Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah wilayah terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor pada minggu pertama Februari 2021.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, wilayah terdampak bencana hidrometeorologi itu tersebar di Semarang, Pekalongan (Jawa Tengah); Lombok Timur, Dompu dan Bima (Nusa Tenggara Barat); Jember (Jawa Timur); Bekasi, Karawang (Jawa Barat); Singkawang (Kalimantan Barat), Cilegon (Banten).
"Hujan tidak hanya mengakibatkan banjir tetapi tanah longsor hingga menimbulkan korban jiwa, seperti yang terjadi di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah pada Jumat (5/2) hingga Sabtu (6/2)," ujar Raditya, Senin (8/2).
Dari enam provinsi itu, BNPB menyoroti bencana banjir di Provinsi Nusa Tenggara Barat karena massifnya luas wilayah terdampak. Di Provinsi NTB, kata Raditya, banjir terjadi di Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur yang mengakibatkan 70 unit rumah tergenang. Warga memilih bertahan di rumah mereka masing-masing karena ketinggian banjir tidak terlalu tinggi, atau mencapai 60 cm.
Banjir bandang juga melanda Desa Nangatumpu, Kecamatan Manggelewa, Dompu. Banjir dipicu hujan deras pada Jumat (5/2), yang berlangsung beberapa jam antara pukul 16.00 hingga 22.00 waktu setempat. Banjir bandang Dompu mengakibatkan 140 KK terdampak hingga ada pengungsian di dua titik.
"Banjir bandang Dompu juga mengakibatkan kerugian material seperti 140 unit rumah terendam, 50 unit Rumah rusak berat, 2 unit rumah hanyut, serta jebolnya pagar di SMPN 6 dan SDN 9. Kondisi banjir telah surut dan aktivitas masyarakat telah kembali normal," kata dalam keterangannya Senin (8/2)
Selanjutnya banjir di NTB berlangsung di Kabupaten Bima. Sebanyak dua desa terdampak, yaitu Desa Naru dan Tente, yang berada di Kecamatan Woha, Bima. Banjir dipicu oleh hujan intensitas ringan hingga sedang serta banjir luapan dari sungai di Desa Tente. Sekitar 90 rumah terendam pada ketinggian 60 – 80 cm saat banjir terjadi.
Pulau Jawa
Data BNPB per 7 Februari 2021 pukul 19.30 WIB menunjukkan, ada 66 kejadian bencana sepanjang Februari ini dengan rincian banjir 40 kali, angin puting beliung 12, tanah longsor 10, kebakaran hutan dan lahan 2, gelombang pasang dan abrasi 1, gempa bumi 1. Korban meninggal sebanyak 7 jiwa.
Di Pulau Jawa, banjir terjadi di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada Jumat lalu (5/2), pukul 16.00 WIB, hujan intensitas tinggi memicu banjir. Sebanyak 6 desa di tiga kecamatan terdampak. Kecamatan paling terdampak yaitu Kecamatan Tempurejo dengan 4 desa, antara lain Desa Curahtakir, Curahnongko, Wonoasri, dan Sidodadi.
Kecamatan terdampak lain yaitu Kecamatan Ambulu dan Wuluhan. BPBD Kabupaten Jember mencatat 744 KK terdampak akibat peristiwa ini. Tinggi muka air saat kejadian antara 10 hingga 70 cm. Sebagian besar genangan di wilayah terdampak banjir telah surut.
Dia menjelaskan banjir lain di pulau ini terjadi di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Hujan yang mengguyur selama beberapa hari terakhir mengakibatkan meluapnya Sungai Ciherang dan Sungai Kampung. Banjir meluas hingga mengakibatkan 13 kecamatan terdampak banjir, antara lain Kecamatan Babelan, Tambun Utara, Muara gembong, Cibitung, Cabangbungin, Cikarang Utara, Pebayuran, Sukawangi, Sukatani, Setu, Cikarang Timur, Cikarang Barat dan Tambun Selatan.
"Warga terdampak hingga mencapai 5.672 KK, sedangkan hingga Sabtu lalu (6/2) tinggi muka air antara 10 hingga 150 cm. Data BPBD setempat per Minggu (7/2), banjir mengakibatkan 15 rumah rusak ringan dan 8 lainnya rusak berat," sebutnya.
Sedangkan di Kota Bekasi, banjir juga melanda 6 kecamatan yaitu Kecamatan Rawalumbu, Medan Satria, Bekasi Timur, Bekasi Barat, Jakasampurna dan Bekasi Utara. Hujan lebat yang terjadi pada Minggu (7/2), pukul 00.30 WIB, menyebabkan tinggi muka air antara 20 hingga 60 cm.
Di sisi lain, wilayah Kabupaten Kawarang di provinsi juga dilanda banjir. Sebanyak 8 kecamatan terdampak, antara lain Cimalaya, Rengasdengklok, Telukjambe Barat, Karawang Barat, Kotabaru, Purwasari, Jatisari dan Cikampek. Sebanyak 3.425 KK atau 7.774 warga terdampak, sedangkan 194 KK atau 691 warga mengungsi. BPBD setempat menginformasikan tinggi muka air beragam antara 30 hingga 150 cm.
"Banjir lain di wilayah Jawa juga terjadi di Pekalongan dan Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah dan Kota Cilegon, Provinsi Banten," paparnya.
Sementara itu, genangan masih terjadi di Kabupaten Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat. Meskipun peristiwa sudah terjadi pada Rabu (4/2) lalu, sekitar pukul 11.00 WIB. Hujan berintensitas tinggi mengkibatkan banjir di dua kecamatan, Kecamatan Singkawang Tengah dan Singkawang Barat.
Pada Sabtu (6/2) banjir masih melanda sebagian wilayah Kecamatan Singkawang Barat dan Kecamatan Singkawang Tengah.
"Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan di bulan ini mengingat prakiraan puncak musim hujan. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk pencegahan, seperti persediaan air minum, makanan ringan, obat-obatan, maupun mematikan arus listrik di dalam rumah apabila banjir akan melanda," pungkasnya. (H-2)
Berbagai pengalaman menghadapi bencana alam yang telah terjadi harus menjadi pembelajaran bagi kita agar mampu memitigasi sejumlah potensi bencana di tanah air.
Tanah longsor menghantam area perkemahan di Gunung Maunganui, Selandia Baru. Sejumlah orang hilang, tim SAR berjuang di tengah cuaca ekstrem.
Menag juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu.
Desa Sangiang 1 KK terdampak serta 1 unit rumah rusak berat dengan total kerugian diperkirakan Rp20 juta.
BENCANA banjir dan 18 titik longsor melanda Kabupaten Jepara, sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terisolasi akibat terputusnya akses jalan.
HUJAN deras mengguyur Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (11/1). Curah hujan tinggi membuat empat desa tergenang.
Longsor dipicu oleh meningkatnya curah hujan yang terjadi sejak pagi hingga sore hari pada Senin (22/1) sekitar pukul 16.30 WITA, yang menyebabkan dua orang warga tertimbun.
Camat Lamba Leda, Vitalis Edmundus Lana, mengatakan bencana longsor terjadi pada Kamis (22/1) sekitar pukul 15.00 Wita dan menimpa rumah warga.
Sementara itu, dampak cuaca ekstrem juga dirasakan di Kabupaten Manggarai Barat. Banjir dilaporkan merendam sekitar 10 hektare sawah.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Tanah longsor menghantam area perkemahan di Gunung Maunganui, Selandia Baru. Sejumlah orang hilang, tim SAR berjuang di tengah cuaca ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved