES, ahli nutrisi serta ahli gizi terdaftar mengatakan, kondisi itu bisa mengakibatkan pertama, pica atau mengidam makanan non-makanan seperti tanah liat atau kertas. Kedua, kelelahan yang parah dan detak jantung yang cepat atau tidak teratur.
Diketahui, ada sejumlah cara mengatasi kekurangan zat besi kembali ke kondisi normal dalam tubuh. Misalnya, dengan mengonsumsi sereal sarapan yang difortifikasi sebanyak 18mg per porsi atau memakan kacang putih kalengan 8 mg per satu cangkir.
Bisa juga dengan mengonsumsi lentil 3 mg per ½ cangkir, sayur bayam yang direbus dan tiriskan 3 mg per setengah gelas, tahu padat 3 mg per setengah cangkir atau kentang dengan kulit: 2 mg per kentang ukuran sedang.
Selain itu, mengomsumsi suplemen juga dapat membantu mengatasi kekurangan zat besi. Suplemen biasanya diresepkan dengan dosis hingga 150 sampai 200 mg setiap hari. (Medcom.id/H-2)
Kenaikan angka ini, berdasarkan hasil evaluasi dan pencatatan pelaporan berbasis masyarakat (PPGM)
MESKI sudah puluhan tahun berusaha diatasi, persoalan malanutrisi hingga kini masih menjadi tantangan tersendiri.
PBB menyebut Gaza menghadapi krisis kelaparan terburuk dengan lebih dari 20 ribu anak alami gizi buruk.
KRISIS gizi di Jalur Gaza, Palestina, mencapai titik kritis dengan lonjakan kematian yang mencolok sepanjang Juli 2025. Hal itu diungkapkan WHO dalam laporan terbaru yang dirilis 27 Juli 2025.
Data juga menunjukkan 1,4 juta perempuan hamil dan menyusui mengalami malnutrisi.
Setiap 25 Januari, Hari Gizi Nasional diperingati untuk memberikan kesadaran pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Anemia bukan sekadar masalah kekurangan darah biasa, melainkan pemicu berbagai komplikasi serius.
Anemia defisiensi besi masuk dalam kategori anemia gizi. Kondisi ini terjadi akibat asupan zat besi yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh untuk memproduksi hemoglobin.
SAAT ini, di Indonesia terdapat sekitar 90 juta anak yang berumur 0-18 tahun, yang berarti hampir 30% dari jumlah penduduk negeri ini yang berjumlah sekitar 280 juta jiwa.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia dinilai masih berisiko tertinggal dari rata-rata dunia dan dapat menjadi ancaman serius di masa depan.
WHO menyatakan 500 juta perempuan di dunia terkena anemia. Yuk kenali dan ketahui cara mencegahnya.
Gejala anemia pada anak dapat dilihat dari wajah yang tampak pucat, mudah lelah, lesu, atau kurang aktif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved