Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan Emergency Use Authorization atau Otorisasi Penggunaan Darurat untuk pemberian vaksin Sinovac pada lansia atau penduduk berusia di atas 60 tahun.
Oleh karena itu, Menkes menyampaikan akan mulai melakukan vaksinasi pada tenaga kesehatan (nakes) berusia di atas 60 tahun pada hari ini, Senin (8/2).
"Kita sudah memperbaiki petunjuk teknis dan mengomunikasikan pada jajaran tenaga kesehatan di lapangan. Senin (8/2), vaksinasi untuk masyarakat berusia di atas 60 tahun tetapi diutamakan bagi tenaga kesehatan dimulai," kata Menkes dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Minggu (7/2).
Namun, Menkes Budi belum dapat memastikan tempat vaksinasi akan dilakukan. Ia pun menjelaskan alasan mengutamakan vaksin diberikan pada nakes lansia karena mereka memiliki risiko terpapar covid-19 lebih tinggi jika dibandingkan dengan masyarakat umum. Selain itu, apabila terkena covid-19, kemungkinan untuk menjadi fatal lebih tinggi sebab telah berusia lanjut.
Menkes menambahkan, jumlah total populasi di Indonesia 299 juta penduduk. Sedangkan penduduk berusia di atas 19 tahun ada 188 juta. Apabila dikurangi dengan masyarakat yang punya penyakit penyerta atau komorbid, penyintas covid-19 dan ibu hamil, jumlah penduduk berusia di atas 19 tahun yang menjadi target vaksinasi sebanyak 181,5 juta.
Baca juga: BPOM Setujui Penggunaan Darurat Vaksin untuk Lansia
Hal tersebut menggambarkan kebutuhan 363 juta dosis vaksin karena setiap orang mendapatkan minimal dua dosis. Lalu, pemerintah menambahkan 15% sebagai cadangan sehingga total terdapat 463 juta dosis vaksin covid-19 yang diusahakan bisa diperoleh pemerintah Indonesia.
Indonesia, lanjut Menkes, sudah memulai vaksinasi pertama pada 13 Januari 2021 yang diberikan pada tenaga kesehatan. Jumlah total ada 1,5 juta nakes di 34 provinsi.
"Mereka didahulukan karena orang-orang yang berisiko terkena covid-19. Data per Sabtu (6/2), tenaga kesehatan yang datang divaksinasi sudah mencapai 900 ribu. Kita masih punya waktu sampai akhir bulan menyelesaikan 1,5 juta. Dari 1,5 juta tenaga kesehatan, ada 100 ribu lebih batal disuntik karena pernah menjadi penyintas covid-19 sehingga kekebalannya masih ada, dan ada juga yang mengidap darah tinggi," tutur Menkes.
Adapun tenaga kesehatan yang masuk kategori lansia, menurut data sebanyak 11.600. Di luar negeri, setelah penyuntikan vaksin covid-19 pada tenaga kesehatan dilanjutkan pada penduduk lansia. Hal itu dilakukan menggunakan perhitungan berbasis risiko.
"Orang tua berisiko tinggi untuk menjadi fatal kalau terpapar covid-19, ini berbasis risiko. Total lansia yang terpapar covid-19 di Indonesia 10%, tapi angka pasien meninggal 50% lansia. Sesudah BPOM mengeluarkan emergency use authorization (penggunaan Sinovac untuk lansia), Kementerian Kesehatan bisa segera melakukan vaksinasi bagi orang-orang yang usianya di atas 60 tahun," ungkapnya.
Setelah vaksinasi untuk tenaga kesehatan dilakukan, Menkes menjanjikan vaksinasi paralel bagi masyarakat yang masuk kategori lansia. Pemerintah akan mendata lansia untuk divaksinasi.
"Yang datanya sudah rapih dan exposure lebih tinggi itu nakes, maka akan kita jalankan vaksinasi terlebih dahulu bagi nakes," pungkasnya.
Untuk pemberian vaksinasi pada lansia, menurut Menkes, skriningnya hampir sama dengan penduduk berusia di bawah 59 tahun. Hanya saja, karena lansia cenderung memiliki penyakit penyerta, maka ada beberapa skrining yang didetailkan seperti mempunyai penyakit penyerta atau tidak.(OL-5)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksin campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyayangkan influencer Ruce Nuenda yang keluyuran atau beraktivitas di ruang publik saat sakit campak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved