Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof Aru Sudoyo mengatakan ada enam gejala yang harus diwaspadai oleh masyarakat terkait dengan penyakit kanker lambung. Mayoritas pasien terlanmbat berkonsultasi ke dokter mengenai penyakitnya. Umumnya pasien datang dalam keadaan stadium lanjut.
"Kebanyakan ketahuan sudah stadium tiga dan stadium empat. Tidak ada yang stadium 1 dan 2. Artinya kebanyakan dari mereka datang sudah tidak bisa dioperasi lagi. Ini menyebabkan harapan hidupnya pendek," kata Aru, Rabu (10/2).
Untuk lebih waspada dengan kanker lambung, Aru menyebut enam situasi yang harus diketahui terkait dengan gejala penyakit tersebut. Pertama adalah adanya nyeri abdomen yaitu nyeri perut atau abdomen yang awalnya terasa ringan. Nyeri ini tidak akan hilang hanya dengan makan dan lama-lama semakin berat hingga tak tertahankan.
"Gejala yang paling sering dari kanker lambung 60-90 persen mirip dengan sakit maag," kata Aru.
Kedua adalah seseorang mulai sulit menelan makanan. Itu terjadi bola tumor berlokaso di daerah kardia atas. Saat menelan, terasa seperti ada yang menyangkut di daerah dada sehingga harus dibantu minum air yang banyak. Namun kemudian makanan tersebut akan balik ke atas atau disebut dengan gastroesophageal reflux atau gerd.
Jika Anda merasa mual dan muntah saat makan, kemungkinan tumor terletak dekat dengan jalan masuk ke usus halus atau pylorus. Hambatan lewatnya makanan akan mengirim sinyal ke otak bahwa makanan harus dikembalikan ke atas.
Gejala keempat adalah semakin merasa cepat kenyang dengan terisinya ruang lambung oleh tumor, sehingga semakin sedikit makanan yang masuk tubuh. Hal ini terjadi terutama pada kanker lambung jenis difus. Sel-sel tumor mengambil permukaan luas lambung sehingga elastisitas lambung berkurang.
Penurunan berat badan secara drastis merupakan tanda terjadinya kanker lambung. Hal ini terjadi karena sulitnya makanan turun atau sering muntah sehingga nutrisi berkurang. Terakhir adalah mulai terjadi perdarahan tumor atau kanker menembus lapisan dalam lambung.
Bila perdarahan masih sedikit, tidak menampakkan adanya gejala. Namun pada perdarahan besar, berakibat pada hematemesis atas atau melena bawah dengan gejala anemia. Aru juga menjelaskan tentang perbedaan ciri-ciri ulkus lambung dengan kanker lambung. Ulkus lambung akan hilang dengan makan, biasanya sakit terasa terutama di pagi hari saat baru bangun tidur namun berat badan
tidak turun.
baca juga: YKI Gelar Peringatan Hari Kanker Sedunia di Yogyakarta
Pada kanker lambung, kondisi akan semakin parah saat makan dengan tidak ada batasan waktu namun berat badan turun banyak.
"Jika ada ciri-ciri kanker lambung atau dengan sakit maag yang berkepanjangan segeralah melakukan deteksi dini," ujarnya. (Ant/OL-3)
MINIMNYA aktivitas fisik disebut sebagai salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami demensia atau Alzheimer usia muda
Simak tips puasa bagi pekerja lapangan agar tetap sehat, terhidrasi, dan produktif selama Ramadan, mulai dari sahur hingga berbuka.
Simak tips aman bagi lansia saat menjalani puasa Ramadan 1447 H, termasuk menu sahur bergizi, hidrasi cukup, olahraga ringan, dan istirahat yang cukup agar tetap sehat.
Simak tips sahur, hidrasi, istirahat, dan olahraga ringan agar tubuh tetap sehat dan kuat saat menjalani hari pertama puasa Ramadan.
Sejarah manusia dipenuhi penemuan penting seperti listrik, internet, dan vaksin yang mengubah peradaban. Inovasi ini menjadi fondasi kemajuan teknologi, komunikasi, dan kesehatan global.
Istilah super flu saat ini sedang ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved